HUT ke-77 RI
HUT ke-77 RI: Sejarah Bendera Pusaka Merah Putih, Pernah Disobek Menjadi 2, Ini Sebabnya
TRIBUN-VIDEO.COM - Pada tanggal 4 Januari 1946, Presiden, Wakil Presiden, dan para Menteri pindah ke Yogyakarta karena keamanan para pemimpin Republik Indonesia tidak terjamin di Jakarta.
Bersamaan dengan perpindahan tersebut, Bendera Pusaka turut dibawa dan dikibarkan di Gedung Agung.
Ketika Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada tanggal 19 Desember 1948, bendera pusaka sempat diselamatkan oleh Presiden Soekarno dan dipercayakan kepada ajudan Presiden yang bernama Husein Mutahar untuk menyelamatkan bendera itu.
Baca: Helikopter TNI AU akan Ikut Meriahkan HUT ke-77 RI, Bawa Bendera Merah Putih Seberat 1,3 Ton
Husein Mutahar mengungsi dengan membawa bendera tersebut dan untuk alasan keamanan dari penyitaan Belanda.
Ia melepaskan benang jahitan bendera sehingga bagian merah dan putihnya terpisah, kemudian membawanya dalam dua tas terpisah.
Kemudian pada pertengahan Juni 1949, ketika berada dalam pengasingan di Bangka, Presiden Soekarno meminta kembali bendera pusaka kepada Husein Mutahar.
Baca: 68 Pasukan Paskibraka Resmi Dikukuhkan Presiden Jokowi, Belum Diumumkan Pasukan Pengibar Bendera
Ia kemudian menjahit dan menyatukan kembali bendera pusaka dengan mengikuti lubang jahitannnya satu persatu.
Bendera pusaka kemudian disamarkan dengan bungkusan kertas koran dan diserahkan kepada Soejono untuk dikembalikan kepada Presiden Soekarno di Bangka.
Pada tanggal 6 Juli 1949, Presiden Soekarno bersama bendera pusaka tiba dengan selamat di Ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta.
Pada tanggal 17 Agustus 1949, bendera pusaka kembali dikibarkan di halaman depan Gedung Agung.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sejarah Bendera Pusaka Merah Putih, Sempat Dirobek Jadi Dua Bagian
# bendera Pusaka # HUT ke-77 RI # Yogyakarta
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: Kompas.com
Local Experience
Misteri dan Sejarah Plengkung Gading di Alun-Alun Kidul Jogja
Selasa, 31 Maret 2026
Tribunnews Update
Gubernur DIY Sri Sultan HB X Gelar Silaturahmi, Ribuan Warga Rela Antre Berjam-jam Demi Bisa Salaman
Senin, 30 Maret 2026
Local Experience
Mataram Islam Berdiri 1586 di Kotagede Berperan Sebar Islam Jawa lalu Runtuh karena Pengaruh Belanda
Jumat, 27 Maret 2026
Local Experience
Masjid Gedhe Kauman Salah Satu Ikon Bangunan Sejarah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningirat
Jumat, 27 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Dari 3.800 Porsi Gratis Jogokariyan hingga Kicak Kauman, Hangatnya Ramadhan di Yogyakarta
Kamis, 19 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.