travel
Makanan Warisan Kesultanan Palembang Darussalam, Gulo Puan Kuliner Tradisional Khas Palembang
TRIBUN-VIDEO.COM - Gulo puan adalah kuliner manis yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam bahasa daerah Sumatra Selatan, kata gulo memiliki arti 'gula', sedangkan puan berarti 'susu'.
Dahulu hidangan ini merupakan makanan para bangsawan dan warisan raja-raja Kesultanan Palembang Darrussalam.
Seiring dengan berjalannya waktu, gulo puan menjadi ciri khas dari masyarakat Palembang.
Bahan utama gulo puan adalah susu segar kerbau khas daerah Pampangan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Daerah tersebut memiliki jarak sekitar 85 km jika ditempuh dari Kota Palembang.
Hidangan ini memiliki tekstur lembut, berpasir, berwarna kecokelatan dan bercitarasa manis gurih.
Baca: Keseruan Ratusan Mama-Mama Papua Antrusias Ikuti Pelatihan Pelatihan Kuliner dari Korem 172 PWY
Baca: Tempat Wisata Kuliner di Karanganyar Sediakan Menu Unik, Ada Sate dan Tongseng Bekicot
Kini keberadaan gulo puan terbilang langka karena populasi kerbau Rawa Pampangan yang hampir langka.
Hal ini disebabkan oleh kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2014 -2015 yang mengakibatkan lahan gembala untuk kerbau menjadi makin berkurang. (1)
Bahan-Bahan
- 5 lt susu kerbau rawa
- 1 kg gula merah (2)
Cara Membuat
1. Masak dengan api kecil 5 liter susu kerbau rawa dan 1 kilogram gula merah.
2. Campuran bahan yang telah dimasukkan tersebut terus diaduk hingga lima jam.
3. Masak terus hingga susu mengental, mengering, dan adonan berwarna kecoklatan.
4. Gulo puan siap untuk dicetak sesuai dengan selera. (2)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/YUSTICA)
Artikel ini tayang dengan judul Gulo Puan pada TribunnewsWiki.com, https://www.tribunnewswiki.com/2022/09/07/gulo-puan
# kuliner # Palembang # bangsawan # Sumatera Selatan
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: TribunnewsWiki
Live Tribunnews Update
Kronologi Pria di Palembang Diusir & Nyaris Dibunuh Tetangga yang Sudah Numpang Dirumahnya 2 Tahun
1 hari lalu
LIVE UPDATE
Niat Hati Bayar Pajak, Motor Apriyanti Malah Hilang, UPTB Samsat IV Palembang Janji Cari Solusi
2 hari lalu
Local Experience
Pangeran Diponegoro Menolak Hidup Mewah Keraton dan Memilih Tegalrejo karena Kecewa pada Belanda
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.