TRIBUN SOLO UPDATE
Hari Terakhir McDonald's Dibuka di Rusia, Ratusan Warga Membludak, Rela Berkendara Sepanjang 250 KM
TRIBUN-VIDEO.COM - Ratusan warga Rusia rela mengantre, bahkan ada yang sampai berkendara sepanjang 250 kilometer di hari terakhir restoran McDonald's dibuka di negara itu pada Selasa (17/5).
Perusahaan yang beroperasi di Rusia selama 30 tahun itu, akhirnya memutuskan untuk hengkang dari Rusia akibat invasi Moskwa ke Ukraina.
Bahkan, perusahaan burger terbesar dunia itu akan menjual 84 persen asetnya di Rusia.
Dikutip dari Kompas.com pada Rabu (18/5), tampak ratusan orang rela berdesakan demi mendapatkan Big Mac terakhirnya.
Keluarnya McDonald's dari Rusia mengakhiri babak di mana perusahaan AS tersebut mulai menyajikan burgernya di Uni Soviet.
Diketahui, McDonald's telah memulai kariernya pada 1990 sebagai simbol kapitalisme Amerika.
Diketahui, pada Maret, McDonald's telah memutuskan untuk menutup sementara restorannya di negara itu.
Baca: Tak akan Biarkan Perang Dunia III Pecah, Rusia Ultimatum Negara yang Berniat Menyerang
Termasuk gerai di Pushkin Square yang ikonik di pusat kota Moskwa.
Gerai tersebut memecahkan rekor global saat dibuka pada 31 Januari 1990.
Pasalnya, lebih dari 30.000 orang mengantre untuk membeli Big Mac seharga 3 rubel.
Seorang warga Rusia, Irina (32) mengatakan, selama perang gerai McDonald's hanya beroperasi di beberapa tempat.
“McDonald's hanya beroperasi di beberapa tempat sekarang,” katanya.
Ia mengaku, rela mengantre lantaran merindukan menu andalan McDonald's tersebut.
“Saya merindukan McDonald's, jadi ketika saya hendak pergi ke St Petersburg, saya mampir dan memanjakan diri saya dengan Big Mac,” sambung Irina.
Baca: Detik-detik Pertempuran di Sungai Seversky Donetsk, Pasukan Ukraina Dicegat Tank hingga Sniper Rusia
Sebagai informasi, McDonald's berencana untuk menjual hampir 850 restorannya di Rusia kepada pengusaha lokal.
Masa depan dari gerai yang tersisa, yang dioperasikan oleh pewaralaba, dikabarkan sudah tidak jelas.
Pemilik baru tidak akan diizinkan untuk menggunakan nama, logo, merek, dan menu McDonald's.
Hal tersebut membuat beberapa orang Rusia khawatir kualitasnya akan menurun.
Seorang warga Rusia lainnya, Alla (21) turut mengantre bersama ratusan warga lain untuk menikmati menu-menu McDonald's terakhirnya.
“Saya membaca kemarin bahwa McDonald's akan segera tutup dan dibuka dengan nama baru. Jadi saya bergegas ke sini hari ini untuk membeli burger keju, milkshake, dan kentang goreng favorit saya,” kata Alla (21).
(Tribun-Video.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Hari-hari Pamungkas McDonald's di Rusia, Antre Panjang untuk Big Mac Terakhir, Rela Berkendara 250 Km
# TRIBUN SOLO UPDATE # McDonalds # Rusia # Ukraina
Reporter: Sandy Yuanita
Sumber: Kompas.com
Terkini Nasional
Deal Energi! Bahlil Ungkap RI Dapat Pasokan Minyak Rusia Usai Pertemuan Prabowo-Putin
4 hari lalu
Mancanegara
Indonesia Dapat Pasokan Minyak Mentah dari Rusia, Bahlil Lahadalia Pastikan Minyak Aman
4 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Menteri ESDM Bahlil Bertemu Utusan Putin, Klaim Rusia Siap Suplai Minyak Mentah Rusia ke Indonesia
4 hari lalu
Terkini Nasional
Prabowo Putin Bertemu! Indonesia Bergerak Cepat Hadapi Ancaman Krisis Energi Global!
4 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: Rusia Disebut Bantu Militer Iran, Tentara Israel Sekarat Diledakkan
4 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.