Terkini Daerah
UPTD KPH Dinas Kehutanan Kaltara di Nunukan Rencanakan Pembuatan Batik Khas Kaltara dari Hasil Tenun
TRIBUN-VIDEO.COM, NUNUKAN - Pendamping UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara di Nunukan, Sundari Rahmawati rencanakan pembuatan batik khas Kaltara dari hasil tenun.
Hal itu disampaikan Sundari Rahmawati setelah melihat progres kelompok tenun Floresta yang terbentuk sejak 2017.
"Motif selendang dan sarung yang ditenun mereka saat ini masih terbatas pada etnis NTT (Nusa Tenggara Timur). Ke depan kami mau ada pembuatan batik khas Kaltara," kata Sundari Rahmawati kepada TribunKaltara.com, Sabtu (30/07/2022), sore.
Mengenai instruktur atau pelatihan, kata Rahmawati, pihaknya akan datangkan dari luar Kabupaten Nunukan.
"Tentu instruktur yang kami datangkan basicnya desain motif batik Kaltara," ucapnya.
Rahmawati menyebut ada tiga kelompok usaha yang dibentuk KPH sejak 2017. Di antaranya agro forestry, kelompok usaha hasil hutan bukan kayu (masuk usaha tenun), dan kelompok usaha sadar wisata.
Baca: Mutiara Baswedan dan Ali Saleh Pakai Kebaya dan Kain Batik Sido Asih Khas Yogyakarta dalam Resepsi
Baca: Kisah Seorang Guru SD di Lebak, Menyambi Perajin Batik Raih Omzet Rp 150 Juta Per Bulan
"Sebelum kami masukan usaha tenun sebagai kelompok usaha hasil hutan bukan kayu. Kegiatannya masih berupa pemeliharaan ulat sutera," ujarnya.
Rahmawati saat itu sempat membentuk kelompok tenun, namun ibu-ibu dikelompoknya belum bisa mahir dalam menenun.
"Setelah kenal ibu Katarina akhirnya saya masukkan dia dalam kelompok tenun. Tapi bahan bakunya masih dari benang pasar. Dari KPH fasilitasi untuk latihan mulai pemeliharaan ulat sutera, proses pemintalan hingga penenunan," tuturnya.
Dukungan yang diberikan KPH di Nunukan dari awal pembentukan kelompok tenun ulat sutera adalah pakan. Rahmawati menyebut pakan paling penting dalam proses pemeliharaan budidaya ulat sutera.
"Setiap pemeliharaan telor ulat sutera kami fasilitasi untuk dihubungkan ke Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) di Gowa, Sulawesi Selatan," ungkapnya.
Tak hanya itu, KPH juga memberikan pelatihan dari proses pemintalan sampai penenunan selama 30 hari, full pagi sampai sore.
Bahkan KPH juga meminjamkan alat pemintalan dan penenunan kepada kelompok tenun Floresta.
"Kami fasilitasi pelatihan dari Disperindagkop Kaltara. Bahkan untuk pemintalan sampai saat ini masih pakai alat kantor," imbuh Rahmawati.
Penulis: Febrianus Felis.
# batik # Kaltara # tenun # NTT
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribun Kaltara
LIVE UPDATE
Nasib Malang Warga Bangkoor Sikka NTT Digigit Buaya saat Mandi di Laut, Berutung Masih Selamat
2 hari lalu
Tribunnews Update
4 Rute Penerbangan di Bandara Maumere Batal setelah Terdampak Erupsi 1,8 Km dari Gunung Lewotobi
2 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Pulau Timor NTT Diguncang Gempa dengan Magnitudo 6,0, BMKG Imbau Masyarakat untuk Tetap Tenang
3 hari lalu
LIVE UPDATE
Gema Gong Tandai Pembukaan Konsultasi Regional PDBR Kasulampua, Wakil Kepala BPS RI Hadir Virtual
Kamis, 16 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.