Konflik Rusia Vs Ukraina
Disebut Jokowi Lebih Berani dari Biden, Hati-hati 3 Risiko Ancaman Jokowi ke Rusia dan Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM - Banyak pihak yang menyoroti kedatangan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Rusia dan Ukraina.
Bahkan keputusan tersebut membuat Jokowi dianggap lebih berani dibanding Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.
Di sisi lain, kedatangan Jokowi ke kedua negara yang sedang konflik itu memiliki tiga risiko keamanan.
Dikutip dari Tribunnews.com, Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib, mengatakan Biden hanya berani mengomentari konflik Rusia Ukraina dari jauh.
Sementara Jokowi dengan berani menyambangi kedua negara yang sedang bersitegang.
"Jokowi lebih berani dari Joe Biden, karena Biden hanya bisa berkomentar dari jauh, sedangkan Jokowi datang langsung menemui dua pihak yang bertikai," kata Ridlwan Habib di Jakarta.
Baca: 14 Rudal Rusia Hantam Kiev Jelang Kunjungan Jokowi ke Ukraina, 1 Orang Tewas dan 4 Lainnya Terluka
Pihaknya juga mengatakan keputusan Jokowi itu menjadi sebuah tindakan yang strategis di tengah ketidakpastian global.
Bahkan rencana kedatangan Jokowi pun menjadi penantian bagi seluruh dunia.
"Dunia terancam krisis energi dan krisis pangan karena perang Ukraina dan Rusia, langkah Jokowi menemui kedua pemimpin negara itu benar-benar ditunggu publik dunia," kata Ridlwan.
Meski begitu, Ridwlan mengingatkan faktor keamanan Jokowi perlu diperhitungkan.
Pasalnya kunjungan tersebut memiliki tiga risiko keamanan.
Yang pertama yakni risiko colateral war atau dampatk yang tidak disengaja saat kunjungan.
Baca: Setibanya di Munich Jerman, Presiden Jokowi Disambut Masyarakat Indonesia
Pasalnya, Rusia masih terus melancarkan serangan ke Ukraina.
Sehingga bisa jadi secara tidak sengaja Jokowi terkena serangan rudal jarak jauh atau pesawat tempur.
"Mungkin tidak ditujukan pada Presiden Jokowi, tapi karena berada di kota yang sama, harus waspada dampaknya," ujar Ridlwan.
Kemudian, ancaman kedua datang dari pihak yang tidak menginginkan kedatangan Jokowi.
Pasalnya, jika berhasil maka Jokowi dianggap mempermalukan mereka.
Sementara ancaman risiko yang ketiga adalah saat kunjungan ke Rusia.
Ditakutkan terjadi serangan dari beberapa pihak pihak anti Rusia yang tidak menginginkan hubungan Indonesia Rusia berjalan baik.
"Walaupun bukan medan perang namun risiko di Kota Moskwa sama dengan Kota Kyiv," ujarnya.
Namun Ridlwan menjamin, tim pengamanan gabungan dapat menjaga Jokwoi sehingga menciptakan kunjungan yang bersejarah.
Diberitakan sebelumnya, Jokowi akan mengunjungi Rusia dan Ukraina pada akhir Juni 2022.
Jokowi akan menemui Putin dan Zelensky seusai kehadirannya ke Jerman untuk menghadiri KTT G7.
Sementara KTT G7 akan dilaksanakan pada 26-27 Juni 2022. (*)
(Tribun-video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Lebih Berani dari Biden, Biden Berkomentar dari Jauh, Jokowi Datang Langsung ke Rusia Ukraina
#Paspampres
#PasukanElit
#Jokowi
#Rusia
#Ukraina
#RusiaVSUkrina
#Perang
#NATO
#Persenjataan
#Invasi
Reporter: Maria Nanda Ayu Saputri
Video Production: Muh Rosikhuddin
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Ancaman Serius, CEO Rosatom Peringatkan Risiko Dampak Nuklir setelah Serangan di PLTN Bushehr Iran
Sabtu, 21 Maret 2026
Berita Terkini
Risiko Terlalu Besar, Washington Tarik Rencana Serangan AS ke Iran seusai Evaluasi Keamanan
Sabtu, 17 Januari 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Pakar Militer Connie Bakrie Wanti-wanti Risiko Serius TNI Tangani Terorisme, Akui Batas Harus Jelas
Jumat, 9 Januari 2026
Tribunnews Update
Mahfud MD Ingatkan Risiko Hukum Jika Ijazah Jokowi Tak Ditunjukkan di PN Ini soal Asli Atau Palsu
Rabu, 17 Desember 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Ketua Banggar Ingatkan Risiko Besar Redenominasi dan Soroti Pentingnya Sosialisasi sebelum 2027
Rabu, 12 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.