Minggu, 12 April 2026

LIVE UPDATE

Politisi PDIP Duga Ada Masalah Pribadi dalam Kasus Penembakan Brigadir J :Something Wrong Lah

Jumat, 15 Juli 2022 23:02 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Junimart Girsang meminta Polri untuk mengusut tuntas misteri tewasnya Brigadir J di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Junimart menduga ada masalah pribadi dalam peristiwa yang terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo itu.

Ia juga yakin Kabareskrim mampu mengungkap kasus ini secara transparan dengan melibatkan para ahli.

"Saya menduga ada sesuatu yang sifatnya sangat pribadi di balik kejadian ini, something wrong-lah."

"Kabareskrim pasti mampu mengungkap ini secara transparan dengan melibatkan ahli balistik, psikolog dan mencermati sesungguhnya rumah tempat kejadian tersebut peruntukannya untuk apa," katanya kepada wartawan, Jumat (15/7/2022).

Menurut Junimart, jika mencermati pemberitaan media massa maka terlalu cepat apabila langsung disimpulkan bahwa insiden tersebut didasarkan pada pelecehan.

Terlebih apakah pelecehan yang dimaksud merupakan pelecehan seksual atau pelecehan verbal.

Junimart menuturkan, menurut pemberitaan yang beredar, disebutkan bahwa Brigadir J menodongkan pistol.

Di mana berarti hal tersebut adalah pengancaman, bukanlah pelecehan.

Atas dasar itu, insiden baku tembak itu harus diungkap secara tuntas.

"Menurut saya terlalu cepat menyimpulkan kejadian itu dengan dasar pelecehan. Pelecehan seksual kah atau pelecehan verbal? Ini harus clear. Beritanya menodongkan pistol, mestinya pengancaman dong, bukan pelecehan," ujar Ketua Komisi II DPR RI itu.

Lebih lanjut, Junimart berharap Polri mengedepankan objektifitas dalam pengusutan kasus tersebut.

Sebab insiden saling tembak sesama anggota Polri tanpa alasan yang rasional tidak bisa diterima secara logika umum.

"Objektivitas Polri diuji dalam pengungkapan kasus ini. Sesama Polisi saling tembak tanpa alasan yang rasional bisa diterima umum. Apakah sesederhana itu masalahnya sehingga terjadi saling menembak? Apakah Bharada E dalam posisi overmacht atau noodwer?” tandasnya.

Diketahui Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkap peristiwa penembakan yang terjadi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Penembakan melibatkan dua orang anggota Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) di rumah Ferdy Sambo itu terjadi pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Namun kabar penembakan ini baru diketahui publik pada Senin (11/7/2022).

Sopir istri Kadiv Propam yakni Brigadir J tewas di tangan Bharada E merupakan ajudan pribadi Kadiv Propam.

Bharada E menembak Brigadir J karena diduga melecehkan istri Kadiv Propam.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menanggapi kasus penembakan polisi dengan polisi tersebut.

Mahfud menilai langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim investigasi yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy, sudah tepat.

Ia juga mengapresiasi sikap Listyo Sigit yang turut menggandeng Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menyelidiki kasus penembakan Brigadir J.

Terkait langkah Listyo Sigit itu, Mahfud memastikan pihaknya akan terus mengawal kasus penembakan Brigadir J ini karena banyak kejanggalan.

"Sudah tepat yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dengan membentuk Tim investigasi yang terdiri orang-orang kredibel yang dipimpin oleh Komjen Gatot Eddy."

"Perkembangannya bagus juga karena selain membentuk Tim, Kapolri juga sudah mengumumkan untuk menggandeng Kompolnas dan Komnas HAM guna mengungkap secara terang kasus ini," urai Mahfud MD dalam unggahan Instagramnya, Rabu (13/7/2022), dikutip Tribunnews.com.

Menurut Mahfud, kasus ini tidak bisa dibiarkan mengalir begitu saja lantaran banyak kejanggalan.

"Kasus ini memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan, maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," imbuhnya.

Terlebih kredibilitas Polri dan pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini.

Pasalnya, selama setahun terakhir Polri mendapat penilaian positif dari publik, berdasarkan hasil dari berbagai lembaga survei.

"Kredibilitas Polri dan Pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini, sebab dalam lebih dari setahun terakhir, POLRI selalu mendapat penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik, sesuai hasil berbagai lembagai survei," ujarnya.

Mahfud MD juga sudah berpesan pada Sekretaris Kompolnas, Benny J Mamoto, untuk aktif memantau kasus ini.

"Sebagai Ketua Kompolnas, saya sudah berpesan kepada Sekretaris Kompolnas, Benny J Mamoto, untuk aktif menelisik kasus ini guna membantu Polri membuat perkara menjadi terang," tandasnya.(*)

# LIVE UPDATE # Junimart Girsang # Politisi PDIP # penembakan # Brigadir J # Irjen Ferdy Sambo

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Reporter: Mei Sada Sirait
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved