TRIBUN SOLO UPDATE
850 Restoran McDonald's akan Angkat Kaki dari Rusia, Imbas Krisis Kemanusiaan Perang di Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM - Perusahaan burger raksasa asal Chicago, McDonald's akan menutup seluruh restorannya yang berada di Rusia.
Tak main-main, ada sekitar 850 restoran yang akan dijual akibat dampak krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang di Ukraina.
Bahkan, McDonald's di Rusia telah kehilangan omzet hingga jutaan dolar setiap bulannya pasca konflik Rusia-Ukraina.
Dikutip dari VoaIndonesia.com pada Selasa (17/5), Presiden dan CEO McDonald's, Chris Kempczinski membenarkan informasi itu saat dikonfirmasi pada Senin (16/5) lalu.
Ia mengatakan, hal ini dilakukan dalam langkah mengakhiri era optimisme.
Serta, menambah isolasi terhadap Rusia atas perang yang dilancarkannya di Ukraina.
Dikatakan olehnya, hal ini merupakan 'keputusan mahal' yang berulang kali dipertimbanhkan.
Baca: Viral Burger McDonalds Dijual Seharga Rp 1,9 Juta, Disebut Barang Langka hingga Bungkus Juga Dijual
Dia mengatakan, pihaknya akan mencari pembeli yang akan mempekerjakan 62.000 pekerjanya di Rusia.
Sementara, McDonald's akan terus membayar para pekerjanya sampai kesepakatan baru tercapai.
“Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa menyediakan akses ke makanan dan terus mempekerjakan puluhan ribu warga biasa, tentu saja merupakan hal yang benar untuk dilakukan,” katanya.
Chris Kempczinski mengaku, ini adalah pertama kalinya perusahaan itu hengkang dari semua restorannya di Rusia.
Kendati demikian, McDonald’s juga akan mempertahankan merek dagangnya di Rusia.
Bahkan, pihaknya akan mengambil langkah hukum jika nantinya ada unsur penyalahgunaan.
Sebagai informasi, awal Maret lalu McDonald’s mengatakan, perusahaan itu menutup sementara restorannya di Rusia.
Baca: Uniqlo hingga McDonalds Masih Beroperasi di Rusia, Muncul Kritik di Medsos sampai Ajakan Boikot
Tetapi, pihaknya akan terus membayar karyawannya.
Kemudian akhir bulan lalu, perusahaan mengatakan kehilangan $ 55 juta per bulan karena penutupan restoran tersebut.
McDonald’s juga kehilangan persediaan dana senilai $ 100 juta.
Disisi lain, McDonald’s juga telah menutup 108 restoran di Ukraina dan terus membayar karyawannya di sana.
Chris Kempczinski mengatakan, keluar dari Rusia tidak akan mengubah perkiraannya untuk menambah 1.300 restoran tahun ini.
Dimana yang akan berkontribusi sekitar 1,5 persen pada pertumbuhan penjualan di seluruh perusahaan itu.
Dikabarkan bulan lalu, McDonald’s Corp melaporkan pendapatan sebesar $ 1,1 miliar pada kuartal pertama.
Mengingat, periode yang sama setahun sebelumnya ada di angka sekitar $ 1,5 miliar.
Melalui perdagangan sore hari, pada Senin (16/5) lalu, saham McDonald’s turun sebesar 21 sen menjadi $ 244,83.
(Tribun-Video.com/VoaIndonesia.com)
Artikel ini telah tayang di VoaIndonesia.com dengan judul McDonald's Hengkang dari Rusia
# TRIBUN SOLO UPDATE # McDonalds # Rusia # Ukraina
Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: Anggorosani Mahardika Siniwoko
Sumber: VOA
Tribunnews Update
Menlu Rusia Lavrov Kecam Serangan Israel: Gencatan Senjata AS-Iran Wajib Berlaku untuk Lebanon
Jumat, 10 April 2026
Mancanegara
Rusia Murka! Langsung Telepon Menlu Iran Bahas Israel Langgar Gencatan Senjata, Zionis Diperingatkan
Jumat, 10 April 2026
Mancanegara
Rusia Murka! Langsung Telepon Iran seusai Israel Langgar Gencatan Senjata
Jumat, 10 April 2026
Mancanegara
PUTIN UMUMKAN GENCATAN SENJATA selama Paskah Ortodoks saat Perang Rusia Ukraina Masuk Hari ke-1.507
Jumat, 10 April 2026
Mancanegara
Rusia Murka! Langsung Telepon Iran seusai Israel Langgar Gencatan Senjata, Ancaman Keras Diluncurkan
Jumat, 10 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.