LIVE UPDATE
Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala Jika Terkena Omicron XBB dan Penjelasan Fatalitasnya
TRIBUN-VIDEO.COM - Virus corona penyebab Covid-19 subvarian Omicron XBB telah teridentifikasi di Indonesia.
Omicron XBB adalah varian mutasi Covid-19 yang baru-baru ini meningkatkan kasus infeksi Covid-19 di Singapura.
Gejala Omicron XBB disebut ringan dan tidak terlalu berbahaya.
Kebanyakan gejala Omicron XBB tergolong ringan, seperti sakit tenggorokan, batuk, dan hidung tersumbat.
Baca: Waspadai Covid-19 Subvarian Omicron XBB ialah Subvarian Omicron Baru Strain BA.2.10
Beberapa pasien terlihat memiliki gejala mialgia (nyeri otot) dan keluhan perut lainnya.
Infeksi Omicron XBB dapat menjadi parah jika pasien menderita diabetes dan berusia lanjut.
Meski gejala infeksinya ringan, Omicron XBB ini lebih menular daripada varian Omicron sebelumnya.
Menurut Dr Ankita Baidya, Konsultan Penyakit Menular, Rumah Sakit Manipal HCMCT mengatakan, Omicron XBB dapat menghindari respon imun atau vaksin.
Sehingga, jumlah pasien rawat inap akibat infeksi Omicron XBB juga meningkat.
Sebagai informasi, Subvarian satu ini teridentifikasi pada seorang perempuan 29 tahun asal Surabaya, Jawa Timur yang baru saja pulang dari Lombok, Nusa Tenggara Timur.
Baca: Apakah Gagal Ginjal Akut Ada Kaitan dengan Vaksin dan Infeksi Covid-19? Begini Penjelasan Kemenkes
Artinya, kasus pertama subvarian XBB merupakan hasil transmisi lokal.
Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan M Syahril mengatakan gejalanya yaitu batuk, pilek, dan demam.
Dengan adanya temuan tersebut, Kemenkes melakukan upaya antisipatif berupa testing dan tracing terhadap 10 kontak erat.
Hasilnya, 10 kontak erat tersebut dinyatakan negatif Covid-19 subvarian XBB.(Tribun-video.com/Tribunnews)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Subvarian Omicron XBB Terdeteksi di Indonesia, Gejalanya Batuk Pilek Demam, Tetap Terapkan Prokes
# Omicron XBB # virus corona # Covid-19
Videografer: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Penampakan Kapal MV Hondius Karantina di Tengah Laut usai Ada Wabah Hantavirus, 3 Orang Dievakuasi
Jumat, 8 Mei 2026
LIVE UPDATE
Kasus Terkonfirmasi di MV Hondius Bertambah, WHO Tegaskan Hantavirus Bukan Pandemi "Covid Baru"
Jumat, 8 Mei 2026
Live Update
Pedagang Mulai Putar Otak seusai Lapak Pakaian di Pasar Sentral Pekkabata Sepi Pembeli Pasca-Covid
Sabtu, 19 Juli 2025
Tribunnews Update
1 Kasus Covid-19 Ditemukan di Yogyakarta, Aktifkan Sistem Kewaspadaan Warga Diminta Pakai Masker
Kamis, 12 Juni 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.