Senin, 13 April 2026

Terkini Daerah

Asesor UNESCO Datangi Rinjani untuk Tinjau Langsung & Beri Evaluasi soal Status Global Geopark

Sabtu, 4 Juni 2022 09:59 WIB
Tribun Lombok

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUN-VIDEO.COM - Dua orang asesor dari UNESCO, Henning Zellmer dan Oliver Gulas Woehri datang ke Lombok mengevaluasi Geopark Rinjani pada 29 Mei – 1 Juni 2022.

Kedatangan asesor ini untuk menilai perkembangan Geopark Rinjani sejak menyandang status UNESCO Global Geopark pada tahun 2018.

Dari hasil kunjungan kedua asesor di geosite-geosite, mereka mengapresiasi atas program yang dijalankan sejak tahun 2018 hingga saat ini.

Baca: Rinjani 100 2022 Diikuti 756 Peserta dari 29 Negara, Bupati Lotim Ungkap Kesiapan Penyelenggaraan

Ketika ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark pada tahun 2018, ada 4 (empat) rekomendasi yang diberikan UNESCO.

Empat rekomendasi inilah yang akan dinilai oleh dua orang asesor yang datang ke Geopark Rinjani. Empat rekomendasi itu adalah (1) strategi kerjasama, MoU, kerjasama formal antara Geopark Rinjani dengan mitra, (2) visibilitas, branding, logo UGGp, (3) networking, kontribusi Geopark Rinjani, dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, (4) promosi, dan keterkaitan seluruh aspek geologi meliputi geodiversity, biodiversity, dan culturaldiversity.

“Selama 4 hari di Lombok, asesor akan menilai keempat rekomendasi ini. Apakah sudah dijalankan dengan optimal atau belum. Mereka mengunjungi geosite-geosite, berdikusi, menilai dokumen, wawancara, dan melihat langsung perkembangan Geopark Rinjani di lapangan,’’ kata General Manager Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark, M Farid Zaini.

Dalam pemaparan di hadapan asesor, Farid memaparkan perkembangan empat rekomendasi yang diberikan UNESCO sejak tahun 2018.

Farid yang mulai memimpin Geopark Rinjani sejak pertengahan 2020 mengatakan, tantangan Geopark Rinjani selama 4 tahun ini cukup berat.

Baca: Event Rinjani 100 Lomba Lari di Lombok Timur Kembali Digelar setelah 2 Tahun Tertunda Imbas Pandemi

Ditetapkan pada bulan April 2018, tiga bulan kemudian Lombok diguncang gempa yang hebat. Belum selesai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada semua lini kehidupan.

Tapi berkat dukungan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, empat rekomendasi itu bisa dijalkan dengan optimal. Bahkan muncul inovasi di tengah pandemi.

“Tantangan pertama ketika gempa, berbagai fasilitas yang sudah dibangun pemerintah rusak parah. Termasuk berbagai signboard Geopark Rinjani,’’ kata Farid memberikan contoh.

Begitu juga ketika pandemi Covid-19 berbagai pembatasan dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Kegiatan-kegiatan tertunda, bukan semata dana dipakai untuk mengatasi pandemi, tapi juga pergerakan orang terbatas.

Baca: Tokoh Avangers Captain America dan Kartun Lainnya, Tutup Operasi Keselamatan Rinjani 2022 di Loteng

“Muncul inovasi menyelenggarakan kegiatan secara online yaitu Geotourism Festival pada tahun 2020, dan pada 2021 diselenggarakan lagi secara hybrid. Ini adalah kegiatan pertama di Indonesia,’’ kata Farid.

Untuk rekomendasi pertama, selama empat tahun Badan Pengelola Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark sudah menjalin 20 kerja sama.

Institusi mitra itu dari UNESCO Global Geopark yang ada di Indonesia maupun di luar negeri, organisasi kepariwisataan, organisasi profesi, perguruan tinggi, NGO, dan komunitas-komunitas lokal. Bukan semata kerja sama, beberapa kegiatan juga sudah dilaksanakan bersama mitra-mitra itu.

Untuk rekomendasi kedua, visibilitas ditekankan oleh UNESCO untuk mengenalkan kawasan Geopark Rinjani. Beberapa fasilitas yang dibangun sebelum gempa rusak parah, beberapa fasilitas juga sudah mulai rusak.

Karena itulah, proses perbaikan sarana prasarana penunjang visibilitas itu dilakukan secara bertahap.

Baca: Rinjani 100 2022 Diikuti 756 Peserta dari 29 Negara, Bupati Lotim Ungkap Kesiapan Penyelenggaraan

“Tapi sebagian sudah diperbaiki dan secara umum visibilitas Geopark Rinjani sudah bagus. Asesor memberikan masukan positif untuk beberapa lokasi perlu ditambahkan lagi. Misalnya di Aik

Berik sudah bagus papan informasi dan interpretasi, nah ke depannya perlu ditambahkan lagi informasi ekosistem yang ada di kawasan itu,’’ kata Farid. (*)

Baca juga berita terkait di sini

# UNESCO # UNESCO Global Geopark # Geopark # Rinjani

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribun Lombok

Tags
   #UNESCO   #UNESCO Global Geopark   #Geopark   #Rinjani

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved