Daerah Terkini
Baksos Alumni dan BEM Unhas Makassar, 18 Pasien Anak Jalani Operasi Bibir Sumbing di RSUC Tarakan
TRIBUN-VIDEO.COM, TARAKAN – Sebanyak 18 pasien anak per Selasa (8/11/2022) hari ini menjalani operasi bibir sumbing atau cheiloplasty atau dikenal operasi celah bibir di Rumah Sakit (RS) Umum Carsa Tarakan.
Kegiatan yang mulai dibuka pendaftarannya pada 6 November 2022 kemarin dan dijadwalkan selesai sampai 10 November 2022 mendatang ini, adalah hasil kerja sama alumni serta Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar dan Pemkot Tarakan sebagai wujud program bakti sosial nasional.
Dikatakan Wali Kota Tarakan, dr.Khairul, M.Kes usai memantau langsung pelaksanaan operasi celah bibir di salah satu ruang operasi di RS Umum Carsa Tarakan berlokasi di Kelurahan Sebengkok ini, kegiatan bakti sosial ini digagas oleh Direktorat Unhas Makassar.
“Kebetulan waktu itu Pak Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menghubungi saya bahwa ada adek mahasiswa ini bersama Unhas mau melakukan baksos di sini. Jadi kolaborasi. Kalau yang operasi bibir sumbing ini, dari dosen-dosen Unhas Makassar khususnya dosen Fakultas Kedokteran Gigi Bedah Mulut bersama timnya,” beber Khairul.
Kemudian, jika ada mahasiswa, bertugas melakukan sunnatan massal sejak kemarin sampai hari ini dan ada juga layanan vaksinasi hewan untuk mencegah PMK dan penyuluhan pakan ternak, penyuluhan hidroponik dan stunting yang berjalan parallel.
“Jadi saya kira, ini tujuannya membantu Pemkot, termasuk untuk bibir sumbing karena wilayahnya se-Kaltara, kita minta yang hadir hari ini ada 18 orang, memang kebanyakan dari luar daerah. Dari Tarakan ada tiga kalau tidak salah, sedikit karena memang sudah berkali-kali mengadakan di Tarakan,” urainya.
Disebutkan Khairul, total ada 18 pasien yang menjalani operasi bibir sumbing sejak pagi tadi dan masih ada yang masuk dalam daftar antrean.
Baca: 3 Warga Tarakan Ditangkap karena Jadi Kurir Narkoba, Pelaku Mengaku Ditelepon Pria Tak Dikenal
Baca: Lima Obat Sirup Harus Ditarik dari Peredaran, BPOM Tarakan Ingatkan Sanksi Bagi Pelanggar
18 pasien terdiri anak-anak tersebut ada yang berasal dari Tarakan tiga orang, Bulungan ada enam pasien, dan sisanya berasal dari Nunukan dan KTT dan Malinau.
“Jadi ini memang bakti sosial kami laksanakan gratis untuk masyarakat dan kebetulan yang dipakai di RS Umum Carsa, saya letakkan di sini supaya tidak mengganggu pelayanan yang ada di RSUKT dan RSU Provinsi Kaltara. Jadi baksosny ada sunnatan massal juga dipusatkan di sini,” ungkap Khairul yang juga merupakan pemilik dari RS Umum Carsa di Tarakan.
Ia melanjutkan, operasi secara gratis ini berangkat atas dasar kemanusiaan dan ingin berbagi secara gratis.
Tentunya tak lepas juga support dari Pemkot melalui pihak RSUKT dan RS provinsi sama-sama membantu kegiatan ini.
“Kegiatan operasi bibir sumbing sudah dimulai hari ini dan pengumpulan data sejak tiga minggu lalu. Tim hari ini bekerja pagi sampai sore mudahan selesai 18 orang pasien dan besok mereka sudah bisa pulang, kecuali adek-adek mahasiswa karena masih ada beberapa kegiatan di sini ada penanaman mangrove ada rangkaian lagi, ada jalan santai, lomba makanan sehat,” urainya.
Sementara Tim Penanganan Operasi Bibir Sumbing sudah dipersiapkan dan close hanya sampai 18 pasien dan tidak bisa ditambah karena harus melalui persiapan panjang mulai dari rontgen misalnya, screening kesehatan yang tidak bisa dilakukan secara mendadak.
“Sehingga untuk tahap ini selesai, mungkin ke depan nanti akan ada program itu lagi. Karena ada rencana untuk membuat semacam kerja sama nanti pemkot termasuk RS Umum Carsa untuk kelanjutan kegiatan ini,” harapnya.
Ia melanjutkan, biaya operasi bibir sumbing lanjutnya biasanya cukup besar. Walaupun ditanggung BPJS, namun tetap tidak menutup. Sehingga ini diprogramka secara gratis
“Karena lebih banyak tambahan biaya, makanya dengan program ini untuk kemanusiaan kami laksanakan secara gratis. Masa depan anak-anak ini yang dipikirkan. Kalau besar nanti akan malu bergaul di lingkungan dan menghambat di sekolah saat menjalani pendidikan,” pungkasnya.
Salah satu orangtua yang sedang menunggu sang anak menjalani operasi bibir sumbing di depan pintu kamar operasi, Waluyo mengakui sangat bersyukur.
Persiapan dilakukan sang anak, Muhammad Fadham usia enam tahun, lahir 2017 lalu yakni berpuasa sejak pukul 03.00 dini hari kemudian masuk ke ruangan pukul 09.00 WITA pagi tadi.
Itu tentu sangat membantu karena tidak setiap tahun operasi gratis bibir sumbing ada diadakan pemerintah ataupun swasta.
Ia berharap usai operasi hari ini, sang anak suaranya bisa normal seperti teman seusinya karena kondisinya diakui sang anak untuk suara juga tidak bisa berbicara normal.
“Memang dari lahir tidak normal, perkembangannya bagaimana kami harus mengikuti, alhamdulillah sudah ada operasi ini,” ujarnya.
Sepengetahuannya biaya operasi bisa mecapai di atas Rp 10 juta. Baginya tentu sangat berat dengan profesi wiraswasta.
“Saya juga ke sini alhamdulillah gratis menumpang speedboat Pemda dan semoga nanti balik bisa menumpang lagi jadi langsung periksa darah dan dibawa ke rumah sakit ini kemarin, hari ini jalani operasi,” pungkasnya. (*)
Penulis: Andi Pausiah
#Tarakan # pasien # operasi # bibir sumbing
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribun Kaltara
HEALTHY TALK
HEALTHY TALK: Puasa Ramadhan bagi Pasien Penyakit Kronis: Apa yang Perlu Dipersiapkan?
Senin, 30 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Sempat Dibantarkan untuk Operasi, Nadiem Makarim Kembali Hadiri Sidang Kasus Chromebook
Senin, 30 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDTAE
Bersiap Jalankan Operasi Darat ke Iran, AS kirim 3.500 Pasukan dan USS Tripoli ke Timur Tengah
Minggu, 29 Maret 2026
LIVE UPDATE
Operasi "True Promise 4": IRGC Luncurkan Gelombang Serangan Ke-82 ke Israel!
Sabtu, 28 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Ranjau hingga Personel Ditambah, Iran Siaga di Pulau Kharg Antisipasi Operasi Darat AS
Jumat, 27 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.