Senin, 20 April 2026

Terkini Daerah

Gelar Konferda ke-5, IAI Papua Bahas Perkembangan SDM Apoteker dan Memilih Kepengurusan Baru

Jumat, 28 Oktober 2022 15:14 WIB
Tribun Papua

TRIBUN-VIDEO.COM - Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Papua gelar Konferensi Daerah (Konferda) ke-5, membahas pemilihan kepengurusan baru dan perkembangan SDM apoteker.

IAI Papua saat ini telah beranggotakan 1.057 orang, yang dulunya masih sangat minim.

Hal itu disampaikan Ketua PD IAI Papua, Edward Sihotang dalam sambutannya.

Katanya, saat ini di Papua memiliki sumber daya manusia yang besar, juga kompetensi dan organisasi baik.

Aplikasi Sistem Informasi Apotekerdapat mengatur seluruh administrasi dan pengawasan standar pelayanan.

Melalui aplikasi tersebut, pihaknya bisa memantau jumlah anggota yang memiliki STRA, serta lainnya.

Konferda ini bertujuan untuk memilih kepengurusan IAI masa bakti 2022 hingga 2026.

Baca: Atraksi Suku Biak Berjalan di Atas Bara Api, Meriahkan Festival Danau Sentani KMAN VI Papua

Pihaknya berharap dapat menjadi support system yang baik bagi Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

"Kami siap menjadi bagian dalam kepemimpinan bapak membawa Papua sehat, dan Apoteker bisa ada dalam tugas dan pelayanan besar itu," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukurnya atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai sangat mendukung IAI Papua, karena para Apoteker bisa ada di puskesmas.

"Dalam cacatan kami saat ini, kurang lebih 70 persen puskesmas masih belum berisi Apoteker, dan memang kami akui sumber daya juga terbatas," sebutnya.

Untuk itu, ke depan, pihaknya berkeinginan melalui IAI Pusat, nantinya di Provinsi Papua khususnya Universitas Cenderawasih (Uncen) memiliki prodi profesi Apoteker.

"Sehingga pemenuhan SDM, sampai di kampung-kampung dan puskesmas dapat lebih tersedia, karena saat ini di Uncen baru memiliki prodi sarjana farmasi," bebernya.

Menurut laporan tak sampai 10 persen dari lulusan sarjana farmasi dapat melanjutkan pada profesi Apoteker karena membutuhkan biaya besar, sebab harus bersekolah ke luar Papua.

"Padahal banyak sarjana farmasi kita ini adalah anak-anak asli Papua atau lahir dan besar di Papua, sehingga memang mereka seharusnya dapat hadir di daerah mereka sendiri," pungkasnya.

Untuk itu, ia menegaskan Papua harus memiliki prodi Apoteker sehingga pada akhirnya menghasilkan tenaga Apoteker yang tak hanya berkualitas dan berkompeten, tetapi mengerti situasi dan kondisi di daerah masing-masing.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferda IAI Papua, Erika Christin Ireni menyebutkan IAI adalah organisasi profesi apoteker yang diakui dan dalam kegiatannya tidak boleh bertentangan ADRT dan peraturan organisasi lainnya.

"Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu Jumat, 28 Agustus dan Sabtu, 29 Oktober 2022, dan untuk hari ini kita adakan seminar, kemudian hari kedua akan ada donor darah dan gala dinner,"

Ia menyebutkan, peserta sebanyak 304 orang yang notabennya merupakan para Apoteker turut ambil bagian dalam konferda ke-5 itu.

Pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih, kepada para sponsor yang turut menyukseskan jalannya acara tersebut.

Baca: Perempuan Adat Suku Kamoro di Mimika Suarakan Hak Kursi di DPRD saat Acara Sarasehan KMAN VI Papua

Selain itu, masih dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua, Robby Kayame mewakili Gubernur Papua menyambut baik pelaksanaan konferda ke-V IAI Papua.

"Saya menyambut baik gelaran konferda ke-V IAI Papua ini untuk menetapkan pengurus daerah periode 2022 hingga 2026," ucapnya di awal.

Robby menuturkan seiring dengan perkembangan pelayanan kesehatan di Tanah Papua, dihadapkan dengan berbagai perubahan dan tantangan.

"Seperti bagaimana Apoteker mampu memberi pelayanan kesehatan bagi semua masyarakat tanpa terkecuali, sebagai upaya meningkatkan harapan hidup," katanya.

Kemudian, dikatakannya dalam konteks tersebut, keberadaan Apoteker memiliki peranan besar sebagai pemberi pelayanan kesehatan dan distribusi obat hingga ke layanan apotek, puskesmas, dan rumah sakit

"Sebagai pelayanan kefarmasian, diharapkan dapat menjamin ketersediaan obat yang bermutu mulai dari pengelolaan, hingga penggunaan obat oleh masyarakat," sambungnya.

Melalui konferda IAI Papua, Robby berharap para Apoteker senantiasa memelihara dan menjunjung tinggi profesionalitas, serta terus menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Tanah Papua.

"Saya minta kepada para Apoteker untuk memberikan pelayanan bermutu, dan berpegang teguh pada kode etik dan standar profesi, serta Undang-undang yang mengatur praktek Apoteker," pintanya.

Sekadar diketahui, Konferda ke-V IAI Papua kali ini mengambil tema besar yaitu one step closer to the next level of IAI Papua.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Gelar Konferda ke-5, IAI Papua Bahas Perkembangan SDM Apoteker dan Memilih Kepengurusan Baru

# Ikatan Apoteker Indonesia # Papua # Konferensi # kepengurusan # perkembangan # SDM # Dinas Kesehatan Provinsi Papua

Baca berita terkait di sini.

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribun Papua

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved