Jumat, 17 April 2026

Daerah Terkini

Penjelasan Satpam Komplek Rumdin Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo soal Decorder CCTV yang Rusak

Sabtu, 16 Juli 2022 08:51 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Decoder CCTV di sekitar rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, diganti.

Penggantian decoder CCTV itu diganti pada Sabtu (9/7/2022) atau sehari setelah peristiwa baku tembak yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Satpam Komplek Polri, Jafar, mengatakan decoder CCTV itu diganti karena sebelumnya sempat tersambar petir.

Jafar menyebut penggantian decoder CCTV didanai oleh Irjen Ferdy Sambo.

"Iya kesamber petir. Memang beliau juga yang danain, Pak Sambo, kan laporan ke sana," kata Jafar di lokasi, Jumat (15/7/2022).

Jafar mengungkapkan, setidaknya terdapat 3 hingga 4 CCTV yang tersambar petir dan berujung kerusakan.

"Kadang habis hujan nih kita matiin kan namanya hujan takut kesambar petir lagi. Kita nyalain pada mati semua. Begitu. Jadi error," ucap dia.

Decoder CCTV itu berada di pos satpam Komplek Polri Duren Tiga, tempat Jafar biasa bertugas.

"Iya (decoder CCTV diganti), penyidik yang ganti," kata Jafar.

Jafar mengungkapkan, penyidik sempat meminta izin sebelum mengganti dekoder CCTV.

"Iya ngomong, saya yang lagi jaga. Cuma kan orang lagi banyak, kita nggak berani ke dalam juga," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, decoder CCTV di sekitar rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, telah diganti.

Hal itu dikatakan Ketua RT 05/RW 01 Komplek Polri Duren Tiga, Seno Sukarto (84).

Ia mengetahui hal itu setelah bertanya kepada satpam yang bertugas di hari terjadinya penembakan.

Baca: CCTV Mati 2 Minggu Sebelum Kejadian Penembakan, Berikut Fakta di TKP Tewasnya Brigadir J

Baca: Politisi PDIP Duga Ada Masalah Pribadi dalam Kasus Penembakan Brigadir J :Something Wrong Lah

Menurut Seno, decoder CCTV itu di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo diganti pada Sabtu (9/7/2022) atau sehari setelah peristiwa baku tembak yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Maksudnya itu bukan CCTV di rumah Pak Sambo, tapi CCTV alatnya (decoder) yang di pos. Hari Sabtu digantinya," kata Seno saat ditemui di kediamannya, Rabu (13/7/2022).

Seno mengungkapkan, decoder CCTV itu diganti oleh sejumlah anggota polisi, baik berseragam maupun tidak berseragam.

"Iya dari mereka (polisi mengganti decoder), ada yang pakai seragam," ungkap Seno.

Di sisi lain, ia menyebut decoder CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo tidak mengalami kerusakan sebelum dan saat terjadi baku tembak.

"Kalau (CCTV) yang di luar masih aktif. Yang di dalam saya enggak tahu, yang punya rumah. Kecuali CCTV yang punya rumah mati, kita yang perbaiki," ujarnya.

Diketahui, Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan rekannya sesama polisi, Bharada E, di rumah dinas Kadiv Propam di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 17.00.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengungkapkan, baku tembak di rumah dinas Kadiv Propam dipicu pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo.

Ketika itu disebutkan bahwa istri Ferdy Sambo baru saja pulang dari perjalanan luar kota dan sedang menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil tes PCR.

Istri Kadiv Propam itu kemudian beristirahat di kamar pribadinya yang berada di lantai dasar.

"Setelah berada di kamar, sambil menunggu karena lelah mungkin pulang dari luar kota, ibu (istri Ferdy Sambo) sempat tertidur," ujar Budhi, Selasa (12/7/2022).

Secara tiba-tiba, jelas Budhi, Brigadir J masuk ke kamar istri Ferdy Sambo dan melakukan pelecehan seksual.

"Tiba-tiba Brigadir J masuk dan kemudian melakukan pelecehan terhadap ibu," terang Kapolres.

Budhi menuturkan, istri Ferdy Sambo terkejut dengan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J. Istri Ferdy Sambo lalu berteriak meminta tolong. Teriakan itu membuat Brigadir J panik.

"Saudara J membalas 'diam kamu!' sambil mengeluarkan senjata yang ada di pinggang dan menodongkan senjata ke kepala ibu Kadiv," ucap Budhi.

Bharada E dan seorang saksi berinisial K yang sedang berada di lantai 2 bergegas turun tangga mendengar teriakan meminta tolong.

"Baru separuh tangga, kemudian melihat saudara J keluar dari kamar tersebut. Saudara RE menanyakan ada apa, bukan dijawab tapi dilakukan dengan penembakan," kata Budhi.

Setelahnya, baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J tak terelakkan.

Dalam baku tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Bharada E menggunakan senjata jenis Glock yang berisi 17 butir peluru.

"Kami menemukan di TKP bahwa barang bukti yang kami temukan tersisa dalam magasin tersebut 12 peluru. Artinya ada 5 peluru yang dimuntahkan atau ditembakan," ungkap Budhi.


Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Bicara Gamblang, Satpam Komplek Polri Sebut Irjen Ferdy Sambo Danai Penggantian Decoder CCTV

# Brigadir J #decoder # satpam # Ferdy Sambo # Pancoran

Editor: Restu Riyawan
Video Production: febrylian vitria cahyani
Sumber: TribunJakarta

Tags
   #decoder   #satpam   #Ferdy Sambo   #Pancoran   #Brigadir J

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved