Selasa, 28 April 2026

TRIBUN SOLO UPDATE

Penggantian CCTV di Rumah Irjen Ferdy Sambo oleh Polisi Buat Geram, Ini Penjelasan Kapolres

Kamis, 14 Juli 2022 16:35 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus penembakan antar a ggota polisi di wilayah rumah dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo masih menjadi perbincangan publik hingga kini Kamis (14/7).

Insiden nahas itu semakin menghebohkan publik saat ada keterangan terkait digantinya decoder CCTV oleh pihak kepolisian sesaat setelah kejadian.

Atas kabar tersebut, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto buka suara.

Baca: Fakta Kasus Baku Tembak Brigadir J dan Bharada E, Ketua RT Ungkap Tahu Insiden Berdarah dari YouTube

Dikutip dari Tribunnews.com pada Kamis (14/7), Budhi tak menampik adanya pengambilan decoder CCTV tersebut.

Dikatakan olehnya, pengambilan decoder CCTV itu untuk kepentingan penyidikan.

Selain itu, ia menyampaikan, agar CCTV di lingkungan itu tetap dapat beroperasi.

"Decoder CCTV lingkungan yang ada di pos (satpam)," ujarnya.

Mengingat proses penyidikan yang membutuhkan waktu cukup lama hingga berpengaruh pada penyitaan decoder CCTV di lingkungan komplek asrama polisi Duren Tiga tersebut.

"Karena yang lama disita penyidik dan agar CCTV di lingkungan komplek aspol (asrama polisi) Duren Tiga tersebut tetap beroperasi maka diganti yang baru," jelas Budhi.

Hanya saja terkait jumlah decoder CCTV dan isi didalamnya, Budhi belum menjelaskan lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan, penggantian decoder CCTV oleh polisi itu membuat Ketua RT Komplek Polri Duren Tiga, Seno geram.

Kekesalan dirinya dipicu lantaran tidak memperoleh laporan terkait insiden baku tembak yang menewaskan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat tersebut.

Baca: Ayah Brigadir J Ungkap Ponsel Anaknya Hilang, Desak Polisi Minta Bukti Jika Anaknya Bersalah

"Sampai sekarang saya ketemu aja nggak, terus terang saya juga ya kesal. Saya ini dianggap apa sih, maaf saja saya ini Jenderal loh, meskipun (Ketua) RT," tuturnya.

Selain geram dengan polisi karena mengganti decoder CCTV, Seno juga mengaku tersinggung atas perlakuan aparat kepolisian yang tidak memandangnya sebagai ketua RT.

Dia mengatakan, pihak kepolisian kerap memerintah petugas keamanan di kompleksnya tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pengurus RT termasuk dirinya.

Bahkan, Seno mengungkapkan dirinya mengetahui insiden baku tembak itu ketika dirinya menontonnya di YouTube.

Hal ini pun membuat dirinya kesal karena justru tidak memperoleh laporan secara langsung.

"Sebetulnya terus terang saya justru membaca YouTube itu. Itu saya baru tahu loh, itu ada kaitannya dengan itu. Meskipun sebetulnya saya sudah agak ragu-ragu ada apa sih ini sebetulnya," katanya dikutip dari Tribunnews.

Sementara, terkait peristiwa penembakan itu, Seno mengatakan petugas keamanan kompleks yang sedang bertugas memang sempat mendengar bunyi letusan.

Hanya saja suara tersebut disangka berasal dari petasan lantaran saat itu menjelang adanya Hari Raya Idul Adha.

"Di sini ini biasanya menjelang Idul Adha atau tahun baru itu biasanya membunyikan kembang api. Jadi semuanya pada saat itu menyadari bahwa mereka itu menganggap petasan, bukan tembakan."

Sehingga tidak ada tindak lanjut seusai mendengar suara seperti petasan tersebut.

"Sehingga tidak ada tindak lanjut setelah mendengar itu tidak ada tindak lanjut, biasa-biasa saja," ujar Seno.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul CCTV di Sekitar Rumah Irjen Ferdy Sambo Diganti, Ini Alasan Polisi

Editor: Danang Risdinato
Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: Anggorosani Mahardika Siniwoko
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved