Terkini Nasional
Menko Luhut Sempat Berdebat dengan BEM UI saat Temui Massa, Tolak Buka Big Data pada Publik
TRIBUN-VIDEO.COM - Perdebatan sengit terjadi antara Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Perdebatan antara mahasiswa yang diwakili Ketua BEM UI Bayu Satrio Utomo dengan Menko Luhut Binsar Pandjaitan itu berlangsung penuh ketegangan.
Bahkan Luhut Binsar Pandjaitan sempat terpancing emosinya ketika ada mahasiswa menyindir dirinya otoriter.
Perdebatan terjadi setelah adanya demo mahasiswa ketika Menko Luhut menemui Rektor UI, Ari Kuncoro.
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi sambil membawa poster bergambar Luhut yang mengaku memiliki big data tentang wacana penundaan pemilu.
Semula, saat melayani pertanyaan Ketua BEM UI Bayu Satrio Utomo, Luhut terlihat santai.
Baca: Debat Panas Luhut dan BEM UI, Dituding Otoriter, Luhut: Kalau Saya Otoriter, Saya Tak Datang ke Kamu
"Saya punya anak juga mahasiswa, jadi kalian itu jangan emosional, kalian dengerin juga. Saya mau bilang, kita itu beda pendapat silahkan. Nanti dengan istrimu kalau nikah pun bisa beda pendapat. Tidak harus berantem," ucap Luhut dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas TV.
"Saya sepakat pak, kita mungkin beda di dalam demokrasi, tapi bapak pejabat publik, bapak harus mempertanggungjawabkan big data itu pada kita semua," pungkas Ketua BEM UI, Bayu Satria Utomo.
"Sepakat !" teriak mahasiswa lain.
Mendengar ucapan sang mahasiswa, Luhut balik bertanya.
Sebab diakui Luhut, ia tidak punya kewajiban untuk mempertanggungjawabkan ucapannya kepada mahasiswa.
"Apa kewajiban saya mempertanggungjawabkan (yang) saya punya sama kalian ?" tanya Luhut.
"Itu sudah jadi narasi yang beredar dari pejabat publik. Seakan-akan pejabat publik mengizinkan tiga periode, penundaan pemilu," jawab Bayu Satria Utomo.
"Enggak, enggak. Kamu berasumsi. Enggak boleh itu," pungkas Luhut.
"Asumsi itu lahir dari ketidakjelasan dari istana," kata Bayu Satria Utomo.
"Jadi apakah benar big data itu disampaikan ? Atas keinginan siapa itu ? Kita minta jawaban tegas," pinta mahasiswa.
"Saya bilang, saya yang ngomong, enggak ada yang lain," imbuh Luhut.
Baca: Sosok Luhut Binsar Pandjaitan, Disebut sebagai Orang yang Bisa Dipercaya Presiden Jokowi
"Jadi pejabat publik sedang mengizinkan Pak Jokowi untuk ini (3 periode) ?" tanya Bayu Satria Utomo.
"Tidak. Saya hanya menyampaikan ini ada data begini," akui Luhut.
"Coba kita minta dibuka big datanya kawan-kawan, sepakat ?" teriak Bayu Satria Utomo.
"Sepakat," jawab mahasiswa lain.
Mendengar ucapan para mahasiswa, Luhut tersenyum tipis.
"Ya kau sepakat kalau saya enggak sepakat boleh kan? kita boleh beda pendapat enggak ?" tanya Luhut.
"Ya itu, tujuan kami untuk menuntut bapak segera sepakat karena ini aspirasi dari masyarakat Indonesia," imbuh Bayu Satria Utomo.
Hingga akhirnya, ada seorang mahasiswa menyindir sang menteri dengan sebutan sosok otoriter.
Disebut otoriter, Luhut pun tak tinggal diam. Terpancing emosinya, meski terlihat ditahan.
Sang menteri menunjuk sang mahasiswa sembari memberikan penjelasan.
"Dengerin, kamu anak muda, kamu enggak berhak nuntut saya. Karena saya juga punya hak untuk bilang tidak. Tapi saya kasih tau," pungkas Luhut.
"Otoriter neh ?" sindir mahasiswa.
Baca: Debat Sengit Luhut Binsar & Mahasiswa UI yang Gelar Aksi Protes: Kalian Mau Apa Jangan Marah-marah
"Bukan otoriter. Saya kalau otoriter, saya enggak datang ke kamu. Kamu nanti mau jadi besar, saya nasihatin kamu," imbuh Luhut.
Selain itu, mereka juga turut mengibarkan bendera kuning sebagai simbol matinya demokrasi di Indonesia.
"Kami sebagai mahasiswa UI hari ini melaksanakan aksi simbolik dengan membawa bendera kuning, poster, serta banner yg bertuliskan turut berduka cita atas wafatnya demokrasi di UI dan Indonesia," ujar Ketua BEM UI, Bayu Satria Utomo dalam orasinya.
Para mahasiswa UI itu menolak wacana penundaan pemilu dan masa jabatan presiden tiga periode.
Selain itu, mereka juga menuntut revisi statuta UI.
"Pertama terkait statuta UI yang saat ini masih bermasalah dan prosesnya tidak pernah melibatkan semua unsur yang ada di UI termasuk mahasiswa," ujar Bayu.
"Kedua adalah wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden yang digulirkan oleh bapak Luhut, maka dari itu kami menyatakan 'mosi tidak percaya' pada rektor UI dan bapak Luhut," sambungnya.
"Mau kalian apa, biar saya jawab?," tanya Luhut kepada peserta aksinya.
"Kita mau menyuarakan (protes), yang pertama terkait wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden. Harus terus ditegaskan oleh pemerintah untuk menolak wacana itu," jawab mahasiswa. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunkalteng.com dengan judul Debat dengan BEM UI, Menko Luhut Tolak Buka Big Data Tunda Pemilu dan Sempat Emosi Disebut Otoriter
#Luhut Tolak Buka BIg Data #Luhut Binsar Berdebat dengan Mahasiswa UI #Luhut Tegaskan Tak ada 3 Periode Kepemimpinan Presiden #Unjuk Rasa BEM Ui #
Video Production: Khoerunnisak
Sumber: Tribun Kalteng
Tribunnews Update
Kantor Gubernur Sumut Bobby Nasution Digeruduk Massa Demo Hari Tani, Saling Dorong Barikade Polisi
Kamis, 25 September 2025
Live Tribunnews Update
Ribuan Massa Geruduk Kantor Bupati Banyumas: Gerbang Besi Roboh, Pendopo Dihujani Batu
Senin, 1 September 2025
Tribunnews Update
Momen Polisi Keluar dari Mobil yang Ringsek, Lari Ketakutan Selamatkan Diri dari Amukan Massa Demo
Jumat, 29 Agustus 2025
Tribunnews Update
Aksi Bakar-bakar Massa Demo DPR Berlanjut hingga Petang, Jalanan di Kawasan Palmerah Ditutupi Kabut
Kamis, 28 Agustus 2025
Tribunnews Update
Pasukan Ojek Online Coba Masuk ke Area Massa Demo di Depan Gedung DPR, tapi Dihalau Polisi Bertameng
Kamis, 28 Agustus 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.