Travel
Kuliner Bontot Ikan Payus Khas Serang, Cocok untuk Oleh-oleh, Mirip Empek-empek tapi Lebih Kenyal
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUN-VIDEO.COM, KABUPATEN SERANG - Berkunjung ke Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, perlu mencoba menikmati kelezatan bontot.
Makanan berbahan dasar ikan payus ini menjadi sebagai oleh-oleh khas Serang, Banten.
Nama bontot, memiliki arti anak bungsu dalam bahasa Sunda. Bontot dianalogikan pada potongan paling akhir dari adonan kerupuk ikan di mesin pemotong kerupuk.
Muslihah salah seorang pembuat bontot mengatakan bahwa resep bontot yang dibuatnya memang hasil dari turun temurun keluarganya.
Bahkan ia juga mengatakan bahwa mayoritas masyarakat domas memang memproduksi bontot atau berbagai olahan dari ikan payus.
"Memang turun temurun kalau disini. Ibu saya juga dulu buat, tapi kalau dulu baut dikonsumsi sendiri aja," katanya saat ditemui dikediamannya, Sabtu (26/3/2022).
Baca: Pemkot Manado Gelar Pekan Rakyat untuk Meriahkan HUT ke-399, Ada Aneka Kuliner yang Dijajakan
Perempuan 57 tahun tersebut mengatakan bahwa bahan dasar olahan bontot hampir sama dengan empek-empek hanya saja bontot khas domas ini memiliki cita rasa berbeda dari ikan payusnya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa bahan adonan bontot dapat dibuat menjadi beberapa makanan, diantaranya dapat menjadi kerupuk, dan cireng.
Bontot cocok dengan berbagai bumbu berkuah. Rasanya mirip pempek, namun memiliki tekstur lebih kenyal.
Dipotong dadu, tercium aroma merica, dari seporsi bontot.
Saat digigit, teksturnya renyah, namun saat dikunyah terasa kenyal. Sensasi gurih dan pedas terasa lantaran bumbu lada hitam amat meresap.
Bontot bisa dikombinasi dengan bumbu lain. Tidak hanya sambal atau bumbu sambal kacang.
Baca: Cicipi Mi Kocok Legendaris Rasa Kaldu Sapinya Khas dan Gurih, Kuliner Populer di Majalengka
Perempuan berkerudung ini ialah generasi penerus pembuatan bontot. Mulanya bontot hanya dibuat untuk dikonsumsi sendiri.
Namun pada 2010, ia memutuskan mendirikan porduksi sendiri bersama dengan suami dan anak-anaknya guna memproduksi bontot.
Ia pun setiap hari memproduksi bontot dan dalam sehari mampu menghabiskan 25 kg tepung dan 10 kilo ikan payus.
"Karena bontot mulai dikenal dan banyak diminati. Jadi saya putuskan saja bikin bontot," katanya.
Hingga kini bontot buatan Muslihah telah dijual hingga luar daerah diantaranya, Batam, Jakarta, dan kota lainnya melalui online.
Untuk mendapatkan seporsi bontot dijualn seharga Rp 10 ribu, dengan pilihan rasa pedas dan original.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Mengenal Kuliner Bontot Ikan Payus, Khas Domas, Kabupaten Serang
# Travel # kuliner # ikan payus # Serang # Banten
Video Production: Rahmat Gilang Maulana
Sumber: Tribun Banten
Local Experience
Pasar Gede Hardjonagoro: Wisata Budaya dan Kuliner di Kota Solo yang Selalu Ramai Pengunjung
3 hari lalu
Local Experience
Sop Pocong, Kuliner Tak Biasa di Pati yang Menarik Perhatian Warga Meski Berada di Depan TPU
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.