Kamis, 23 April 2026

Terkini Nasional

Mahfud MD Jelaskan ke DPR soal Skenario Kasus Brigadir J hingga Dinilai Ada Kejanggalan

Senin, 22 Agustus 2022 16:22 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Kompolnas sekaligus Menkopolhukam Mahfud MD menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo, Senin (22/8/2022).

Diketahui, Komisi III DPR RI bersama Komnas HAM, Kompolnas, dan LPSK menggelar RDP di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin ini.

Awalnya, Mahfud MD menjelaskan terkait skenario pembunuhan Brigadir J.

Menurutnya, Kompolnas mempunyai dua sikap terhadap kasus ini yang berubah dari skenario pertama dan kedua.

Baca: Kapolda Metro Didesak Diperiksa karena Peluk Ferdy Sambo, Mahfud MD Duga Irjen Fadil Juga Kena Prank

"Ketika peristiwa diumumkan tanggal 11 Juli 2022, Kompolnas langsung bergerak, saya sedang berada di Mekkah, langsung bergerak ke TKP dan Pak Benny Mamoto mendapat penjelasan bahwa ini terjadi tembak-menembak dan ada korban," katanya.

Selanjutnya, Mahfud MD berpendapat, bahwa penjelasan Polri soal skenario kasus tersebut dinilai tidak masuk akal.

"Saya melayani wawancara di tayangan televisi, tampaknya itu tidak masuk akal yang diumumkan oleh Polri antara penjelasan dari fakta ke fakta itu kaitan sebab akibatnya tidak jelas."

"Ini kalau menurut hukum pidana harus ada sebab-akibat. Ini sangat meragukan," ungkap Mahfud MD, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube TVR Parlemen, Senin siang.

"Tapi dari TKP, Pak Benny Mamoto dan kawan-kawan tetap berpegang kepada skenario itu. Lalu, saya panggil semua anggota Kompolnas melalui video conference, apa yang sebenarnya terjadi," lanjutnya.

Mahfud MD pun melihat isu-isu di luar berbeda dengan apa yang dijelaskan oleh Polri.

Sehingga, Kompolnas dan Komnas HAM dinilai tidak sensitif terhadap isu di luar, sudah disetir terkait skenario pembunuhan Brigadir J.

Mahfud MD mengatakan, Ferdy Sambo sempat memanggil para petinggi Kompolnas dan Komnas HAM ketika berita meninggalnya Brigadir J dirilis.

Baca: Mahfud Tolak Ungkap Sosok Jenderal Bintang 3 Polisi yang Mau Mundur Jika Sambo Tak Jadi Tersangka

"Katanya sudah ada yang dipanggil dan diarahkan, lalu Bu Poengky Indarto menjawab "saya yang dipanggil Pak Ferdy Sambo"," ucapnya.

Mahfud MD mendapatkan informasi dari Poengky, Ferdy Sambo menangis kepadanya.

"Kata Bu Poengky, 'itu saya dipanggil oleh Pak Ferdy Sambo,' terus? 'ya dia nangis aja bilang ke saya, Mbak Poengky saya ini dizolimi, istri saya dilecehkan, kalau saya ada di sana saya tembak sendiri', kata mbak Poengky," kata Mahfud berdasarkan pengakuan Poengky.

Selanjutnya, Mahfud kembali menanyakan apakah ada yang turut dipanggil oleh Ferdy Sambo.

Komisioner Komnas HAM Bidang Penyelidikan dan Pemantauan, M Choirul Anam, disebut juga turut hadir saat dipanggil Ferdy Sambo.

Saat ditanya Mahfud MD, Anam menegaskan, Komnas HAM tidak terpengaruh terhadap cerita yang disampaikan Ferdy Sambo, dilansir Kompas.com.

"Pak saya betul-betul bertemu dengan Pak Sambo tapi saya tidak berpengaruh sama sekali, saya tetap profesional'," tutur Mahfud mengulang percakapannya dengan Anam.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS/Reza Deni, Kompas.com/Singgih Wiryono)

# Mahfud MD # DPR # skenario # Brigadir J # Irjen Ferdy Sambo # Polri

Baca berita lainnya terkait Brigadir J

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahfud MD Jelaskan ke DPR soal Skenario Kasus Brigadir J hingga Motif Hanya Didengar Orang Dewasa

Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Mahfud MD   #DPR   #skenario   #Brigadir J   #Irjen Ferdy Sambo   #Polri

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved