Terkini Daerah
Wali Kota Tarakan Pantau Stok dan Harga Pangan di Pasar Gusher, Paling Tinggi di Daging Sapi Lokal
TRIBUN-VIDEO.COM, TARAKAN – Memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga di Pasar Gusher, Wali Kota Tarakan bersama rombongan BI Kaltara, Balai Pom di Tarakan dan kepala OPD di lingkungan Pemkot Tarakan melakukan sidak, Jumat (29/4/2022) pagi tadi.
Sejumlah pedagang didatangi dan ditanya mengenai kondisi stok dan harga yang diterapkan di Pasar Gusher menjelang H-3 Idul Fitri 1443 Hijriah.
Seusai melakukan pemantauan langsung, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes yang ditemui awak media ini mengungkapkan secara umum beberapa produk khususnya daging sapi, ayam, ikan dan cabai serta telor memang relatif ada kenaikan.
Itu biasanya lanjut Khairul, dampak dari harga psikologis yang terjadi menjelang hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru.
“Sebenarnya mereka pedagang kecenderungan menaikkan harga sedikit karena mumpung masih mau lebaran dan tahun baru misalnya di mana konsumsi masyarakat akan meningkat,” ungkap Khairul.
Namun lanjutnya, jika melihat stok komoditas yang dibutuhkan saat ini jelang Lebaran diakuinya cukup. Ia juga sudah mendapatkan informasi dari sejumlah pedagang, stok yang dipasok saat ini cukup sampai lebaran.
“Walaupun stok cukup, kecenderungan menaikkan harga selalu ada. Karena itulah dianggap momen tahunan yang kalau gak dinaikkan kayaknya gak sah, itu namanya psikologis price selalu terjadi,” ujarnya.
Ia hanya mengimbau pedagang jangan sampai menaikkan harga sampai terjadi lonjakan yang begitu tinggi dan jangan sampai stok tidak ada di pasaran.
“Saya kira stok cukup yang kami pantau hari ini. Seperti daging segar, daging beku, bahkan daging beku dari India, New Zealand, Australia dan daging segarnya dari lokal dan semua akui cukup,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, telur mengalami kenaikan dan ikan. Rerata kenaikan lanjutnya, ia mencontohkan daging dari Rp 120 ribu menjadi Rp 140 ribu lokal.
Baca: Respons Wagub Ariza soal Harga Pangan, Perang Ukraina dan Rusia Turut Andil dalam Kenaikan Harga
Baca: Pastikan Harga Pangan Stabil, Satgas Pangan Polda Jatim Blusukan ke Pasar
Perkiraan di angka 18 persen di bawah 20 persen. Telur lanjutnya dari sebelumnya Rp 50 ribu menjadi Rp 55 ribu hanya mengalami kenaikan 10 persen.
“Biasanya kalau ditanya jawab mereka karena lebaran. Psikologis price pasti akan terjadi. Paling tinggi yang naik di harga daging 18 persenan dan itu secara nasionala kelihatannya seperti itu,” ungkap Khairul.
Namun untuk komoditas lainnya rerata kenaikan di angka 10 persen. Ikan kakap merah dari Rp 60 ribu jadi Rp 65 ribu.
Ia melanjutkan untuk rencana operasi pasar menurutnya tidak begitu urgen karena stoknya masih dianggap mencukupi. Operasi pasar baru bisa dilakukan jika stok yang kurang.
“Belum saatnya,” ujarnya.
Prediksi besok harga masih terus mengalami peningkatan seperti diakui beberapa pedagang. Khairul mengimbau masyarakat jangan sampai terjadi panic buying.
“Karena semakin panic, membeli banyak akhirnya akan terjadi psikologis pada pedagang akan menaikkan. Itu rumus perdagangan di mana-mana mulai dari Afrika, Amerika. Walaupun sebenarnya stok cukup. Beli secukupnya sesuai kebutuhan berbelanja secara bijaklah,” pungkasnya. (*)
Penulis: Andi Pausiah
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribun Kaltara
Terkini Nasional
Penampakan 2 Kereta Anjlok di Pasar Senen, KA Jaka Tingkir & KA Serayu Diduga Alami Senggolan
7 hari lalu
LIVE UPDATE
Berburu Bahan Pokok dengan Harga Miring, Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Program SIMAMA
7 hari lalu
LIVE UPDATE
Harga Bahan Pokok di Pasar Raya Padang Meroket, Kenaikan Cabai dan Bawang Merah Paling Mencolok
Kamis, 21 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.