Selasa, 12 Mei 2026

Mancanegara

Warga Shanghai China Alami Krisis Makanan, Harga Kebutuhan Pokok Naik Drastis

Kamis, 21 April 2022 12:35 WIB
Tribun Timur

TRIBUN-VIDEO.COM - Warga Shanghai China mengalami krisis makanan.

Harga kebutuhan pokok naik drastis.

Warga bernama Frank Tsai yang tinggal di apartemennya di Puxi, bagian barat Shanghai, menimbun makanan selama empat hari seperti yang awalnya diperintahkan oleh pihak berwenang.

Namun, tujuh hari kemudian persediannya semakin menipis.

Beberapa penduduk terpaksa barter atau membayar lebih untuk makanan saat lockdown Shanghai berlangsung.

Seorang penduduk Shanghai bermarga Ma mengatakan, dia membayar 400 yuan (Rp 900.000) hanya untuk sekardus mie instan dan soda.

Baca: Viral Seragam TKA China Mirip dengan Seragam Milik TNI, Ini Penjelasannya

Sebagian besar dari 25 juta penduduk Shanghai berada di bawah perintah ketat tinggal di rumah, dan mereka marah karena kekurangan makanan serta takut dinyatakan positif Covid yang akan menempatkan mereka di pusat karantina raksasa.

Pada malam hari, jam kerja sosial tetap berlangsung, katanya. Untuk pekerja lain di Shanghai, privasi sangat terbatas. Video media sosial menunjukkan staf tidur di ranjang di pabrik-pabrik tutup yang mencoba untuk terus memproduksi barang-barang mereka.

Ketatnya Lockdown Shanghai

Shanghai sekarang menjadi kota yang sunyi dengan keheningan, kecuali suara robot anjing dan drone yang menyiarkan perintah untuk tes Covid dan tetap berada di dalam.

Pekerja dengan pakaian hazmat--dijuluki "Big Whites"--melakukan pengujian di dalam kompleks perumahan. Setiap beberapa hari penduduk mengantre untuk tes usap.

Baca: Viral Video Kondisi Mencekam Lockdown Covid-19 di China, Pintu Dirantai hingga Suara Teriakan

Pemilik anjing tidak dapat berjalan dengan hewan peliharaan mereka dan diharuskan melatih anjing mereka menggunakan baki pasir di dalam ruangan, atau menyelinap keluar di tengah malam agar hewan itu dapat buang air.

Otoritas Shanghai berusaha menyediakan tempat tidur yang cukup di rumah sakit darurat untuk orang-orang yang dites positif. Pemerintah mengatakan, 130.000 tempat tidur baru sudah siap atau sedang dibangun sebagai bagian dari karantina massal.

Namun, kebijakan itu dianggap tidak efektif oleh banyak orang. Leona Cheng seorang siswa berusia awal 20-an keluar dari karantina selama 13 hari pada Jumat (8/4/2022).(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Krisis Makanan, Harga Mi Instan di Shanghai China Nyaris Rp 1 Juta Per Kardus

# Krisis Makanan # Shanghai # China # lockdown

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Tribun Timur

Tags
   #Krisis Makanan   #Shanghai   #China   #lockdown

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved