Sabtu, 11 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Kericuhan Massa Memanas Imbas Krisis, Sri Lanka Perintahkan Tembak di Tempat Padamkan Kerusuhan

Rabu, 11 Mei 2022 14:30 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Sri Lanka memberikan kewenangan kepada pasukan tentara dan polisi agar menembak di tempat terhadap massa yang melakukan kericuhan dan kekerasan.

Sebagaimana diketahui, krisis ekonomi yang makin parah di Sri Lanka membuat gelombang massa unjuk rasa semakin besar.

Dikutip dari Aljazeera.com pada Rabu (11/5/2022), pemerintah Sri Lanka akhirnya mengambil langkah tegas kepada massa yang membuat kericuhan.

Bahkan, tindakan massa makin brutal yang disertai aksi kekerasan.

Militer dan polisi diberikan kewenanga untuk menangkap orang tanpa surat perintah.

Hal itu berlaku sehari setelah pengunduran diri Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa pada Senin (10/5/2022).

Kementerian Pertahanan Sri Lanka menjelaskan, penembakan di tempat ini ditujukan kepada siapa pun yang menjarah properti publik.

Mereka yang bertindak kekerasan hingga tewas juga akan dikenai tembak di tempat oleh pasukan militer dan polisi.

"Pasukan keamanan telah diperintahkan untuk menembak di tempat siapa pun yang menjarah properti publik atau menyebabkan korban jiwa," kata kementerian pertahanan.

Diktahui, negara selatan India itu sedang berjuang melawan krisis ekonomi terburuk.

Selama berminggu-minggu terjadi demo besar terhadap pemerintah.

Kerusuhan terjadi sejak Maret 2022.

Demo massa terkadang berubah menjadi aksi kekerasan sebagai respons atas kesalahan pemerintah yang salah menangani krisis ekonomi.

Bahkan, krisis di tahun ini terburuk sejak Sri Lanka merdeka dari Inggris pada 1948.

Rakyat Sri Lanka mengalami kelangkaan bahan bakar, makanan dan obat-obatan.

Krisis ini pula membuat Perdana Menteri Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa telah mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Gotayoba Rajapaksa pada Senin (10/5/2022).

Sementara itu, untuk mengatasi masalah ini, Sri Lanka telah mengadakan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Hal ini untuk mendapatkan fasilitas pendanaan segera.

Selain itu, kerja sama Sri Lanka dengan IMF untuk merencanakan penyelamatan jangka panjang.

Meskipun kemajuan tersebut akan tergantung pada negosiasi restrukturisasi utang dengan kreditur.

Setiap rencana jangka panjang akan memakan waktu setidaknya enam bulan untuk dijalankan.

(Tribun-Video.com/ Aljazeera.com)

# kericuhan # Mahinda Rajapaksa # Sri Lanka

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved