Rabu, 22 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Sosok KH Syukron Makmun yang Tampar Banser dan Tegur karena Tak Jaga Kiai tapi Jaga Gereja

Senin, 25 April 2022 18:21 WIB
Warta Kota

TRIBUN-VIDEO.COM - Video seorang kiai yang menampar seorang anggota banser viral di media sosial.

Dalam video tersebut, sang kiai menegur anggota banser yang tidak menjaga kiai atau ulama namun justru menjaga gereja.

Sosok kiai tersebut diketahui merupakan kiai NU, KH Syukron Makmun.

KH Syukron Makmun adalah pemimpin Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dari informasi yang dihimpun Tribunvideo dari laman smpsmaitdarulrahman, Kiai Syukron Makmun merupakan satu dari pendiri Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia dan Ketua Umum pada partai tersebut.

K.H Syukron Ma’mun, lahir di Sampang Madura, 21 Desember 1941.

Beliau berada di lingkungan pendidikan agama sejak kecil dimulai dari sang kakek, hingga ayahnya yang juga seorang kiai.

KH Syukron Ma'mun mendirikan pon-Pes Daarul Rahman (kurang lebih tahun 1975-hingga sekarang) yang berpusat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kemudian ponpes ini bercabang di leuwiliang Bogor, dan sawangan Parung.

Meski begitu, beliau tidak pernah alpa dari kancah dunia dakwah.

Dalam video yang beredar, bukannya menampar untuk melukai, KH Syukron Ma'mun diketahui bermaksud menasehati banser tersebut.

"Mestinya kamu Banser jaga di rumah saya," ujar kiai.

"Siap kiai," jawab anggota Banser.

"Tapi Banser akhirnya kiai gak dijaga, gereja yang dijaga," jawab kiai sambil menampar pelan pipi kiri anggota Banser.

Sosok banser yang ditampar Kiai Syukron diketahui merupakan Ketua ranting Ansor Kelurahan Jatikarya, kecamatan Jatisampurna, di Kota Bekasi bernama Abdul Hamid.

Baca: Ulama, Kiai dan Pimpinan Ponpes di Banten Keluarkan Pernyataan Menolak Presiden Tiga Periode

Ia menjelaskan bahwa dirinya adalah lulusan alumni Pondok pesantren Daarul Rahman yang diasuh oleh KH Syukron.

Tak merasa tersinggung, Abdul Hamid justru senang dan bangga mendapatkan nasehat dari kiai besar tersebut.

"Alhamdulillah saya malah senang, bangga, mendapat keberkahan," ujarnya.

Hamid menyebutkan, saat itu ia datang ke Ponpes Daarul Rahman dalam rangka peringatan Nuzuul Quran.

Saat acara selesai, ia kemudian menghampiri sang kiai.

"Jadi acara sudah selesai, saya merapat ke guru saya, ayahanda kiai Syukron Makmun. Beliau adalah guru saya, saya alumni dari sana, angkatan 20," katanya

Saat merapat ke KH Syukron, Hamid menyebut gurunya itu senang melihat dirinya.

Ia mengatakan bahwa banyak santri yang justru berharap ditampar oleh sang guru untuk mendapatkan keberkahan.

"Sebenarnya tujuan guru saya itu baik. jadi semua alumni Daarul Rahman kalau ketemu beliau, bersalaman, kalau nggak digampar itu rasa kurang semua. Semua alumni Daarul Rahman itu berharap digampar sama beliau. Dan berharap mendapatkan keberkahannya," jelasnya.

Hamid pun memastikan bahwa tamparan itu bukanlah merupakan tamparan kesal.

Melainkan tamparan kasih sayang guru kepada muridnya

"Jadi guru saya bukan kesal dengan saya, tidak. Jadi ini antisipasi,jaga kiainya juga, jaga ulama-ulama NU.Kiai dijaga, yang mayoritas itu dijaga juga. Jaga NKRI bersinergi dengan TNI dan Polri." ungkapnya.

Hamid menegaskan bahwa maksud nasehat KH Syukron bukan melarang banser untuk menjaga gereja.

Menurut Hamid, KH Syukron bermaksud agar anggota banser tak hanya menjaga gereja, namun umat non muslim yang menjadi minoritas.

"Jadi artinya kiai saya bukannya tidak mendukung santrinya menjadi kader Banser. Sangat mendukung.

"Terkait menjaga gereja itu, bukan menjaga gerejanya. Tapi menjaga saudara kita setanah air, ukhuwah wathoniah. Karena mereka sebagai minoritas. Biasalah, kalau minoritas ini ada sedikit kurang aman lah," kata dia.(Tribun-Video.com/Wartakota)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Digampar KH Syukron soal Jaga Gereja, Ketua Banser Klarifikasi:Kita Jaga Saudara Kita yang Minoritas

# TRIBUNNEWS UPDATE # Syukron Makmun # Banser # viral di media sosial

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Nila
Video Production: Dyah Ayu Ambarwati
Sumber: Warta Kota

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved