TRIBUNNEWS UPDATE
Hadapi Invasi Fase 2, Rusia Hanya Punya 30% Rudal, Sementara Ukraina Dapat Pasokan dari 19 Negara
TRIBUN-VIDEO.COM - Selama invasi dilakukan yakni selama dua bulan, Rusia telah kehilangan 70 persen rudal berpresisi tinggi.
Selain itu pasukan yang bisa mengoperasikan rudal Rusia hanya tersisa 30-40 orang.
Hal ini sangat berbanding terbalik dengan Ukraina yang mendapat bantuan pasukan senjata dari 19 negara.
Hal itu disampaikan oleh Christo Grozev, seorang jurnalis Bulgaria sekaligus penyelidik utama Rusia dalam situs web investigas Bellingcat.
"Intelijen kami menyebut ini sekitar 30 hingga 40 orang," katanya.
Grozev mengatakan, saat ini Rusia hanya memiliki 30 persen rudal yang bisa digunakan untuk melawan Ukraina.
Baca: Harapan dan Sumpah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat Paskah Ortodoks
Grozev menambahkan, Ukraina tak hanya bekerja untuk menghancurkan rudal, tetapi juga menyelidiki orang yang bisa mengoperasikannya.
"Bagaimanapun, Ukraina bekerja tidak hanya untuk menembak jatuh dan menghancurkan rudal, tetapi juga untuk mengidentifikasi orang yang dapat memprogram rudal ini."
Kemudian, Grozev juga mengomentari terkait situasi Rusia yang mengklaim telah menguasai Mariupol.
Menurutnya, pertempuran di Mariupol hanya kekurangan senjata saja.
Baca: Murka! Begini Respons Volodymyr Zelensky seusai Odesa Digempur, Sebut Rusia sebagai Negara Teroris
Untuk itu, ia menilai jika pasukan Ukraina mendapat pasokan senjata, maka situasi bisa berbalik.
Ia mengatakan, saat ini waktu masih bekerja untuk Ukraina lantaran pasokan senjata presisi tinggi dipasok tiap minggu.
Di sisi lain, Grozev juga menyinggung terkait pasokan senjata yang akan didapatkan Ukraina dari 19 negara.
Menurutnya, pasokan senjata tersebut dapat memberikan harapan bagi Mariupol untuk membalikkan keadaan.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Disebut Hanya Miliki 30% Rudal Tersisa, Ukraina akan Dapat Pasokan Senjata dari 19 Negara
# Ukraina # Rusia # Mariupol
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Prabowo Berangkat ke Rusia Minggu Ini, Dijadwalkan Bertemu Putin Bahas Energi hingga Geopolitik
Sabtu, 11 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Ukraina Klaim Jatuhkan Drone Iran di Timur Tengah, Kirim Ahli Pertahanan Udara ke Sejumlah Negara
Sabtu, 11 April 2026
Tribunnews Update
Menlu Rusia Lavrov Kecam Serangan Israel: Gencatan Senjata AS-Iran Wajib Berlaku untuk Lebanon
Jumat, 10 April 2026
Mancanegara
Rusia Murka! Langsung Telepon Menlu Iran Bahas Israel Langgar Gencatan Senjata, Zionis Diperingatkan
Jumat, 10 April 2026
Mancanegara
Rusia Murka! Langsung Telepon Iran seusai Israel Langgar Gencatan Senjata
Jumat, 10 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.