Selasa, 19 Mei 2026

Terkini Daerah

Kesal Lantaran Sering Dicaci Maki Tetangga, Berujung Bangun Tembok untuk Tutup Akses Jalan

Kamis, 4 Agustus 2022 21:58 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Akses jalan Anisa (40) dan keluarga dari rumahnya ke jalan umum, untuk sementara waktu terhambat.

Sebab, tembok sepanjang dua meter berdiri di depan rumahnya di RT 011 RW 010 Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Tembok dibangun tepat di depan rumah Anisa. Hanya ada celah kosong antara tembok dan tiang, sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Itu pun sulit dibuat akses keluar-masuk dari rumah Anisa ke jalan umum.

Tembok itu bukan dibangun keluarga Anisa, melainkan tetangganya sendiri, Widya (45).

Baca: Pemilik Lahan Tutup Akses Jalan dengan Bangun Tembok, Sebut Pengembang Tak Kunjung Membayar

Akumulasi kekesalan penembok

Widya mengaku mendirikan tembok itu karena kesal akan perilaku keluarga Anisa. Kekesalan itu terakumulasi sejak 2019.

Rumah Widya berada di pojok atau di ujung gang buntu. Pintu keluar rumahnya kebetulan tepat di samping rumah Anisa.

Widya pernah memperingatkan keluarga Anisa untuk memarkir kendaraan dengan rapi, agar akses keluar-masuk dari rumah Widya tidak terhalang.

"Sebenarnya bukan masalah parkir motor, bukan. Itu pemicu saja. Ketika ada akses mau ke rumah kami, mengantar barang, (kami) terganggu. Kami tegur dengan baik, tetapi kami dapat ucapan yang tidak layak," ujar Widya di lokasi, Rabu (3/8/2022).

Widya mengeklaim, ia sering mendapatkan perkataan kotor dari keluarga Anisa.

Friksi berkembang hingga Widya memutuskan mendirikan tembok di depan rumah Anisa.

Baca: Anggota DPRD Pangkep Tutup Akses Rumah Tahfidz dengan Bangun Tembok 3 Meter, Kini Dirobohkan

Tembok itu, lanjut Widya, masih berada di atas tanahnya.

Orangtua Widya membeli tanah yang ditempati Widya sekarang, sekalian membeli akses jalannya.

Tembok yang didirikan belakangan ini, masih berada di akses jalan tersebut atau berada di atas tanah Widya. Tanah itu dibeli pada 1978.

Widya mengatakan bahwa dirinya memiliki sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai bukti.

"Masih tanah saya. Kami sudah memanggil BPN untuk mematok. Kami minta dipertegas (patokan) pada 2019," kata Widya.

Karena kesal akan perilaku keluarga Anisa, Widya memutuskan membangun tembok itu.

Pendirian tembok, lanjut Widya, sudah diusulkan kepada pihak kelurahan sejak 12 Juli 2020. Kemudian, tembok sudah berdiri 29 Juli 2022.

"Pas pembangunan tembok, (keluarga Anisa) enggak protes. Pas sudah berdiri kok protes," kata Widya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kekesalan Warga Pulogadung Sering Dicaci Maki Tetangga, Berujung Bangun Tembok untuk Tutup Akses Jalan...

# tembok # Pulogadung # Jakarta Timur

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Muh Rosikhuddin
Sumber: Kompas.com

Tags
   #tembok   #Pulogadung   #Jakarta Timur

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved