Selasa, 28 April 2026

Terkini Daerah

Bupati Teluk Bintuni Diperiksa terkait Aksi KKB yang Tewaskan 4 Pekerja, Komnas HAM Ungkap Keanehan

Jumat, 7 Oktober 2022 15:19 WIB
Tribun Papua

TRIBUN-VIDEO.COM – Komnas HAM Papua dan Papua Barat bekerja cepat guna mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap empat pekerja Jalan Trans Papua Barat di Teluk Bintuni beberapa waktu lalu.

Diketahui, pelaku pembunuhan terhadap empat pekerja tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tersebut.

Sebanyak 12 orang KKB telah diidentifikasi oleh Polda Papua Barat, dan telah dirilis sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Berikut ini nama-nama DPO yang melakukan aksi pembantaian di Teluk Bintuni yakni, Martinus Aisnak, Frangky Muuk, Tom Aimau, Manfret Fatem, Manuel Aimau.

Baca: Respons Aksi KKB Serang Pekerja Jalan Trans Bintuni-Maybrat, LMA Pabar: Itu Bukan Budaya Orang Papua

Selanjutnya, Sutiawan Orocomna, Barnabas Muuk, Matias Aisasior, Marthen Aikingging, Willy Sakof, dan Thomas Muuk.

Sementara, seorang DPO yang masih dibawah umur lainnya hingga kini belum diketahui identitasnya.

Kali ini, Komnas HAM pun memeriksa Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw. Dalam pemeriksaan tersebut, Komnas HAM menemukan beberapa hal yang aneh.

"Kami sudah periksa namun kok sekelas Bupati dia tidak tahu ada proyek di wilayah itu," kata Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramandey, Kamis (6/10/2022).

Baca: 11 Anggota KKB yang Serang Pekerja Jalan Teridentifikasi, Ada yang Masuk Jadi DPO Kisor Maybrat

Frits mengaku, selama ini pihaknya tidak mengetahui keberadaan kelompok sipil bersenjata di Bintuni.

"Sayangnya proyek besar sedangkan dilaksanakan di situ kok sampai mereka dibantai bupati tidak tahu," tuturnya.

Menurutnya, ketidaktahuan Bupati Bintuni merupakan sebuah ironi. "Kami minta agar bupati harus segera melakukan evaluasi standar teknis terkait pekerjaan di sana," jelas Frits.

Harusnya, ada koordinasi yang dilakukan secara intensif oleh Dinas PU baik di kabupaten dan provinsi.

Ia berujar, pihaknya mengajukan pertanyaan yang harus diklarifikasi kepada Bupati Bintuni.

Hanya saja, bupati justru tidak mengetahui pekerjaan jalan, jumlah anggaran, hingga perusahaan yang ikut tender pun tak diketahui.

Menurutnya, semua ini akan jadi catatan dan nantinya dirangkum untuk selanjutnya dibuat langkah lebih lanjut. (*)

# Teluk Bintuni # Bupati # Petrus Kasihiw # KKB # pekerja

Baca berita lainnya terkait KKB

Sumber: Tribun Papua

Tags
   #Teluk Bintuni   #Bupati   #Petrus Kasihiw   #KKB   #pekerja

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved