Persis Hari Ini

Persis Hari Ini: Kisah Legenda Persis Solo Frans Setiabudi, Mengasah Sepak Bola secara Otodidak

Jumat, 25 November 2022 19:17 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUN-VIDEO.COM - Fransiskus Aries Setiabudi atau Frans Setiabudi adalah salah seorang winger lincah yang pernah dimiliki Persis Solo.

Dia bergabung ke Persis Solo medio 1964 dari kompetisi internal yang diselenggarakan klub kebanggan wong Solo tersebut.

Frans telah menyukai sepak bola sejak kecil.

Dia perkenalkan dengan si kulit bundar oleh pamannya yang saat itu seorang pesepakbola lokal.

Kecintaannya terhadap sepak bola kemudian diasah secara mandiri atau otodidak.

Demi memaksimalkan latihan, Frans memutuskan bergabung dengan klub internal Persis Solo, PS Tunas Nusantara Harapan (TNH) FC.

Itu dilakukannya saat duduk di bangku SMP atau sekitar usia 14 sampai 15 tahun.

Bersama PS TNH FC, Frans kemudian bisa mengikuti kompetisi internal yang memiliki beberapa deviasi.

Baca: Persis Hari Ini: Riyandi Jadi Pemain Persis Solo yang Dipanggil TC Timnas Indonesia untuk Piala AFF

Frans mendapat kesempatan bergabung dalam skuad utama Persis Solo saat tahun 1964, saat usianya menginjak 18 tahun.

"Saya pertama diajak main (tanding) ke Surabaya, lawannya Persebaya yang saat itu diisi (sejumlah) pemain tim nasional," kata Frans kepada TribunSolo.com.

Setelah itu, sejumlah turnamen berhasil dimenanginya bersama Persis Solo.

Kompetisi PSSI untuk zona Jawa Tengah tahun 1968 menjadi salah satu yang pernah dimenangkan.

Potensi Frans rupanya menarik minat klub-klub luaran Solo, salah satunya datang dari Bandung, PS Angkasa.

Salah seorang petinggi PS Angkasa yang saat itu kira-kira memiliki berpangkat Kolonel TNI Angkatan Udara.

Orang tersebut sampai coba meyakinkan Frans. Itu terjadi sekira medio 1968/1969.

Andai dia bergabung dengan PS Angkasa, dia memiliki kans yang baik untuk gabung dengan Persib Bandung.

Frans sempat menimang-nimang dengan seksama. Dia kemudian memutuskan tidak pergi ke Bandung. Frans masih ingin bersama Persis Solo.

Kendati demikian, Frans kembali menghadapi pergulatan hati.

Dia di satu sisi ingin bermain bersama Persis Solo namun di satu sisi, dia coba berpikir realistis untuk mendapat pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik.

Frans sempat coba melamar ke bank pemerintah, Bank Bumi Daya yang saat itu masih eksis.

Baca: Persis Hari Ini: Kondisi Pemain Persis Solo Jelang Lawan Persebaya, Beberapa Masih Pemulihan

Dia melamar bersama Hong Widodo. Tapi mereka belum beruntung dan mencari pekerjaan lain.

Frans kemudian mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan swasta.

Tapi, pekerjaannya itu membuat dirinya tidak bisa optimal berlatih bersama Persis Solo.

Waktu jam Frans biasanya selesai sekitar pukul 16.30 WIB. Itu membuatnya terkadang tak bisa berlatih optimal bersama Persis Solo.

Kendati demikian, Frans sempat mendapat kesempatan untuk menjalani pemusatan latihan bersama skuad PON Jawa Tengah.

Skuad tersebut dipersiapkan untuk mengikuti PON VIII Jakarta 1973.

"Otomatis bolos (kerja). Setelah pulang dari sana (pemusatan latihan PON) ditanyain, mau masih kerja di sini atau main bola," ucap Frans.

Frans masih coba bekerja di perusahaan swasta itu. Saat ada pemusatan latihan di Salatiga, dia kembali berangkat.

Keputusan itu membuatnya tidak bisa mempertahankan pekerjaan yang ada di perusahaan swasta.

Frans kemudian menghadapi pergulatan. Dia kemudian coba mengikuti kursus pelayaran di Bandung.

Setelah itu selesai, Frans pulang ke Solo dan kembali bergabung dengan Persis Solo.

Di sela-sela waktunya, Frans juga coba menimba ilmu S1 di Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 1976.

Petinggi kampus saat itu juga menyarankan Frans untuk menjadi mahasiswa selang.

Dia bisa ikut kuliah setelah berlatih bersama Persis Solo. Tapi, itu tidak bisa berjalan dengan maksimal.

Baca: Persis Hari Ini: Uji Coba Persis Solo vs Persebaya, Hasil Pemusatan Latihan di Malaysia Bakal Diuji

Akhirnya, Frans tidak bisa melanjutkan kuliahnya dan tidak lama dia juga berpisah dengan Persis Solo.

Pasalnya, Frans kemudian memutuskan kembali mengikuti kursus pelayaran.

Itu sampai membuat Persis Solo membujuknya untuk kembali bergabung.

"(Diminta) main lagi, dan (di kursus pelayaran juga) sudah diminta untuk mengukur jas dan sebagainya dan sebagai," ucap dia.

"Saya kemudian tetap untuk ikut pelayaran. Karena saat itu lebih menjanjikan," tambahnya.

Kebersamaan Frans bersama Persis Solo pun berakhir di tahun 1977.

Dia berlayar ke sejumlah negara sejak saat itu diantaranya dari Irlandia, Spanyol, Perancis, dan Inggris.

Frans saat itu masih menjabat menjadi pelayan restoran di kapal tempatnya bekerja.

Seiiring berjalannya waktu, karier Frans memiliki progress yang baik hingga membuatnya menjadi manajer restoran.

Frans sempat kembali ke Solo tahun 1983. Itu tak membuatnya kembali ke Persis Solo. Dia memutuskan ke PS TNH dan menjadi pelatih di sana.

Frans juga berhasil membawa PS TNH juara di kompetisi tingkat Solo Raya tahun itu.

Pekerjaan menjadi pelatih PS TNH dilakukannya untuk mengisi waktu luang menanti jadwal berlayar.

Frans baru kembali ke Persis Solo saat usianya telah menyentuh 60 tahun, tepatnya saat musim 2006/2007.

Dia mendapat panggilan dari FX Hadi Rudyatmo yang saat itu berada di jajaran petinggi Persis Solo.

Baca: Persis Hari Ini: Uji Coba Persis Solo vs Persebaya, Hasil Pemusatan Latihan di Malaysia Bakal Diuji

Frans pun bersedia membantu sebisanya di bagian manajemen Persis Solo tanpa memikirkan bayaran.

Itu sekaligus untuk mengisi waktu menunggu panggilan berlayar dari perusahaan Holland American Westour.

Frans menjalani peran di manajemen Persis Solo dalam waktu singkat.

Pasalnya, Frans mendapat panggilan pekerjaan dari perusahaan pelayaran melalui email.

Dia sempat coba menegosiasi agar waktunya berangkat bisa diundur.

Tapi, perusahaan tersebut belum bisa mengabulkan permintaan Frans.

Itu membuat Frans mau tidak mau meninggalkan Persis Solo.

Laga Persis Solo melawan Persita Tangerang menjadi momen terakhir bersama klub kebanggaan wong Solo itu.

Frans tetap menunjukkan kecintaannya terhadap Persis Solo. Dia sering memakai jersey Persis Solo musim 2006/2007 saat menjalani pelayaran.

Frans kemudian pensiun dari pelayaran tahun 2018. Dia mengisi masa tuanya di Solo. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kisah Legenda Persis Solo Frans Setiabudi, Winger Lincah yang 41 Tahun Keliling Dunia

# Persis Solo # Frans Setiabudi # Legenda # Sepak Bola

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Gustaf Eko Aria P
Sumber: TribunSolo.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved