Kamis, 9 April 2026

Polisi Tembak Polisi

Sambo Bongkar Pernyataan sebelum Bharada E Eksekusi Brigadir J, Bertanya Siapa yang Berani Tembak

Selasa, 16 Agustus 2022 17:28 WIB
Warta Kota

TRIBUN-VIDEO.COM - Irjen Ferdy Sambo kini membongkar kata-katanya sebelum Bharada E eksekusi Brigadir J di rumah dinas.

Ferdy Sambo mengaku bertanya siapa anak buahnya yang punya nyali untuk menembak. Namun hanya Bharada E yang bersedia.

Pengakuan Ferdy Sambo suami Putri Candrawathi tersebut disampaikan ke Timsus Bareskrim Polri.

Saat merencanakan pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo bertanya kepada Brigadir Ricky Rizal alias Brigadir RR dan Bharada E.

Ferdy Sambo bertanya siapa di antara Bripka RR dan Bharada E yang punya nyali untuk menembak mati Brigadir J.

Ternyata Bripka RR mengaku tidak berani, sedang Bharada E mengangguk.

Akhirnya Bharada E diperintahkan menembak Brigadir J yang saat itu dalam keadaan berlutut dan tak berdaya di depan Irjen Ferdy Sambo.

"Jadi kejadian di Magelang sesuai pemeriksaan yang disampaikan Dirtipidum, telah terjadi peristiwa yang membuat tersangka FS itu sangat marah. Karena telah melukai dan mencederai harkat martabat keluarga.

Baca: Putri Candrawathi Sempat WA ke Adik Bigadir J saat di Magelang, Puji Brigadir J yang Dinilai Rajin

Ini dari hasil pemeriksaan Ibu PC, yang disampaikan tersangka FS (Ferdy Sambo," jelas Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo dalam tayangan di akun YouTube TV One yang dilihat Wartakotalive.com, Senin (15/8/20220.

Menurut Dedi, dari pengakuan Ferdy Sambo ia marah dan emosi setelah mendengar dari laporan istrinya Putri Candrawathi atau PC.

Oleh karenanya, pada saat itu juga diminta untuk segera kembali dari Magelang.

Sebab Ferdy Sambo sudah lebih dulu kembali ke Jakarta dari Magelang.

Mereka kemudian tiba di rumah pribadi di Jalan Saguling, dan ada berbagai kegiatan dilakukan di sana diantaranya tes PCR.

"Usai dari Saguling, Bharada E, Brigadir RR, dan KM serta korban Brigadir J menuju ke TKP Duren 3.

Dari hasil pemeriksaan, karena tersangka FS ini sudah sangat marah sekali dan tak bisa mengendalikan emosinya.

FS bertanya kepada RR dan Bharada E, mempertanyakan siapa yang punya mental menembak," kata dia.

Baca: Ada Indikasi Obstruction of Justice oleh Ferdy Sambo dalam Kasus Brigadir J, Apa Artinya?

"Karena yang punya mental menembak adalah Bharada E, pada saat itu juga diperintahkan Bharada E menembak Brigadir J di lokasi Duren 3," kata Dedi.

Motif dari peristiwa ini, kata Dedi Prasetyo, Ferdy Sambo mengatakan sangat marah sekali karena Brigadir J sudah melukai harkat martabat keluarga FS.

"Ini yang membuat marah sekali, sehingga melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J," kata Dedi.

Terkait apakah ada pertanyaan dari Brigadir R dan Bharada E ke Ferdy Sambo, kenapa harus menembak Brigadir J, menurut Dedi, Ferdy Sambo hanya menjelaskan bahwa Brigadir J sudah melukai harkat dan martabat keluarganya.

"Jadi sebelum melakukan penembakan tersebut, mereka berdua Brigadir RR dan Bharada E tu ditanya FS.

Tapi sebelumnya sudah diceritakan bahwasanya di Magelang terjadi peristiwa melukai harkat martabat keluarga FS," tuturnya.

"FS bertanya sama mereka berdua soal apakah punya mental untuk menembak Brigadir J. Brigadir RR tak punya nyali, Lalu dipanggil Bharada E.

Sama Bharada E, FS ceritakan soal peristiwa di Magelang yang telah melukai harkat martabak keluarganya.

Kemudian FS bertanya kepada Bharada E apakah punya nyali untuk tembak Brigadir J, Bharada E hanya mengangguk-angguk dan langsung diminta menembak Brigadir J. Ini hasil pemeriksaan dari penyidik pada malam hari ini lalu," papar Dedi.

Menurutnya keterangan Ferdy Sambo ini akan dikroscek dengan keterangan beberapa saksi lain dan alat bukti yang ditemukan di TKP.

Dari pemeriksaan kata Dedi juga ditemukan sementara hanya Bharada E yang menembak Brigadir J, dan tak ada yang lainnya.

"Jadi yang di TKP dari hasil pemeriksaan dan keterangan tambahan untuk tersangka Bharada E, Brigadir RR, kemudian tersangka KM, semua menjelaskan bahwa yang menembak adalah hanya Bharada E karena diperintah FS. Sementara untuk RR, dan KM itu adalah turut membantu dan menyaksikan penembakan tersebut. Ini akan didalami terus oleh penyidik, kebenarannta," tutur Dedi.

Pada Senin (15/8/2022) hari ini kata Dedi, penyifik Timsus juga menuju Magelang untuk mengetahui dan memeriksa peristiwa di sana yang disebut adalah pemicu kemarahan Irjen Ferdy Sambo hingga berencana membunuh Brigadir J.(*)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Ferdy Sambo: Kamu Punya Mental Menembak Mati? Brigadir RR Bilang Tidak, Bharada E Mengangguk

# Polisi tembak polisi # Brigadir J # Bharada E # Irjen Ferdy Sambo # Putri Candrawathi # LPSK

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: Muhammad Askarullah
Sumber: Warta Kota

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved