G30S/PKI

Tampang Bengis 4 Eksekutor G30S/PKI di Penjara, Penembak Ade Irma Suryani hingga Jendral Ahmad Yani

Selasa, 27 September 2022 07:47 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sersan Mayor Boengkoes,
Sersan Dua Gijadi Wignjosuhardjo, Prajurit Satu Athanasius Buang, Kopral Hargiono merupakan anggota pasukan Cakrabirawa yang ditangkap karena terlibat peristiwa G30S/PKI.

Dalam video dokumenter NBC tahun 1967, ditampilkan wajah keempat prajurit tersebut, pasalnya mereka menjadi eksekutor dalam peristiwa G30S/PKI.

Prajurit Satu (Pratu) Athanasius Buang adalah sosok eksekutor yang menembak Mayor Jenderal Suwondo Parman.

Setelah ditangkap dan ditahan, Athanasius Buang divonis hukuman mati karena terbukti telibat dalam peristiwa G30S/PKI.

Namun Athanasius Buang meninggal secara misterius pada September 1989, jenazahnya kala itu berhasil ditemukan pihak keluarga namun tak diketahui penyebab kematiannya.

Sama seperti Athanasius Buang, Sersan Dua Gijadi Wignjosuhardjo juga terbukti bersalah terlibat aksi G30S/PKI.

Serda Gijadi merupakan eksekutor yang menembak Letnan Jenderal Ahmad Yani, ia ditangkap tiga hari setelah G30S/PKI, tepatnya pada 4 Oktober 1965.

Gijadi menjalani masa kurungan cukup lama karena harus bersaksi dalam sejumlah sidang, termasuk dalam perkara Letkol Untung.

Sama seperti eksekutor lainya, Gajadi dijatuhi hukuman mati pada 16 April 1968 oleh mahkamah militer distrik Jakarta.

Sersan Mayor Boengkoes, ia merupakan salah seorang komandan pasukan pengawal Presiden Sukarno, Cakrabirawa yang mendapat tugas menculik Mayor Jenderal MT Haryono.

Sebagai Komandan Peleton Kompi C Batalyon Kawal Kehormatan Cakrabirawa yang berada di bawah Letkol. Untung, dia mengaku bahwa dia hanya menjalankan perintah atasannya yaitu Lettu. Doel Arief.

Dalam pengakuannya, Boengkoes mengaku menembak MT Haryono secara tidak sengaja karena kala itu dalam kondisi gelap.

Secara reflek Boengkoes menembak bayangan putih yang membuat geger pasukannya, tak disangka ternyata dia adalah MT Haryono.

Ditangkap dan diadili, Boengkoes telah dibebaskan dari LP Cipinang pada tanggal 25 Maret 1999.

Kopral Hargiono merupakan sosok yang menembak Ade Irma Suryani, putri Jenderal AH Nasution.

Pada malam berdarah 1 Oktober 1965 dini hari, Kopral Hargiono merupakan orang yang mendobrak pintu kamar Nasution.

Ketika berusaha membobol pintu kamar, Hargiono melesatkan sejumlah tembakan karena mendapatkan perlawanan dari Nasution yang berusaha mengunci pintu.

Nahas, Ade Irma rupanya secara tak sengaja terkena terjangan hujan peluru dari moncong senjata yang digenggam oleh Kopral Hargiono.

Korpal Hargiono kemudian ditangkap usai G30S/PKI, ia mengakui perbuatannya dan dibuang ke Nusa Kambangan.(*)

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribunnews.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved