HUT Ke-77 RI

Profil Pangeran Diponegoro Lengkap dengan Sejarah Perang Diponegoro

Kamis, 11 Agustus 2022 11:52 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Simak profil singkat Pangeran Diponegoro lengkap dengan sejarang perang Diponegoro di dalam artikel ini.

Dikutip dari repositori.kemdikbud.go.id, Pangeran Diponegoro memiliki nama kecil yaitu Raden Mas Ontowiryo.

Ia lahir pada 11 November 1785 di Yogyakarta.

Selain itu, ia merupakan putera Sultan Hamengkubuwono III.

Ibu dari Diponegoro bernama RA. Mangkarawati.

Dikutip dari disbud.bantulkab.go.id, RA. Mangkarawati merupakan selir dari Pacitan.

Mengetahui hal tersebut, Diponegoro menentang keinginan ayahnya untuk jadi raja.

Kemudian, ia lebih tertarik untuk tinggal bersama eyang buyut putrinya yaitu Gusti Kanjeng Ratu Tegalrejo di Tegalrejo.

Baca: Profil Pahlawan Muda Negeri, Halim Perdanakusuma

Selain itu, Diponegoro dinyatakan pernah menikah dengan 9 wanita di hidupnya, yaitu:

1. BRA. Retno Madubrangta puteri Kyai Gedhe Dhadapan

2. RA. Supadmi puteri Bupati Panolan, Jipang

3. RA. Retnodewati

4. Ray. Citrawati puteri Raden Tumenggung Rangga Parwirasentika

5. RA Maduretno putri R. Rangga Prawirodirjo III

6. Ray. Ratnaningsih puteri bupati Jipang Kepadhangan

7. RA Retnakumala

8. RAy.Ratnaningrum putri P. Penekah

9. Syarifah Ratnaningrum putri Datuk Husein

Baca: Mengenal Pahlawan Wanita SK Trimurti, Jadi SOsok Tokoh Pejuang Kemerdekaan yang Aktif Berorganisasi

Perang Diponegoro

Awal dari Perang Diponegoro adalah peristiwa pematokan tanah Diponegoro oleh Belanda di Tegalrejo.

Selain itu, Belanda dinilai tidak menghargai kebudayaan dan mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.

Kemudian, Paman Diponegoro yang bernama GPH Mangkubumi memberi saran kepadanya untuk menyingkir ke Selarong.

Selarong dikenal dengan Goa Selarong.

Saat itu, Kyai Mojo mendungkung pelawanan yang dilakukan oleh Diponegoro.

Kyai Mojo adalah seorang tokoh agama, Sunan Pakubuwono VI, dan Raden Tumenggung Prawiradigdaya-Bupati Gagatan.

Diketahui, sebanyak 112 kyai, 31 haji, 15 syekh dan puluhan penghulu berhasil diajak bergabung.

Kerugian yang diperoleh oleh Belanda selama perang ini mencapai 15.000 tentara dan 20 juta gulden.

Kemudian, Belanda mendesak Diponegoro dengan sistem benteng pada tahun 1827.

Dua tahun kemudian, Kyai Mojo yang merupakan pemimpin spiritual pemberontakkan ditangkap.

Setelah itu disusul oleh Pangeran Mangkubumi dan panglima utamanya.

Pada 28 Maret 1830, Jenderal De Kock berhasil menangkap Pangeran Diponegoro dan pasukannya di Magelang.

Lalu, Diponegoro menyerahkan diri dengan syarat.

Syaratnya adalah sisa pasukan Diponegoro dilepas.

Kemudian, Diponegoro diasingkan di Fort Amsterdam, Manado.

Tidak sampai disitu, Diponegoro kemudian dipindahkan ke Makassar.

Wafatnya Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro wafat saat ia diasingkan di Fort Roterdam, Makassar pada 8 Januari 1855.

Kemudian ia dimakamkan di Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Makam Diponegoro bersanding dengan dengan istrinya RA Ratnaningsih. (*)

(Tribunnews.com/Farrah Putri)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pangeran Diponegoro: Berikut Profil Singkatnya Lengkap dengan Sejarah Perang Diponegoro

# Profil Pangeran Diponegoro # Pangeran Diponegoro # Sejarah Perang Diponegoro # perang # sejarah

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Muhammad Askarullah
Sumber: Tribunnews.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved