Selasa, 19 Mei 2026

Terkini Daerah

Buntut Ditemukannya 6 Kasus Positif & 63 Suspek PMK, 7 Pasar Hewan di Klaten Ditutup Selama 14 Hari

Rabu, 25 Mei 2022 12:21 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah menutup sementara tujuh pasar hewan selama 14 hari, terhitung dari tanggal 25 Mei hingga 7 Juni 2022 mendatang.

Hal ini guna mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah tersebut.

Ketujuh pasar hewan itu antara lain Pasar Hewan Prambanan, Pasar Hewan Jatinom, Pasar Hewan Wedi, Pasar Hewan Pedan, Pasar Hewan Cawas, Pasar Hewan Bayat dan Pasar Hewan Plumbon.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten Widiyanti mengatakan, penutupan sementara tujuh pasar hewan ini menyusul ditemukannya enam hewan ternak terkonfirmasi positif PMK.

Selain itu terdapat 63 ternak suspek PMK.

Baca: Penyakit Mulut dan Kuku Merambah Hewan Ternak di Kota Mataram, 10 Sapi Dikonfirmasi Terjangkit PMK

"Sampai dengan kita rapat tadi pukul 12.00 WIB untuk konfirmasi ternak yang terkena PMK ada enam dan suspek ada 63 ternak," kata Widiyanti dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (24/5/2022) malam.

Widiyanti mengatakan hewan ternak yang positif dan suspek PMK tersebar di enam kecamatan, yakni Kemalang, Karanganom, Jatinom, Manisrenggo, Tulung dan Gantiwarno.

Menurutnya jumlah kasus positif dan suspek tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan populasi ternak yang ada di Kabupaten Klaten masih rendah.

Namun, dengan bertambahnya kasus dan virus PMK yang mudah menular melalui udara, maka dilakukan penutupan sementara pasar hewan.

Baca: Wabah PMK pada Hewan Ternak Meningkat, Bupati Lombok Tengah Alokasikan Anggaran Pengobatan Gratis

Dia mengatakan hasil investigasi menunjukkan bahwa kasus PMK yang ditemukan di Kabupaten Klaten sebagian besar berasal dari pembelian ternak di pasar hewan.

"Bukan satu lokasi saja tapi beberapa lokasi desa yang ada kasusnya hampir seperti itu. Dengan kondisi seperti itu menunjukkan sebagai pusat penyebarannya itu paling dominan itu ada di pasar hewan. Karena mobilitas hewan yang tinggi mungkin bukan hanya dari internal kabupaten, tapi di luar Kabupaten Klaten," ungkap dia.

Pemda pun telah menerbitkan surat edaran No 524/283/26 tentang Penutupan Sementara Pasar Hewan se-Kabupaten Klaten.

"Harapannya penyebaran virus PMK melalui mobilitas ternak ini bisa lebih ditekan. Sehingga tidak ada penyebaran-penyebaran ke wilayah lain," ungkap dia.

Baca: Sudah 810 Ternak Warga di Sumbar Terinfeksi PMK, Ada 1 Ekor Kambing di Pasaman Barat

Lebih lanjut, Widiyanti menyampaikan hewan ternak yang terkonfirmasi dan suspek PMK langsung dilakukan isolasi dan pengobatan.

Dengan begitu tidak menular ke ternak lainnya.

"Untuk menekan penyebaran virus kita lakukan isolasi tapi mandiri di kandangnya masing-masing. Kami imbau masyarakat yang ternaknya sakit untuk tidak mengeluarkan ternaknya dulu dari kandangnya," kata Widiyanti.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Ada Kasus Positif dan Suspek PMK, 7 Pasar Hewan di Klaten Ditutup Selama 14 Hari

# Pasar Hewan # Penanganan PMK # wabah pmk # Pencegahan PMK

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved