Selasa, 28 April 2026

KATA NETIZEN

Viral Kabar Kasus Rudapaksa Mandek 2 Tahun di Sragen: Ayah Diteror & Korban Dibully, Ini Kata Polisi

Senin, 23 Mei 2022 12:57 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Viral di media sosial berita soal kasus rudapaksa di Sragen, Jawa Tengah yang mandek selama dua tahun.

Ayah korban, D pun mengaku sudah pontang-panting mencari keadilan untuk anaknya.

Sang anak, W (11) yang waktu itu masih berusia 9 tahun menjadi korban rudapaksa tiga pria di sebuah rumah kosong.

Baca: 8 Pemuda secara Bergilir Rudapaksa 2 Gadis di Bawah Umur, Polisi Ungkap Kasus Hanya dalam 2 Jam

Satu di antara terduga pelaku ialah tetangga korban, yang juga pelatih di salah satu perguruan silat yang ada di Sragen.

Sedangkan dua pelaku lainnya tak dikenal.

Kasus anaknya yang sudah dilaporkan ke Polres Sragen belum ada titik terang hingga kini, meski sudah pernah melakukan gelar perkara di Polda Jawa Tengah.

Siapa pelakunya kini masih abu-abu, dan polisi masih mencari bukti yang cukup untuk penetapan tersangka.

Ditemui wartawan seusai mendampingi sang anak memberi keterangan di Polres Sragen pada Kamis (19/5/2022), D mengaku sering mendapat intimidasi dari beberapa pihak.

D menyebutkan intimidasi datang dari beberapa pihak, termasuk seorang yang katanya 'pejabat daerah' dan oknum anggota perguruan silat.

Intimidasi juga dibawa ke dalam pekerjaan D, yang awalnya sempat bekerja di salah satu pabrik.

Pabrik tempatnya bekerja sempat didatangi seseorang yang mengancam apabila pabrik tidak memecat D, maka izin operasi akan dicabut.

Baca: 2 Gadis Dirudapaksa 8 Pemuda Selama 3 Hari, Pelaku Berhasil Diamankan & 1 Orang Masih di Bawah Umur

Mengetahui hal tersebut, D mengundurkan diri dan kini ia kesulitan untuk mencari nafkah.

Belum lama ini, menurut D gerobak jualan cilok dagingnya yang terparkir di Gabugan, Tanon ditabrak orang tak dikenal yang menggunakan kaos berlogo perguruan silat yang bersangkutan.

Gerobaknya ditabrak sekitar dua minggu lalu, tepat satu hari kembali dilaksanakannya gelar perkara di Polda Jawa Tengah, pada awal April 2022 lalu.

Selain itu, ibu korban juga sempat diteror hingga nyaris terperosok ke sawah saat naik motor.

Tak hanya dialami D dan sang istri, sang anak W sendiri ternyata juga sering mendapat rundungan dari teman dan kakak kelasnya.

Intimidasi tersebut dilakukan agar D mau menutup kasus tersebut dan bersedia damai dengan diberikan sejumlah uang.

Baca: Kronologi Guru Ngaji di Garut Cabuli Dua Lansia Sesama Jenis, Paksa hingga Dorong untuk Rudapaksa

D pun bersikeras akan terus melanjutkan kasus tersebut, sampai sang anak mendapat keadilan.

D menuturkan W masih ketakutan jika bertemu dengan para pelaku, termasuk ketika menjalani pemeriksaan di Mapolres Sragen pada Kamis (19/5/2022) pagi.

Pengacara W yang juga merupakan Direktur LBH Mawar Saron Solo, Andar Beniala Lumbanraja mengatakan bahwa W sempat menangis saat hendak diperiksa.

Andar menuturkan pada aksi rudapaksa yang pertama, W sempat diancam jika tidak mau melayani, pelaku akan melakukan hal buruk pada ayah dan ibunya.

Dengan ancaman itulah, W yang saat itu masih berusia 9 tahun menjadi ketakutan dan terpaksa melayani terduga pelaku.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menjelaskan kasus tersebut masih ditangani serius tim penyidik reskrim di Polres Sragen.

Upaya agar pengembangan kasus tersebut bisa optimal, terus dilakukan pihak kepolisian.

Baca: 2 Kakek Usia 70 Tahun dan 79 Tahun Jadi Korban Rudapaksa Guru Ngaji di Garut, Mengaku Dapat Wangsit

Ia menegaskan, kasus ini tetap diusut secara serius, namun penuh kehati-hatian agar keadilan ditegakkan.

Bagaimana menurutmu Tribunners terkait blunder kasus rudapaksa ini? Tulis komentarmu di bawah ya. (*)

Baca juga berita terkait di sini

# Kata Netizen # rudapaksa # Sragen # Perguruan Silat

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Muhammad Askarullah
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Kata Netizen   #rudapaksa   #Sragen   #Perguruan Silat

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved