Selasa, 28 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Sadar Militer Rusia Pakai Rumahnya sebagai Pangkalan, Seorang Jutawan Ukraina Minta Rumahnya Dibom

Rabu, 20 April 2022 18:53 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang jutawan Ukraina mengatakan dia meminta militer negaranya untuk mengebom rumah barunya, setelah mengetahui propertinya digunakan sebagai pangkalan bagi pasukan Rusia.

Andrey Stavnitser, CEO perusahaan IT Ukraina, mengatakan kepada Good Morning Britain bahwa dia mengetahui pasukan Rusia menyita propertinya di dekat Irpin, Ukraina, awal bulan lalu setelah dia meninggalkan negara itu ke Polandia.

Komentarnya muncul hampir dua bulan setelah invasi Rusia ke Ukraina, di mana puluhan ribu warga sipil tewas dan banyak kota hancur.

Baca: Pilih Dukung Zaporizhzhia yang Diduduki Rusia, Republik Rakyat Donetsk Pisahkan Diri dari Ukraina

Dilansir dari Newsweek pada Senin (18/4/2022), Stavnitser mengatakan pasukan menerobos rumahnya dan menyandera staf keamanannya dengan, menginterogasi dan membuka pakaian mereka.

Para staf akhirnya, dikirim ke hutan tanpa telepon atau koneksi ke dunia luar.

"Selama dua hari, mereka harus berjalan pulang, tanpa telepon atau koneksi. Setelah dua hari, mereka menghubungi kami dari tempat yang aman dan memberitahu kami apa yang terjadi," katanya.

Baca: Bukti Vladimir Putin Gunakan Senjata Terlarang dalam Perang, Tak Kasat Mata tapi Dampaknya Ngeri

Stavnitser mengatakan dia kemudian dapat melacak tentara Rusia melalui kamera keamanan kecil yang tertinggal di dalam rumah.

"Mereka menghancurkan sebagian besar kamera di dalam rumah, namun, ada satu webcam kecil amatir yang masih berfungsi dari waktu ke waktu ketika listrik menyala," jelasnya.

Stavnitser mengatakan dia dengan cepat menghubungi militer Ukraina dan meminta mereka untuk menghancurkan rumah itu, meskipun itu baru dan dia telah "berusaha keras" untuk membangunnya.

"Itu adalah keputusan yang jelas bagi saya," katanya kepada program berita Inggris itu.
"Tidak banyak yang dapat Anda lakukan untuk membantu militer Ukraina, dan itu adalah salah satu peluang yang saya miliki," katanya.

"Saya ingin melakukan segala yang mungkin untuk membantu Ukraina menang karena saya pikir kami menjaga keamanan Eropa. Penting bagi kami untuk mengusir mereka (Rusia) dari tanah kami. Itu hanya bagian kecil yang bisa saya lakukan," sambungnya.

Baca: Guna Ciptakan Kamtibmas, Polres & Kodim 1714 Lakukan Patroli Senjata Tajam di Kabupaten Puncak Jaya

Pada Senin (18/4/2022), Rusia mulai menerobos ke wilayah Donbas timur Ukraina, setelah menghadapi oposisi Ukraina yang sengit di fase pertama perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa "sebagian besar dari seluruh tentara Rusia sekarang fokus pada serangan ini". Dia memohon kepada negara-negara Barat untuk memberikan bantuan militer lebih lanjut untuk mencegah serangan.

Stavnitser menggemakan permohonan itu dalam wawancara Good Morning Britain, mengatakan berita bahwa saat ini, hal terpenting yang dibutuhkan Ukraina adalah dukungan militer.

"Kami sangat tangguh dan berani, namun kami kalah jumlah. Orang-orang ini masih tentara yang besar dan kami masih negara kecil dengan tentara yang relatif kecil. Jadi kami membutuhkan bantuan militer sebanyak mungkin," katanya.

Stavnitser menambahkan bahwa Zelensky, yang dia kenal secara pribadi, telah menjadi pemimpin yang kuat dan berani.

"Saya harus mengatakan bahwa orang ini luar biasa. Dia benar-benar mengatur tempo untuk semua orang, terutama untuk militer. Dia memiliki banyak keberanian, dia sangat berani. Sejujurnya saya sangat bangga memiliki presiden seperti itu," kata dia.
Newsweek yang melaporkan berita ini menghubungi kementerian luar negeri Rusia untuk memberikan komentar. (*)

(TRIBUN-VIDEO.COM/KOMPAS.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jutawan Ukraina Minta Rumah Barunya Dibom Usai Sadar Militer Rusia Memakainya sebagai Pangkalan".

#Rusia #Ukraina #Militer #bom #Jutawan #Pangkalan Militer Rusia

Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Rusia   #Ukraina   #Militer   #bom   #Jutawan   #Pangkalan Militer Rusia

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved