Terkini Daerah

Dokter Pribadi Ungkap Kesehatan Lukas Enembe Semakin Menurun, Miliki Riwayat Stroke Sejak 2015

Sabtu, 24 September 2022 08:42 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dokter Pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe, dr Anton Mote mengungkapkan kondisi pasiennya yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Anton menerangkan Lukas ternyata mengalami penyakit stroke sejak 2015 lampau.

"Ya salah satunya adalah stroke, tidak bisa bicara. Sudah dari 2015," kata Anton kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Baca: Sebut Gubernur Lukas Enembe Korupsi Dana PON XX Papua, Ketua PB PON Sebut Mahfud MD Menyesatkan

Anton melanjutkan kondisi Lukas Enembe semakin hari semakin memburuk bahkan, Lukas tak bisa berbicara.

"Beliau itu sudah sakit lama, makin buruk situasinya sekarang ini," ungkapnya.

Dalam perawatannya, lanjut Anton, Lukas sering berobat ke luar negeri yakni ke Singapura.

"Beliau ke Singapura bukan baru sudah selalu beliau terus ke sana, jadi bukan baru. Jadi kalau beliau mau ke sana bukan karena lari dari persoalan, nggak. Berobat murni," ucapnya.

Anton meneruskan, kondisi pasiennya terus menurun apalagi karena tekanan dari kasus dugaan korupsi.

"Kita dengar hoax yang berlebihan di Indonesia ini gila banget. Hoax sana sini.

Pressure yang tekanan yang sebenarnya belum merasa bahwa saya tidak melakukan ini. Tekanan psikisnya cukup tinggi, stres makin tinggi semakin menjadi-jadi," sambungnya.

Baca: Dicekal ke Luar Negeri tapi Lukas Enembe Minta Diizinkan ke Singapura karena Didiagnosa Sakit Ginjal

Sebelumnya, KPK membenarkan telah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi. Dia menjadi tersangka berdasarkan aduan dari masyarakat.

Lembaga antikorupsi menegaskan penetapan tersangka ini adalah murni sebagai penegakan hukum.

KPK telah mengantongi bukti cukup untuk menjerat Politikus Partai Demokrat itu sebagai tersangka.

Selain itu, KPK juga telah mencegah Lukas bepergian ke luar negeri melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham atas permintaan KPK.

Ia dicegah ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait.

Pemblokiran dilakukan karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan hingga miliaran rupiah.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dokter Pribadi Ungkap Kesehatan Lukas Enembe, Alami Stroke Sejak 2015

# Dokter Pribadi # Lukas Enembe # kesehatan # stroke

Editor: Danang Risdinato
Video Production: Nunki Armada Laksana
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Dokter Pribadi   #Lukas Enembe   #kesehatan   #stroke
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved