Selasa, 14 April 2026

Tribun Wow Update

Buntut Respons soal Effendi Simbolon, Koalisi Masyarakat Sipil Kritik KSAD Dudung Tak Profesional

Jumat, 16 September 2022 18:14 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor keamanan, mengkritisi pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.

Hal ini terjadi setelah Jenderal Dudung meminta agar jajarannya merespons pernyataan Effendi Simbolon, yang menyebut TNI seperti gerombolan.

Anggota Koalisi dari Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Julius Ibrani menyebut, tindakan Dudung tidak profesional dan merupakan cerminan tentara yang berpolitik.

Dikutip dari Kompas.com, Anggota Koalisi PBHI Julius Ibrani menyatakan dalam keterangan persnya pada Kamis (15/9), bahwa tindakan Dudung tidak profesional dalam menjalankan tugas pertahan negara.

"Sikap tersebut adalah cermin dari tentara berpolitik dan tidak menghormati supremasi sipil, bukan tentara profesional," ujarnya.

Baca: KSAD Dudung Ditegur Panglima TNI Jenderal Andika, Diminta Tak Bikin Gaduh dan Redam Emosi Prajurit

Julius menuturkan bahwa seharusnya Jenderal Dudung paham posisi institusi TNI di dalam negara demokrasi.

Militer sebagai alat pertahanan negara, tidak seharusnya melakukan kritik secara terbuka di luar sarana.

Serta harus tunduk atas kebijakan dan pengawasan otoritas sipil, seperti presiden dan DPR.

"Sebagai alat (pertahanan negara), maka tidak dimungkinkan pimpinan militer melakukan protes atau kritik secara terbuka di luar sarana atau forum formil kepada pemimpin sipil. Militer harus tunduk atas kebijakan dan pengawasan yang dilakukan oleh otoritas sipil," ucap Julius Ibrani.

Jenderal Dudung juga diminta agar mengambil sikap suara DPR, sebagai suara rakyat yang harus dipatuhi.

Baca: TNI AD Terima Permintaan Maaf Effendi Simbolon, KSAD Dudung Kami Jajaran TNI AD Tentunya Memaafkan

Karena secara harfiah, pernyataan anggota Dewan adalah perwakilan suara rakyat.

"Oleh karena itu, protes maupun intimidasi atas kerja-kerja yang dilakukan oleh DPR sama saja artinya pimpinan TNI AD tidak menghargai mandat rakyat yang telah dititipkan kepada anggota DPR terpilih," kata Julius.

Sebelumnya pada Rabu (14/9), terdapat sebuah video dimana KSAD Jenderal Dudung mengajak agar jajarannya turut merespons pernyataan anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon.

"Jangan kita diam saja. Dia ini siapa? Enggak berpengaruh, enggak berpengaruh! Harga diri, kehormatan kita kok diinjak-injak sama dia," ucap Dudung.

Ia juga meminta agar para perwira TNI dari semua jabatan untuk tidak takut jika akan dicopot, maka Jenderal Dudung yang akan bertanggung jawab.

"Enggak usah ada yang takut ya. Enggak usah takut kalian dicopot segala macam, saya tanggung jawab," ucap Dudung.

Sehari setelah video itu dirilis, Dudung menyatakan seluruh prajurit TNI AD sekarang sudah kondusif.

“Masalah anggota di lapangan sekarang sudah kondusif,” tutur Dudung dalam konferensi pers di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Kamis (15/9/2022).

(Tribun-Video.com/kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Koalisi Masyarakat Sipil: Sikap KSAD Dudung Cermin Tentara Berpolitik, Tidak Profesional"

# Tribun Wow Update # Effendi Simbolon # DPR RI # KSAD # Jenderal Dudung Abdurachman

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved