Rabu, 8 April 2026

Mancanegara

Intel AS Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia: Ada Misi Rahasia Pemerintahan Joe Biden

Sabtu, 7 Mei 2022 10:13 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Keberhasilan Ukraina dalam menargetkan kapal perang berharga milik Rusia pada April lalu dengan rudal jelajah anti-kapal mereka ternyata ada peran Amerika Serikat (AS).

Dilansir Tribunnews.com, pasukan Ukraina awalnya melihat kapal perang Rusia di Laut Hitam.

Kemudian, mereka menghubungi pihak Amerika untuk mengonfirmasi kebenarannya.

AS pun menjawab bahwa benar itu kapal milik Rusia dan memberikan informasi dari intelijen mereka tentang lokasinya.

Hal ini disampaikan oleh seorang sumber kepada CNN, Kamis (5/5/2022).

Namun, tidak diketahui apakah AS tahu Ukraina hendak menyerang kapal itu dan ada keterlibatan AS dalam aksi penyerangan.

Alhasil, kapal perang Rusia itu tenggelam setelah dihantam dua rudal jelajah Ukraina pada 14 April yang disebut memberikan pukulan berat bagi militer Rusia.

Cerita ini pertama kali disampaikan oleh NBC News, yang menandakan sikap pemerintahan Joe Biden yang semakin condong ke depan dalam membantu Ukraina melalui intelijennya.

Disebut-sebut, hal ini merupakan perubahan kebijakan yang lebih luas untuk membantu Ukraina mengalahkan Rusia dan melemahkan militernya.

Seperti diketahui, AS selama berbulan-bulan telah memberikan intelijen kepada pasukan Ukraina tentang pergerakan pasukan Rusia di Ukraina.

Baca: Tentara Ukraina Tak Diberi Minum 3 Hari oleh Komandan, Geram Dijadikan Tameng Manusia oleh Atasan

Termasuk mengenai komunikasi tentang perencanaan militer Rusia.

Hal ini memberikan keuntungan bagi Ukraina untuk menyadari kemungkinan mereka lebih memahami ancaman yang ditimbulkan oleh kapal-kapal Rusia di Laut Hitam.

Sebab, kapal-kapal tersebut banyak menembakkan rudal ke wilayah Ukraina.

Namun, AS tidak memberikan informasi seluas itu kepada Ukraina.

"Ada juga batasan yang jelas atas apa yang akan dibagikan AS," kata seorang sumber kepada CNN.

Misalnya, AS sejauh ini menolak memberikan informasi kepada Ukraina tentang target potensial di dalam Rusia sendiri.

Sementara, intelijen yang dibagikan AS tentang pergerakan pasukan Rusia di Ukraina mencakup perincian seperti kendaraan dan jenis personel di lokasi tertentu.

Hingga kini, AS belum memberi Ukraina intelijen tentang keberadaan para pemimpin militer Rusia tertentu, kata para pejabat.

"Kami tidak memberikan informasi intelijen tentang lokasi pemimpin militer senior di medan perang atau berpartisipasi dalam keputusan penargetan militer Ukraina," kata Sekretaris Pers Pentagon, John Kirby kepada wartawan, Kamis.

Kirby menambahkan, Ukraina juga mengorek informasi dari sumber lain dan membuat keputusannya sendiri.

"Ukraina menggabungkan informasi yang kami dan mitra lain berikan dengan intelijen yang mereka kumpulkan di medan perang, dan kemudian mereka membuat keputusan sendiri, dan mereka mengambil tindakan mereka sendiri," kata Kirby.

Baca: Rusia Tegaskan Tak akan Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina, Menteri Putin: Tidak Sesuai Tujuan Invasi

Intel AS Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia

Intelijen Amerika Serikat membantu Ukraina untuk membunuh jenderal Rusia.

Hal ini diungkap oleh pejabat senior Amerika Serikat (AS), The New York Times melaporkan.

Bantuan penargetan dari AS adalah bagian dari upaya rahasia pemerintahan Joe Biden untuk memberikan intelijen medan perang real-time ke Ukraina.

Intelijen itu juga mencakup antisipasi pergerakan pasukan Rusia, di mana menurut AS, Moskow mempunyai rencana pertempuran rahasia di wilayah Donbas di Ukraina timur, kata para pejabat.

Para pejabat menolak untuk merinci berapa banyak jenderal yang tewas akibat bantuan AS.

Namun sejauh ini pejabat Ukraina melaporkan pihaknya telah membunuh sekitar 12 jenderal Rusia di garis depan.

AS telah berfokus pada penyediaan lokasi dan rincian lain tentang markas bergerak militer Rusia, yang sering berpindah-pindah.

Pejabat Ukraina telah menggabungkan informasi geografis itu dengan intelijen mereka sendiri untuk melakukan serangan artileri dan serangan lain yang telah membunuh jenderal Rusia.

Menteri Pertahanan Lloyd J Austin III melangkah lebih jauh dengan mengatakan pada bulan lalu bahwa pihaknya ingin melihat Rusia melemah ke tingkat yang tidak dapat melakukan hal-hal seperti yang telah dilakukan dalam menginvasi Ukraina.

Ditanya tentang intelijen yang diberikan kepada Ukraina, John F Kirby, juru bicara Pentagon, mengatakan mereka tidak akan berbicara secara rinci tentang informasi itu.

Akan tetapi Kirby mengakui bahwa AS memberi Ukraina informasi dan intelijen yang dapat digunakan untuk membela diri. (Tribunnews.com/Maliana/Rica Agustina)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Selain Bantu Bunuh Jenderal Rusia, Intelijen AS Juga Bantu Ukraina Serang Kapal Perang Rusia

#Peran Amerika Serikat #Serangan Ukraina #Kapal Perang Rusia #Invas iRusia #Konflik Rusia-Ukraina # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Muhammad Askarullah
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved