TRIBUNNEWS UPDATE
Dunia Kripto Sedang Terguncang, Harga Terra Luna Anjlok dari Jutaan hingga Rp 87
TRIBUN-VIDEO.COM - Pergerakan mata uang kripto Terra (LUNA) menjadi perbincangan hangat belakangan ini.
Pasalnya, harga token Luna dilaporkan anjlok hampir 99 persen dalam 24 jam terakhir.
Terra Luna bukan istilah yang asing lagi dalam industri kripto dunia.
Dikutip dari Kompas.com, Terra adalah proyek jaringan (network) blockchain yang didirikan oleh Daniel Shin dan Do Kwon pada tahun 2018.
Keduanya membangun Terra networks melalui perusahaan pengembang blockchain berbasis di Korea Selatan yang bernama Terraform Labs.
Baca: Pasar Aset Kripto Bergerak di Zona Hijau, Terra Luna Malah Ambles Tajam hingga 53,5 Persen
Jaringan Terra memungkinkan pengembang blockchain untuk membangun blockchains dan DApps khusus untuk berbagai kasus penggunaan.
Biasanya yang berfokus pada DeFi (decentralized finance), proyek non fungible-token (NFT), dan aplikasi Web 3.0.
Terra network juga terhubung dengan jaringan utama lainnya, seperti Ethereum, Binance Smart Chain, dan Harmony.
Terra network kemudian melahirkan dua aset kripto utama, yaitu Terra USD (disebut juga "UST") sebagai stablecoin dan Terra (LUNA) sebagai token.
Dengan begitu, Terra Luna merupakan token kripto yang didirikan oleh Terraform Labs.
Menurut pantauan situs CoinMarketCap, harga token Luna hanya sebesar 0,005990 dollar AS pada Jumat (13/5) hari ini.
Jumlah tersebut setara dengan Rp 87 per keping koin, atau turun 99,42 persen dalam perdagangan bursa kripto 24 jam terakhir.
Baca: Resmi! Berlaku 1 Mei, Transaksi Kripto di Indonesia Bakal Kena Pajak 0,1 Persen
Padahal, pada April 2022, Terra Luna sempat mencapai harga tertinggi senilai 119 dollar AS (Rp 1,7 juta) per keping koin.
Penurunan ini makin diperburuk oleh TerraUSD (UST-USD) yang kehilangan 1 dolar AS pada Rabu kemarin.
Hal ini menjadi penurunan Terra yang kedua kalinya di tahun 2022.
Melihat situs CoinDesk pada Jumat siang, harga UST berada di level 0,113679 dollar AS, atau setara Rp 1.665.
Hal ini terjadi setelah jumlah UST yang dikelola platform Decentralized Finance (DeFi), Anchor, amblas dari 14 miliar dollar AS ke 8 miliar dollar AS.
Akibatnya, investor kemungkinan banyak yang menukar stablecoin UST ke token Luna.
Ini akan membuat ketersedian token Luna membludak, sehingga harganya ikut anjlok.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Terra Luna Coin, Mengapa Harganya Anjlok dari Jutaan hingga Tinggal Rp 87?"
# mata uang kripto # Terra Luna # blockchain
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Sigit Setiawan
Sumber: Kompas.com
Live Update
Trump Beri Ampunan Pada Raja Kripto Bersamaan dengan Peluncuran Mata Uang Kripto Milik Pribadinya
Selasa, 28 Oktober 2025
HOT TOPIC
Peluang Pemanfaatan Teknologi Blockchain di Berbagai Industri - INVEST CORNER UKWMS
Senin, 24 Juni 2024
Terkini Nasional
Elon Musk Ganti Logo Twitter Jadi Anjing Shiba Inu Dogecoin Lambang Mata Uang Kripto, Apa Alasannya?
Kamis, 6 April 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.