TRIBUNNEWS UPDATE
Korut dan Iran Diduga Bantu Rusia dalam Konflik di Ukraina, Presiden AS Joe Biden Khawatir
TRIBUN-VIDEO.COM - Gedung Putih merasa prihatin dengan sejumlah masalah internasional yang dihadapi oleh Amerika Serikat di Eropa, Asia Timur, dan Timur Tengah di waktu yang bersamaan.
Untuk diketahui, AS baru-baru ini menuding Korea Utara dan Iran memasok persenjataan ke Rusia dalam invasinya ke Ukraina.
Kondisi ini yang menimbulkan kekhawatiran pada pemerintahan Presiden Joe Biden.
Baca: Militer Korsel Anggap Peluncuran Rudal Balistik Antarbenua Korut Gagal
Dilansir Tribunnews via Newsweek, Sekretaris Pers Pentagon, John Kirby mengatakan, Pyongyang diam-diam memasok sejumlah peluru artileri dalam jumlah besar ke Rusia.
Pengiriman itu disebut dikaburkan dengan membuatnya tampak dibawa ke negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara.
Tak hanya Korut, Kirby juga membahas soal pengiriman drone Iran untuk Rusia.
Diduga saat ini Teheran dalam proses pengiriman rudal permukaan-ke-udara untuk digunakan dalam konflik.
Bersatunya tiga negara tersebut dikatakan Kirby menimbulkan kekhawatiran Amerika Serikat.
Menurut Kirby, kekhawatiran pemerintahan Presiden Joe Biden terhadap Putin saat ini lebih besar ketimbang saat invasi ke Ukraina pertama kali dilancarkan.
"Dan ya, ini mengkhawatirkan bahwa negara bangsa mana pun di seluruh dunia akan secara diam-diam atau nyata mendukung Tuan Putin," jelas Kirby.
Meski begitu, purnawirawan Angkatan Laut AS ini meyakini dukungan yang dicurigai diterima Moskow dari Pyongyang dan Teheran tidak akan mampu mengubah gelombang konflik.
Baca: Jumlah Tentara NATO di Perbatasan Mencapai 30 ribu Pasukan, Rusia Mulai Dikepung Begara Barat
AS disebut akan mengejar pertanggungjawaban terhadap dua kekuatan tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah bergejolaknya Korut dan Iran.
Sebagaimana diketahui, Korut baru saja meluncurkan 10 rudalnya ke Laut Jepang pada Rabu (2/11).
Satu di antaranya jatuh 60 kilometer dari lepas perairan Korsel hingga memicu peringatan serangan udara dan perintah evakuasi warga.
Kemudian pada Rabu (3/11/2022), Pyongyang kembali meluncurkan tiga rudalnya dengan salah satunya diduga rudal balistik antarbenua (ICBM).
Pyongyang mengaku rudal-rudalnya itu merupakan bentuk peringatan kepada Korsel yang tengah melakukan latihan militer dengan AS.
Sementara itu, Iran bergejolak setelah kematian seorang wanita bernama Mahsa Amini seusai ditangkap oleh polisi moral karena pakaiannya.
Kematian Amini menimbulkan demo besar-besaran.
Baca: Amerika Serikat Sebut Korea Utara Diam-diam Pasok Peluru Artileri ke Rusia
Di sisi lain, Iran menolak tudingan soal pasokan drone kamikaze ke Moskow. (*)
Baca juga berita terkait di sini
# TRIBUNNEWS UPDATE # Iran # Rusia # Ukraina # Joe Biden
Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya
Sumber: Tribun Video
Mancanegara
Mediasi Lagi! Iran dan AS Kembali Bahas 3 Poin Kesepakatan, Mungkinkah Perang Berakhir?
1 hari lalu
Mancanegara
AS VS VATIKAN! Trump Sebut Paus Leo Lemah dan Tolak Minta Maaf Terkait Perselisihan Isu Iran
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Menteri ESDM Bahlil Bertemu Utusan Putin, Klaim Rusia Siap Suplai Minyak Mentah Rusia ke Indonesia
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Pengakuan Kades di Lumajang usai Dibacok 15 Orang di Rumahnya saat Terima Tamu, Polisi Buru Pelaku
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Berterima Kasih ke Rakyat Indonesia atas Donasi Rp 9 Miliar untuk Teheran Imbas Perang Lawan AS
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.