Mancanegara
500 Orang Dilaporkan Tewas akibat Gelombang Panas yang Terjadi di Spanyol, PM Sanchez: Darurat Iklim
TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Spanyol mengatakan, lebih dari 500 orang tewas selama gelombang panas 10 hari saat Eropa menghitung dampak dari rekor periode suhu ekstrem.
Para pengunjuk rasa perubahan iklim mengatakan, cuaca yang terik harus menjadi peringatan bagi benua itu.
"Ini tidak ada hubungannya dengan ideologi, tetapi dengan kenyataan, dengan keadaan darurat iklim yang dialami planet ini," kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, sebagaimana dilansir Al Jazeera pada Rabu (20/7/2022).
Berbicara dengan latar belakang pohon-pohon hangus dan tanah yang terbakar di wilayah timur laut Zaragoza yang terkena dampak parah, dia mendesak orang-orang untuk berhati-hati.
Baca: Genting Meleleh hingga Aspal Retak lantaran Gelombang Panas di China Tembus Suhu 40 Derajat Celcius
Sanchez mengutip angka yang dirilis oleh Institut Kesehatan Carlos III, yang memperkirakan jumlah kematian terkait panas berdasarkan jumlah kematian berlebih dibandingkan dengan rata-rata tahun-tahun sebelumnya.
Lembaga tersebut telah menekankan angka-angka ini adalah perkiraan statistik dan bukan catatan resmi.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran Yunani mulai melihat kemajuan setelah dua hari bertempur melawan kebakaran hutan yang berkobar di pinggiran gunung di utara Athena, yang memaksa ratusan orang mengungsi, kata seorang pejabat.
"Sebagian besar api sudah berkurang," kata juru bicara pemadam kebakaran Yiannis Artopios kepada wartawan.
Yunani telah terhindar dari gelombang panas terik yang dialami di Eropa barat, tetapi api yang diembuskan oleh angin kencang mengancam pinggiran kota Penteli, Pallini, Anthousa, dan Gerakas, rumah bagi puluhan ribu orang.
“Api membakar punggung kami, kami pergi tepat waktu. Seandainya kami tinggal 30 detik lagi, itu akan membakar kami,” kata seorang warga Pallini yang kehilangan mobilnya akibat kobaran api kepada televisi ERT.
“Otoritas perlindungan sipil terlambat memberi tahu kami,” katanya.
Di Perancis, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan dua kobaran api di dekat kota barat daya Bordeaux.
Suhu lebih dari 40 derajat Celsius selama beberapa hari sebelumnya telah menyebabkan kesengsaraan bagi jutaan orang dan memecahkan rekor panas.
Baca: Puluhan Orang Tewas Mendadak karena Gelombang Panas Ekstrem di Kanada
Udara yang lebih dingin menyapu pada Rabu (20/7/2022), membawa bantuan kepada orang-orang dari Portugal ke Inggris.
Meski begitu, ribuan petugas pemadam kebakaran terus mengatasi kebakaran yang terjadi di beberapa negara setelah berbulan-bulan kondisi seperti kekeringan.
“Penilaian kami secara umum positif. Situasi membaik dalam semalam,” kata juru bicara pemadam kebakaran Perancis Arnaud Mendousse kepada MAdari wilayah barat daya Gironde, di mana dua kebakaran besar telah menelan 20.600 hektar (50.900 hektar) hutan kering sejak minggu lalu.
“Tersibuk sejak perang dunia”
Gelombang panas mencatat rekor baru sepanjang masa untuk Inggris di mana layanan cuaca nasional mencatat 40,3 derajat Celsius di Inggris timur, melampaui rekor tertinggi sebelumnya pada 2019.
Kebakaran padang rumput meletus pada Selasa (19/7/2022) di tepi London, dengan satu memaksa evakuasi 14 orang karena bangunan pertanian, rumah dan garasi dilalap api.
Enam belas petugas pemadam kebakaran terluka di sekitar ibu kota dengan dua dibawa ke rumah sakit, kata Brigade Pemadam Kebakaran London.
"Kemarin adalah hari tersibuk untuk dinas pemadam kebakaran di London sejak perang dunia kedua," kata Wali Kota Sadiq Khan kepada Sky News pada Rabu (20/7/2022), mendesak masyarakat untuk tetap waspada meskipun suhu sekarang turun.
Khan juga menuduh kandidat kepemimpinan Konservatif yang bersaing untuk menggantikan Perdana Menteri Boris Johnson mengabaikan "gajah di ruangan" yaitu perubahan iklim.
Baca: Begini Penjelasan BMKG setelah Beredar Kabar via WhatsApp Indonesia akan Dilanda Gelombang Panas
Ratusan petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan di Slovenia barat pada Rabu (20/7/2022) untuk memerangi kobaran api yang memaksa evakuasi beberapa desa, kata layanan darurat.
Kebakaran terjadi pada Selasa (19/7/2022) di kawasan hutan Karst yang spektakuler, di mana vegetasi mengering oleh panas yang kuat, dan meningkat pada Rabu (20/7/2022) sore karena angin.
Warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka di beberapa daerah dan sirene darurat dibunyikan.
Demonstran iklim memicu kemacetan panjang di jalan raya tersibuk di Inggris yang mengelilingi London pada Rabu (20/7/2022). Mereka berusaha menyuarakan perlunya tindakan yang lebih besar untuk mengurangi gas rumah kaca, yang bertanggung jawab atas pemanasan global.
Anggota kelompok Just Stop Oil memanjat tiang jembatan di atas jalan raya M25, sehingga mengharuskan polisi turun tangan.
“Ini adalah saat ketika kelambanan iklim benar-benar terungkap dalam bahaya luar biasa untuk dilihat semua orang: saat proyek merusak yang digerakkan oleh elit memadamkan semua kehidupan jika kita membiarkannya,” kata kelompok aktivis itu dalam sebuah pernyataan.
# Gelombang # Panas # Spanyol # suhu # ekstrem
Baca berita lainnya terkait Gelombang Panas
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul UPDATE Gelombang Panas Eropa, 500 Orang Tewas akibat Suhu Ekstrem di Spanyol
Sumber: Kompas.com
LIVE UPDATE
Wabah Norovirus Melanda Kapal Pesiar, Puluhan Penumpang Diisolasi saat Turun Di A Coruna Spanyol
20 jam lalu
Terkini Nasional
Waspada! Cuaca Ekstrem Sabtu 16 Mei 2026, 17 Wilayah Terancam Hujan Lebat & Angin Kencang
2 hari lalu
LIVE UPDATE
Nasib Malang Warga di Gorontalo Tewas Tersambar Petir, Insiden Terjadi saat Korban Memancing
2 hari lalu
Olahraga
Manajer Tim Optimistis Veda Ega Tampil Gacor di Catalunya karena Sudah Familiar
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.