Jumat, 17 April 2026

LIVE UPDATE

Irjen Ferdy Sambo Ikut Menembak Brigadir J saat Tersungkur, Lepas Tembakan ke Kepala dari Belakang

Kamis, 1 September 2022 19:19 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Irjen Ferdy Sambo ternyata ikut menembak Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinasnya di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada (8/7/2022) lalu.

Fakta ini terungkap dalam video animasi detik-detik penembakan yang dirilis oleh Polri.

Dalam video itu Sambo digambarkan menembak bagian belakang kepala Brigadir Yosua yang sudah tertelungkup bersimbah darah di lantai samping tangga dekat gudang.

Sambo 'menghabisi' Brigadir J setelah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E lebih dulu menembak bintara Polri sebanyak tiga kali atas perintah Sambo.

Akibat tembakan Bharada E yang mengenai bagian dada, tangan hingga wajah itu, Brigadir J akhirnya terkapar bersimbah darah.

Baca: Komnas HAM Temukan Perintah Cuci Baju untuk Hilangkan GSR Pasca-kasus Pembunuhan Brigadir J

"17.12.00 WIB: FS (Ferdy Sambo) menembak ke arah Y," tulis narasi dalam video animasi tersebut seperti dikutip, Rabu (30/8).

LPSK menjadi pengawas eksternal yang dihadirkan Polri dalam rekonstruksi ini bersama Komnas HAM dan Kompolnas.

Komisioner LPSK Edwin Partogi mengatakan, menurut versi Bharada E, Ferdy Sambo juga ikut menembak Brigadir J.

"Iya (Ferdy Sambo ikut menembak). Iya, versinya Bharada E," kata komisioner LPSK Edwin Partogi saat dikonfirmasi awak media, Rabu (31/8).

Edwin menyatakan dalam keterangan Bharada E, Sambo melakukan penembakan setelah Brigadir J tersungkur.

Adapun arah tembakan yang dilesakkan oleh Sambo mengarah ke bagian belakang tubuh Brigadir J.

Di mana saat itu Brigadir J sudah terjatuh, kemudian Sambo melepaskan tembakan dari belakang.

"Ketika Brigadir J sudah terjatuh ditembaklah sama Sambo. Iya dari belakang," ucap dia.

Di sisi lain, berdasarkan keterangan dari tersangka Ferdy Sambo dalam rekonstruksi itu, yang bersangkutan menyatakan tidak melakukan penembakan.

Dalam keterangannya, Sambo hanya menembak ke bagian dinding yang berada di atas tangga.

"Ya kalau dari keterangan dia (Ferdy Sambo), dia tidak menembak. Iya (hanya menembak dinding, red)," tukas Edwin.

Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ketika rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI pada Rabu (24/8) lalu menyampaikan kronologi versi lain.

Baca: Beri Tanggapan Adanya Perbedaan saat Rekonstruksi, Jadi Keuntungan untuk Keluarga Brigadir J

Sigit mengatakan berdasarkan keterangan Bharada E, Brigadir Yosua telah terkapar bersimbah darah lebih dulu.

Kemudian Sambo yang memegang senjata lalu menyerahkannya ke Bharada E.

"Saat itu Richard menyampaikan bahwa melihat almarhum Yosua terkapar bersimbah darah, FS berdiri di depan, memegang senjata, dan diserahkan ke Richard. Timsus lapor ke saya dan diminta laporkan Richard langsung," kata Sigit.

Terkait kronologi mana yang benar, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, video animasi yang dirilis pihaknya merupakan gambaran terkini kronologi kasus penembakan tersebut.

"(Kronologi) yang benar di animasi," kata Agus menjawab wartawan lewat pesan tertulis, Rabu (31/8).

Agus mengatakan, tidak ada yang salah dengan keterangan Kapolri di RDP dengan Komisi III.

Yang disampaikan juga bagian dari keterangan Richard yang juga sudah dituangkan dalam BAP.

"Keterangan awal E begitu. Yang bersangkutan menuangkannya di kesaksian," ujar Agus.

"Dua kali yang bersangkutan menuangkan pengakuan tertulis, yang kedua itu yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan yang bersangkutan," sambung dia.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Irjen Ferdy Sambo 'Habisi' Brigadir J Tembak Kepala dari Belakang

# Irjen Ferdy Sambo  # Bharada E # Brigadir J

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Sigit Setiawan
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved