Google Doodle Rayakan Ultah ke-97 Usmar Ismail, Bapak Film Nasional
TRIBUN-VIDEO.COM - Google menampilkan sebuah doodle klasik berwarna hitam putih.
Ada seorang pria berkaca mata yang berdiri di belakang kamera film lawas dan tiga perempuan sebagai latar belakangnya.
Rupanya, pria di belakang kamera itu adalah penggambaran Usmar Ismail, seorang maestro film Indonesia.
Usmar Ismail adalah seorang sastrawan dan sutradara film Indonesia.
Tepat hari ini, ia berusia 97 tahun.
Lahir di Bukittinggi pada 20 Maret 1921 dan meninggal di Jakarta 2 Januari 1971.
Usmar meninggal dunia karena stroke di usia 50 tahun.
Usmar Ismail disebut sebagai Bapak Film Nasional dan ia dianggap sebagai warga pribumi pelopor perfilman di Indonesia.
Dilansir historia.id, ia mendirikan Perfini (Pusat Film Nasional Indonesia) dan pada 30 Maret 1950 memulai shooting pertama filmnya, Darah dan Doa di Purwakarta.
Tanggal 30 Maret kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional.
Selama hidupnya, antara tahun 1950-1970, Usmar Ismail membuat 33 film layar lebar.
13 film drama, 9 film komedi, 7 film aksi, dan 4 musikal atau entertaintment.
Dilansir wikipedia, ia pernah sekolah di HIS, MULO-B, AMS-A II Yogyakarta.
Ia memperoleh B.A. di bidang sinematografi dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 1952.
Pada masa pendudukan Jepang dia tergabung dalam Pusat Kebudayaan.
Pada masa itu pula ia mendirikan dan menjadi ketua Sandiwara Penggemar "Maya" bersama El Hakim, Rosihan Anwar, Cornel Simanjuntak, Sudjojono, H.B. Jassin.
Baca: Indocement Jualan Semen Murah
Ia aktif sebagai pengurus lembaga yang berkaitan dengan teater dan film.
BMPN mendorong pemerintah melahirkan "Pola Pembinaan Perfilman Nasional" pada tahun 1967.
Ia dikenal sebagai pendiri Perusahaan Film Nasional Indonesia bersama Djamaluddin Malik dan para pengusaha film lainnya.
Lalu, ia menjadi ketuanya sejak 1954 sampai 1965.
Setelah sempat membantu Andjar Asmara menyutradarai Gadis Desa pada 1949, ia memulai debut penyutradaraan film lewat film Harta Karun.
Ia dikenal luas secara internasional setelah menyutradarai film berjudul Pedjuang pada tahun 1961, yang mendokumentasikan kemerdekaan Indonesia dari Belanda.
Film ini ditayangkan dalam Festival Film Internasional Moskwa ke-2, dan menjadi film karya anak negeri pertama yang diputar dalam festival film internasional.
Simak video di atas! (Tribun-video.com, Yulita Futty Hapsari)
TONTON JUGA:
Video Production: Yulita Futty Hapsari
Sumber: Sumber Lain
Sinopsis dan Jadwal Film
Sinopsis Film Horor Terbaru Perumahan Laddaland, Kisah Keluarga yang Diteror Misteri di Rumah Impian
13 jam lalu
Sinopsis dan Jadwal Film
Film Reza Arap Harusnya Horor: Misi Aneh Hantu "Wibu" Demi Anime Favorit, Tayang 20 Agustus 2026
13 jam lalu
Sinopsis dan Jadwal Film
Intip Sinopsis Film FOUFO Lewat Teaser Trailer Perdana SKAK Studios, Tayang Juli 2026!
1 hari lalu
Sinopsis dan Jadwal Film
Traler Film Whalefall: Kisah Penyelam yang Tertelan Paus Sperma
1 hari lalu
Sinopsis dan Jadwal Film
BOCORAN Sinopsis Film Disney Moana Live Action - Misi Moana dan Maui Menyelamatkan Jantung Te Fiti
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.