Kamis, 9 April 2026

HUT ke-77 RI

Profil Pahlawan Muda Negeri, Halim Perdanakusuma

Rabu, 10 Agustus 2022 18:28 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Tokoh pahlawan nasional satu ini tentu tak asing lagi di telinga kita. Namanya dijadikan sebuah nama bandara di kota Jakarta, yaitu Bandara Halim Perdanakusuma.

Ia kala itu gugur di medan perang. Pahlawan yang gagah berani dan mempunyai tekad serta teladan bagi generasi muda.

Tentang Halim Perdanakusuma biasanya sering kita baca di buku pelajaran sejarah saat menjajaki pendidikan sekolah dasar maupun menengah.

Pada era milenial ini, tidak ada salahnya jika mengulas kembali perjalanan dari pahlawan Halim Perdanakusuma ini.

Tentunya ini malah akan membuka kenangan serta mengingat kembali jasa-jasa yang beliau lakukan dan pahlawan lainnya untuk memerdekakan bangsa Indonesia, hingga generasi kita saat ini bisa menikmati perjuangan mereka.

Baca: Sosok sang Pahlawan Nasional, Nani Wartabone Berjuang Mengangkat Senjata Masa Pemerintah Hindia Bela

Dalam biografi Halim Perdanakusuma, beliau adalah tokoh pahlawan nasional yang lahir di kota Sampang, Madura pada tanggal 18 November 1922.

Ia menempuh pendidikan di sekolah dasar HIS dan menengah pertama MULO di Sampang.

Kemudian, melanjutkan studinya di Magelang ke sekolah Pamong Praja (MOSVIA) yang ditempuh pada tingkat II saja.

Setelah itu menjalani transisi training navigasi bersama Royal Canadian Air Force di Inggris saat penjajahan Jepang berlangsung yaitu tahun 1942.

Karena kepiawaiannya, ia ditugaskan untuk ikut serta dalam percobaan pesawat terbang AURI tanggal 23 April 1946 dari Jakarta menuju Sumenep dan Malang.

Selanjutnya, ia ditugaskan untuk mendirikan cabangnya di daerah Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Tanggal 17 Oktober 1947, beliau ditugaskan kembali untuk memimpin sebuah pasukan untuk terjun di daerah Kalimantan.

Kemudian tanggal 14 Desember 1947, ia ditugaskan kembali terbang dari Thailand ke Indonesia dengan menggunakan AVRON ANSON RI-003 untuk mengambil obat-obatan dan perlengkapan persenjataan.

Ia berangkat bersama opsir Iswahyudi.

Di Malaysia tepatnya di Labuhan Bilik Besar Pantai Lumut, cuaca udara semakin memburuk.

Cuaca buruk, mengakibatkan sayap pesawat AVRON patah dan kemudian menjadi meledak.

Baca: Sosok sang Pahlawan Nasional, Nani Wartabone Berjuang Mengangkat Senjata Masa Pemerintah Hindia Bela

Keduanya, Halim dan Iswahyudi gugur di peristiwa tersebut.

Jasad Halim dapat ditemukan. Tetapi jasad opsir Iswahyudi sampai sekarang masih belum ditemukan.

Dalam peristiwa itu, Halim meninggal di Malaysia tanggal 14 Desember 1947 tepat diusianya berumur 25 tahun .

Disadur dari Biografipahlawan.com, tanggal 10 November 1975, kerangka jenazahnya dipindah dari Malaysia ke Indonesia, lalu dimakamkan di TMP Nasional Kalibata, Jakarta.

Halim dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional dengan SK presiden bernomor 063/TK/1975 pada tanggal 9 Agustus 1975.

Untuk mengenang jasa-jasa beliau selama hidupnya, pemerintahan Indonesia mengabdikan namanya sebagai lapangan udara Halim Perdanakusuma.

Halim meninggalkan seorang istri bernama Koessadalina dan seorang putera bernama Ian Santoso.

Nama-nama itu adalah kenang-kenangan yang diberikan sahabatnya yang gugur dalam perang Dunia II, sahabat karibnya tersebut bernama Wing Commander yang berasal dari daerah Scotlandia.

* Nama Lengkap: Abdul Halim Perdanakusuma
* Lahir : 18 November 1922, Sampang, Madura, Jawa Timur, Hindia Belanda
* Meninggal : 14 Desember 1947 (umur 25 tahun), Lumut, Perak, Uni Malaya (Malaysia)
* Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata
*Zodiac : Scorpion
*Warga Negara : Indonesia
* Agama : Islam

Baca: Mengenal Soeprijadi, Salah Satu Pahlawan Pemberontakan Blitar Berusia 22 Tahun yang Hilang

Pendidikan:
* Sekolah Dasar (HIS), ELS,
* Sekolah Menengah Pertama MULO,
* MOSVIA (Sekolah Pamong Praja) di Magelang hanya sampai tingkat II,
* Training navigasi bersama Royal Canadian Air Force di Inggris (1942)

Karir:
* 1946: Anggota Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
* 1947: Dipromosikan menjadi Komodor, ditugaskan untuk mendirikan cabang AURI di Bukittinggi, Sumatera Barat
* 1947: Wakil II kepala staf AURI dengan pangkat Komodor Muda

Gelar:
* 1975: Gelar pahlawan nasional RI dengan SK Presiden No 063/TK/1975. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Halim Perdanakusuma, Sang Pahlawan Muda Negeriku, Meninggal saat Usia 25 Tahun di Malaysia

#Halim Perdanakusuma #Pahlawan #Hari Kemerdekaan #Indonesia #HUT RI

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Adelia Denta Savritadayu Setyanta
Sumber: Tribun Medan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved