Kesehatan Gizi
Banyak Bicara Vs Diam, Tolok Ukur Seseorang Dianggap Menarik
TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah penelitian mengatakan bahwa seseorang yang lebih banyak bicara, cenderung lebih disukai orang lain dalam percakapan dibandingkan mereka yang lebih pendiam.
Hal ini sekaligus menjawab asumsi orang bahwa mereka harus sedikit bicara agar menghindari perselisihan.
Menjadikan tolak ukur menariknya seseorang melalui diam atau banyak bicara merupakan suatu hal yang kurang tepat.
Dikutip dari instagram @voaindonesia, beberapa asumsi orang lebih memilih diam atau sedikit bicara namun banyak bukti, daripada seseorang banyak bicara tapi hanya omong kosong.
Salah satu peneliti lulusan dari University of Virginia dan Harvard University mengatakan bahwa seseorang lebih menyukai orang yang banyak bicara, dari pada sedikit bicara untuk menghindari perselisihan.
Dalam kurun waktu 12 menit, para peniliti menyarankan seseorang untuk berbicara 30%, 40%, 50%, 60% dan 70% dengan percakapan empat mata bersama orang baru.
Dalam penelitian tersebut, seseorang yang mampu mengambil alih pembicaraan hingga 90%, tidak sesuai dengan apa yang menjadi target mereka.
Baca: Kenali Gejala Psikologis Gangguan Depresi yang Perlu Diwaspadai: Tidak Miliki Motivasi & Sulit Tidur
Temuan study ini, hanya diberlakukan bagi seseorang yang banyak bicara sebanyak 70% dalam waktu percakapan.
Terlalu banyak mengambil posisi bicara atau mendominasi percakapan memang mempunyai kesan tidak baik dan cenderung membuat lawan bicara tidak nyaman.
Bahkan memilih diam juga tidak menjadi pilihan yang tepat saat berinteraksi dengan seseorang.
Untuk menyikapi hal seperti ini, diam dan banyak berbicara ialah suatu hal yang perlu dikontrol.
Seseorang harus mampu memposisikan diri dimana dan kapan seseorang harus berbicara sesuai porsi.
Dalam berkomunikasi juga perlu memahami siapa lawan bicaranya, apakah orang tersebut seumuran, lebih muda atau bahkan lebih tua.
Baca: Awas Sakit Kepala Mendadak Bisa Jadi Gejala Stroke Pendarahan Otak, Begini Tanda-tandanya
Pemilihan bahasa yang lebih santai namun tetap menghargai posisi teman seumuran dan seseorang yang lebih muda, serta harus bisa memilih bahasa yang santun dan formal kepada seseorang yang lebih tua.
Hal itu bertujuan agar dipandang baik, dapat menghargai dan menghormati orang lain.
Dari kesimpulan penelitian ini, membuktikan bahwa tolak ukur menarik dalam seseorang ialah yang enak saat diajak mengobrol dan merespon percakapan serta menjadi pendengar yang baik untuk lawan bicara.
(Tribun-video.com/Adila Risna)
Host: Adilla Risna
VP: Ika Vidya Lestari
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
OTT Bupati Pati Sudewo di Kudus Jadi Sorotan, Berikut Fakta soal Protes Warga Menurut Jubir KPK
7 hari lalu
Tribunnews Update
Pernyataan Jubir KPK Budi Prasetyo terkait OTT Bupati Pati Sudewo di Gedung Merah Putih
7 hari lalu
Tribunnews Update
Peneliti Senior BRIN Blak-blakan: Gibran Tak Mumpuni, Buat Prabowo Kewalahan Atasi Persoalan NKRI
Jumat, 2 Januari 2026
Tribunnews Update
Rismon Sianipar Cs Protes Keras ke Ketua Tim Reformasi Polri: Pak Jimly, Peneliti Jangan Dibungkam
Jumat, 21 November 2025
Mancanegara
Prabowo Kirim 20 Ribu Prajurit ke Gaza, Kini Hamas Tolak Masuknya Pasukan Stabilisasi Internasional
Selasa, 18 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.