Jumat, 10 April 2026

Tribunnews Update

Terungkap! Ini Alasan Bharada E Tak Bisa Tolak Perintah Atasan saat Disuruh Tembak Brigadir J

Selasa, 9 Agustus 2022 08:16 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Bhayangkara Dua Richard Eliezer alias Bharada E mengaku terpaksa menembak rekannya sendiri, yakni Brigadir J.

Pasalnya, ia diperintah oleh atasannya untuk melakukan tindak pembunuhan.

Meski merasa tertekan, Bharada E tak dapat menolak perintah tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, pengacara Bharada E, Deolipa Yumara mengungkap alasan mengapa kliennya tidak menolak saat diperintah atasannya untuk menembak Brigadir J.

Menurutnya, hal ini berkaitan dengan lingkungan pekerjaan Bharada E di kepolisian.

Baca: Luka di Jari Brigadir J & Tembakan di Dinding Disengaja, Disebut Jadi Alibi Atasan Mengarang Cerita

Sebagai seorang bawahan, sudah semestinya Bharada E patuh terhadap perintah atasannya.

"Ya namanya kepolisian dia harus patuh perintah sama atasan. Kita juga kalau jadi karyawan patuh perintah sama pimpinan kita kan sama saja lah," ujar Deolipa saat ditemui di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2022) malam.

Deolipa menjelaskan, aturan bahwa bawahan harus patuh terhadap atasan tertuang dalam sebuah Peraturan Polri (Perpol).

Di mana, di kepolisian, bawahan bekerja atas perintah atasan.

"Ada peraturan kepolisian yang bekerja dari bawahan menerima perintah dari atasan," ucapnya.

Baca: Menunggu Tersangka Utama, Bharada E Lega Bisa Bongkar Skenario Pembunuhan Brigadir J

Pengacara Bharada E lainnya, Muhammad Boerhanuddin, sebelumnya menyebut bahwa atasan langsung dari Bharada E berada di lokasi kejadian saat Brigadir J tewas ditembak.

"Ada di lokasi memang," ujar Boerhanuddin saat dihubungi, Senin (8/8/2022).

Dikutip dari WartaKotalive.com, atasan tersebut bahkan mengambil senjata milik Brigadir J.

Kemudian senjata itu ditembakkan ke jari kanan Brigadir J dan tembok.

"Jadi senjata almarhum yang tewas itu dipakai untuk tembak jari kanan itu, bukan saling baku tembak," katanya.

Menurut Boerhanuddin, tembakan ke dinding rumah Irjen Sambo dilakukan supaya ada kesan terjadi baku tembak di sana.

Baca: Tak Yakin Brigadir RR & Bharada E Otak Kasus Kematian Brigadir J, Keluarga: Ada Aktor Utama

Namun, Boerhanuddin tidak menyebutkan berapa jumlah peluru yang diletuskan kliennya ke arah dinding dan tubuh Brigadir J.

"Ya nanti pengembangan penyidikan, itu terlalu delik kalau saya itukan, ribet saya," paparnya.

Ia juga enggan menjelaskan secara gamblang siapa atasan Bharada E yang dimaksud.

"Atasannya kan kita sudah bisa reka-reka siapa atasannya. Atasan kedinasan, yang di tempat lokasinya," tuturnya.

Sejauh ini, Polri telah menetapkan dua tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Pertama adalah Bharada E, sementara yang kedua adalah Brigadir RR yang merupakan ajudan istri Irjen Ferdy Sambo.

Meski sama-sama menjadi tersangka, keduanya dijerat pasal yang berbeda.

Bharada E dikenakan pasal tentang pembunuhan yang disengaja, sedangkan Brigadir RR dikenakan pasal tentang pembunuhan berencana.

Terkait kemungkinan adanya tersangka ketiga, Polri masih menunggu penyelidikan dari tim khusus.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengacara Ungkap Alasan Bharada E Tak Tolak Perintah Atasan saat Disuruh Menembak Brigadir J"

Host: Agung Laksono
Video Production: Yogi Putra

# Alasan # Bharada E # Perintah # Atasan # tembak # Brigadir J

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Alasan   #Bharada E   #perintah   #Atasan   #tembak   #Brigadir J

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved