Konflik Rusia Vs Ukraina
Tolak Perintah Perang di Ukraina, Ratusan Tentara Rusia Dipecat Vladimir Putin
TRIBUN-VIDEO.COM - Ratusan tentara Garda Nasional Rusia resmi dipecat oleh Presiden Rusia Vladimir Putin karena menolak perintah untuk berperang di Ukraina.
Tentara Garda Nasional bernama Rosgvardia itu diketahui sebagai pasukan pengawal pribadi dari Putin.
Tetapi, sebagian besar anggota garda nasional tersebut kini dipecat.
Pengadilan militer di republik selatan Rusia Kabardino-Balkaria membenarkan pemecatan kepada 115 tentara pada Rabu (25/5/2022) lalu.
Pemecatan tersebut resmi dilakukan mereka mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Keputusan pengadilan menyatakan pasukan "secara sewenang-wenang" membuat keputusan mereka dengan "menolak untuk melakukan tugas resmi", dikutip dari Newsweek, Minggu (29/5/2022).
Sebagian pasukan domestik yang terpisah dari militer Rusia, dilaporkan memilih untuk kembali ke pangkalan mereka di Rusia.
Meskipun Rusia tampaknya sebagian besar mendukung tindakan Putin di Ukraina, tetapi muncul tanda-tanda ketidakpuasan dan oposisi sejak awal invasi skala penuh pada Februari.
Pada hari-hari awal perang, ribuan pengunjuk rasa anti-perang ditangkap oleh otoritas Rusia di seluruh negeri.
Beberapa anggota parlemen dan anggota elit Rusia juga secara terbuka menentang serangan terhadap Ukraina.
Baca: Indomie Goreng Ditemukan di Tempat Persembunyian Tentara Ukraina yang Berperang Lawan Pasukan Rusia
Kemudian, awal pekan ini, media Rusia melaporkan selama pertemuan Majelis Legislatif Primorsky Krai Rusia di ujung timur negara itu, seorang anggota faksi Partai Komunis, Leonid Vasyukevich, meminta Putin untuk menghentikan perang selama berbulan-bulan dan untuk menarik pasukannya dari negara Eropa Timur.
"Kami memahami bahwa jika negara kami tidak menghentikan operasi militer, akan ada lebih banyak anak yatim di negara kami," kata Vasyukevich.
"Selama operasi militer, orang-orang muda yang dapat membawa manfaat besar bagi negara kita mati dan menjadi cacat. Kami menuntut penarikan segera pasukan Federasi Rusia," tambahnya.
Menanggapi hal itu, gubernur setempat, Oleg Kozhemyako menuduh Vasyukevich telah memfitnah tentara Rusia dan para pembela yang berperang melawan Nazisme.
Baca: Rusia Kepung Sievierodonetsk Kota Terbesar di Donbass setelah Jebak Pasukan Ukraina Berhari-hari
Kozhemyako juga menyebut politisi komunis itu sebagai "pengkhianat".
Vasyukevich dan seorang rekannya, Gennady Shulga, kemudian dilaporkan dikawal keluar dari pertemuan tersebut.
Lebih lanjut, mereka dikabarkan tidak diberi hak pilih selama sidang berlangsung.
Seperti diketahui, invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki hari ke-95, Minggu (29/5/2022).
Berikut ini Tribunnews.com rangkum sejumlah peristiwa yang terjadi selama invasi Rusia ke Ukraina di hari ke-95, dikutip The Guardian.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Putin Pecat Ratusan Tentara Nasional Rusia karena Tolak Perintah Perang di Ukraina
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Tribun Video Update
Serangan Multi-sumbu Iran Hantam Berbagai Wilayah Israel, 100 Rudal Berat & 200 Artileri Diluncurkan
Kamis, 2 April 2026
Tribun Video Update
Gelombang Serangan Ke-89 Iran Lancarkan Operasi Terkoordinasi Besar Rudal Balistik-Drone & Artileri
Kamis, 2 April 2026
Mancanegara
Israel Lepas Tangan! Ogah Bantu Amerika Serikat Perang Darat Lawan Iran, Takut Lawan Resiko?
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
10 Salvo Rudal Iran Gempur Wilayah Israel Tengah hingga Utara, Ledakan Besar Terjadi di Metropol
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Reaksi Donald Trump Diprotes 'No Kings', Balik Tuduh Masyarakat Ingin Penjahat Masuk Amerika Serikat
Kamis, 2 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.