Mancanegara
Puluhan Orang Tewas Mendadak karena Gelombang Panas Ekstrem di Kanada
TRIBUN-VIDEO.COM - Puluhan warga Kanada meninggal mendadak di tengah gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor suhu.
Dilansir BBC, polisi di wilayah Vancouver menanggapi lebih dari 130 laporan kematian mendadak pada Jumat lalu.
Sebagian besar dari korban gelombang panas ini telah berusia lanjut atau memiliki penyakit bawaan.
Gelombang panas di Kanada memecahkan rekor suhu selama tiga hari berturut-turut, dimana pada Selasa (29/6/2021) lalu mencapai 49,5C di Lytton, British Columbia.
Para ahli mengatakan perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan frekuensi kejadian cuaca ekstrem, seperti gelombang panas.
Namun, menghubungkan setiap peristiwa tunggal dengan pemanasan global itu rumit.
Baca: Siklon Tropis Seroja Mulai Bergerak Menjauhi Indonesia, BMKG: Berpotensi Sebabkan Gelombang Tinggi
Baca: INFO BMKG Hari Sabtu 27 Februari 2021: Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Sejumlah Perairan
Suhu panas di Kanada barat dan AS disebabkan kubah udara panas bertekanan tinggi statis yang membentang dari California hingga Arktik.
Suhu di Kanada tidak pernah lebih dari 45C sampai pada Minggu lalu.
Perdana Menteri British Columbia, John Horgan mengatakan gelombang panas di wilayahnya menyebabkan "bencana bagi masyarakat."
Jumlah kematian mendadak terkait suhu panas diprediksi akan meningkat karena beberapa wilayah melaporkan insiden namun belum merinci jumlahnya.
Di Vancouver saja, sejak Jumat tercatat ada 65 orang yang dilaporkan meninggal diyakini karena suhu panas.
"Saya telah menjadi petugas polisi selama 15 tahun dan saya tidak pernah mengalami jumlah kematian mendadak yang datang dalam waktu sesingkat ini," kata sersan polisi Steve Addison.
Normalnya, hanya ada 3 hingga 4 laporan kematian mendadak terkait panas dalam sehari.
Addison menerangkan bahwa orang-orang yang melapor mengaku melihat keluarga mereka sudah meninggal saat tiba ke rumah. (*)
# gelombang panas # Kanada # California
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Kanada Geram, Kecam Keras Iran yang Serang Industri Minyak UEA: Setop Targetkan Fasilitas Sipil
Selasa, 5 Mei 2026
Olahraga
Timnas Indonesia Bikin Takub John Herdman, Kreativitas Garuda Disebut Mirip Kanada
Sabtu, 28 Maret 2026
Tribunnews Update
Reaksi AS seusai Rudal Iran Mengancam Bisa Jangkau hingga Serang Daratan California, Ini Kata Intel
Kamis, 19 Maret 2026
Mancanegara
Iran Ancang-ancang Serang Daratan AS, Kelompok Penyamar & Rudal ICBM Siap Gempur California
Sabtu, 14 Maret 2026
Mancanegara
Skenario Mengerikan Iran Berpotensi Serang Daratan AS dan Gempur California, FBI Beri Peringatan!
Sabtu, 14 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.