Jumat, 17 April 2026

Terkini Daerah

Respons Aksi KKB Serang Pekerja Jalan Trans Bintuni-Maybrat, LMA Pabar: Itu Bukan Budaya Orang Papua

Kamis, 6 Oktober 2022 18:06 WIB
Tribun papuabarat

TRIBUN-VIDEO.COM - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat mengecam penyerangan dan pembunuhan terhadap empat pekerja jalan trans Bintuni-maybrat oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Ketua harian LMA Papua Barat, Frengky Umpain, mengatakan perbuatan keji yang menewaskan empat warga sipil itu bukan budaya orang Papua.

Menurutnya, LMA Papua Barat sangat menyesalkan tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan oleh KKB tersebut.

Baca: 11 Anggota KKB yang Serang Pekerja Jalan Teridentifikasi, Ada yang Masuk Jadi DPO Kisor Maybrat

"Sebagai orang Papua saya mau katakan perbuatan keji oknum-oknum itu bukan budaya kami orang Papua," kata Frengky Umpain kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (6/10/2022).

Sebagai generasi muda, ucapnya, LMA Papua Barat menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban tindakan kriminal yang dilakukan oleh KKB.

"Kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada saudara-saudara kita yang jadi korban kekejaman KKB," kata Frengky Umpaian.

Frengky Umpain mengatakan, mencintai Papua dan rasa cinta terhadap orang Papua tentu tidak semestinya, harus mengorbankan nyawa orang lain.

Baca: Warga Pinrang Jadi Korban Serangan KKB, Sudah 10 Tahun Merantau di Papua Barat

Menurutnya, kemerdekaan yang sesungguhnya orang Papua harus diperoleh tanpa cara-cara yang mencucurkan air mata.

"Sesungguhnya yang hakiki kemerdekaan itu adalah kebebasan diri kita sendiri untuk mendapatkan seluas-luasnya kehidupan yang layak," ujar Frengky Umpain.

Kebebasan diri sendiri, ucapnya, menjadi hak asasi yang perlu diperjuangkan, yakni di bidang pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari.

"Sebagai generasi Papua kita ingin rebut Indonesia bukan harus keluar dari NKRI," ujar Frengky Umpain.

Kami ingin rebut Indonesia dengan kemampuan, intelegensi, kapabilitas sehingga orang Papua mampu berada di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan menunjukkan bahwa hitam kulit, keriting rambut, bisa memimpin negara ini menjadi pejabat di republik ini. Itulah hak yang hakiki, bukan rebut Indonesia harus keluar dari Indonesia," kata Frengky Umpain.

Artikel ini telah tayang di Tribunpapuabarat.com dengan judul KKB Serang Pekerja Jalan Trans Bintuni-Maybrat, LMA Papua Barat: Itu Bukan Budaya Orang Papua

# KKB # masyarakat adat # Bintuni-Maybrat # pembunuhan

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Tribun papuabarat

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved