Senin, 15 Juni 2026

Google Doodle Rayakan Ultah ke-97 Usmar Ismail, Bapak Film Nasional

Selasa, 20 Maret 2018 09:54 WIB
Sumber Lain

TRIBUN-VIDEO.COM - Google menampilkan sebuah doodle klasik berwarna hitam putih.

Ada seorang pria berkaca mata yang berdiri di belakang kamera film lawas dan tiga perempuan sebagai latar belakangnya.

Rupanya, pria di belakang kamera itu adalah penggambaran Usmar Ismail, seorang maestro film Indonesia.

Usmar Ismail adalah seorang sastrawan dan sutradara film Indonesia.

Tepat hari ini, ia berusia 97 tahun.

Lahir di Bukittinggi pada 20 Maret 1921 dan meninggal di Jakarta 2 Januari 1971.

Usmar meninggal dunia karena stroke di usia 50 tahun.

Usmar Ismail disebut sebagai Bapak Film Nasional dan ia dianggap sebagai warga pribumi pelopor perfilman di Indonesia.

Dilansir historia.id, ia mendirikan Perfini (Pusat Film Nasional Indonesia) dan pada 30 Maret 1950 memulai shooting pertama filmnya, Darah dan Doa di Purwakarta.

Tanggal 30 Maret kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional.

Selama hidupnya, antara tahun 1950-1970, Usmar Ismail membuat 33 film layar lebar.

13 film drama, 9 film komedi, 7 film aksi, dan 4 musikal atau entertaintment.

Dilansir wikipedia, ia pernah sekolah di HIS, MULO-B, AMS-A II Yogyakarta.

Ia memperoleh B.A. di bidang sinematografi dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 1952.

Pada masa pendudukan Jepang dia tergabung dalam Pusat Kebudayaan.

Pada masa itu pula ia mendirikan dan menjadi ketua Sandiwara Penggemar "Maya" bersama El Hakim, Rosihan Anwar, Cornel Simanjuntak, Sudjojono, H.B. Jassin.

Baca: Indocement Jualan Semen Murah

Ia aktif sebagai pengurus lembaga yang berkaitan dengan teater dan film.

BMPN mendorong pemerintah melahirkan "Pola Pembinaan Perfilman Nasional" pada tahun 1967.

Ia dikenal sebagai pendiri Perusahaan Film Nasional Indonesia bersama Djamaluddin Malik dan para pengusaha film lainnya.
Lalu, ia menjadi ketuanya sejak 1954 sampai 1965.

Setelah sempat membantu Andjar Asmara menyutradarai Gadis Desa pada 1949, ia memulai debut penyutradaraan film lewat film Harta Karun.

Ia dikenal luas secara internasional setelah menyutradarai film berjudul Pedjuang pada tahun 1961, yang mendokumentasikan kemerdekaan Indonesia dari Belanda.

Film ini ditayangkan dalam Festival Film Internasional Moskwa ke-2, dan menjadi film karya anak negeri pertama yang diputar dalam festival film internasional.

Simak video di atas! (Tribun-video.com, Yulita Futty Hapsari)

TONTON JUGA:

Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Yulita Futty Hapsari
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #Usmar Ismail   #film   #Google Doodle

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved