Jumat, 10 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Presiden Zelensky Akui Korban dari Ukraina Sangat Tinggi, Palagan di Severodonetsk bak Neraka

Selasa, 14 Juni 2022 17:55 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pertempuran untuk Severodonetsk "mengerikan".

Dilansir Evening Standard, saat berpidato Senin (13/6/2022) malam kepada rakyat Ukraina, Zelensky mengatakan korban jiwa dari pertempuran itu "sangat tinggi".

Ia juga berbicara tentang pentingnya strategis kota Severodonetsk, yang terletak di wilayah Donbas di Ukraina timur.

Berbicara di Telegram, Zelensky mengatakan:

"Korban manusia dari pertempuran ini sangat tinggi bagi kami."

"Ini benar-benar menakutkan."

Pasukan Rusia hampir sepenuhnya menduduki kota tersebut.

Baca: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Akui Seperlima Wilayah Negaranya Telah Dikuasai Militer Rusia

Hancurnya jembatan ke kota garis depan timur berarti warga sipil tidak bisa lagi dievakuasi.

Namun Haidai mengatakan masih ada beberapa "akses" ke kota itu.

Ia juga menyebut Rusia belum mendapatkan kendali penuh atas Severodonetsk.

"Sebagian masih di bawah kendali Ukraina," ujarnya.

Sementara itu, pasukan Ukraina yang masih ada di kota itu harus menyerah atau mati, kata seorang perwakilan militer Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri.

Severodonetsk, pusat manufaktur di wilayah Luhansk, adalah kunci dalam upaya Rusia untuk menaklukkan Donbas.

Kota itu akan menjadi salah satu kota terakhir di wilayah tersebut yang akan jatuh ke tangan Putin jika diambil alih.

Baca: Sosok Volodymyr Zelensky Diklaim Dapat Diadili atas Kejahatan Perang, Begini Kata Otoritas Donetsk

Severodonetsk telah dibombardir secara intens selama beberapa minggu terakhir saat pertarungan untuk menguasai Donbas semakin intensif.

Denis Pushilin, pemimpin separatis wilayah Donetsk Ukraina yang didukung Rusia, mengatakan telah terjadi peningkatan pertempuran dan penembakan di wilayah tersebut.

"Semua pasukan yang diperlukan, termasuk pasukan sekutu, termasuk pasukan Federasi Rusia, akan dilibatkan untuk melawan musuh," kata Pushilin.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov dikutip oleh kantor berita negara RIA Rusia mengatakan:

"Secara umum, perlindungan republik adalah tujuan utama dari operasi militer khusus ini."

Donetsk dan Luhansk adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengakui kedua wilayah itu sebagai negara merdeka menjelang invasinya ke Ukraina. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Palagan di Severodonetsk bak Neraka, Presiden Zelensky Akui Korban dari Ukraina Sangat Tinggi

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Riko Pulanggeni
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved