Kamis, 14 Mei 2026

Live Tribunnews Update

Ribuan Massa Geruduk Kantor Bupati Banyumas: Gerbang Besi Roboh, Pendopo Dihujani Batu

Senin, 1 September 2025 09:18 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Situasi di kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memanas saat gas air mata ditembakan polisi kepada massa demo, Sabtu (30/8/2025) sore.

Aksi demonstrasi ricuh setelah gas air mata ditembakkan oleh aparat kepolisian membubarkan massa yang memadati kawasan tersebut.

Sekitar pukul 16.50 WIB, tembakan gas air mata terdengar setelah Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Ari Wibowo, menyampaikan pernyataan di hadapan ribuan pengunjuk rasa yang berasal dari aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil Banyumas.

Namun, tak lama usai menyampaikan aspirasi, rombongan Kapolresta justru dilempari berbagai benda oleh sejumlah oknum di tengah kerumunan massa.

Baca: Situasi Demo Tak Terkendali! Massa Aksi Bakar Mobil Polisi dan Jarah Gedung DPRD Cilacap

Ketegangan meningkat dengan cepat, hingga akhirnya petugas mengeluarkan tembakan gas air mata ke arah kerumunan.

Asap pekat menyebar ke penjuru kompleks kantor bupati dan memaksa massa kocar-kacir menyelamatkan diri.

Mereka berhamburan ke berbagai penjuru, termasuk ke area Alun-Alun Purwokerto dan jalanan sekitar, sembari menutupi wajah menggunakan masker maupun mengoleskan pasta gigi untuk mengurangi dampak perih dari gas tersebut.

Beberapa saat setelah asap mulai menipis, massa perlahan kembali mendekat ke lokasi, meskipun situasi masih dalam pengawasan ketat aparat.

Bahkan massa sempat berupaya membakar ex gedung dewan DPRD Banyumas.

Kerusakan tampak jelas di sekitar area.

Selain pot bunga dan kaca bagian depan gedung Pemkab yang pecah, sejumlah kendaraan milik kepolisian, terutama sepeda motor, juga terlihat dirusak.

Meski terjadi kericuhan, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai korban dalam aksi tersebut.

"Massa datang dari berbagai arah, langsung melempari pendopo.

Tidak ada orasi, aksi sudah rusuh dari awal demo.

Seperti sudah terbakar emosi sejak awal," ujarnya Dian Putri kepada Tribunbanyumas.com.

Baca: Ahmad Sahroni Murka! Dua Rumah Dijarah, Siap Tempuh Jalur Hukum Tanpa Ampun!

Aksi demonstrasi ini sendiri membawa lima tuntutan utama dari massa, yang mereka anggap sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap berbagai tindakan represif dan ketimpangan kebijakan negara. Berikut isi lengkap tuntutan tersebut:

1. Menolak berbagai bentuk represivitas yang dilakukan aparat penegak hukum.

2. Menuntut pencopotan Kepala Kepolisian Republik Indonesia sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap publik.

3. Menuntut pengusutan secara transparan terhadap tindakan represif yang dilakukan aparat dalam setiap aksi unjuk rasa.

4. Menolak dan mengutuk ucapan maupun tindakan para wakil rakyat yang tidak berpihak kepada rakyat.

5. Menuntut dibuatnya kebijakan atau produk hukum yang benar-benar memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Aksi ini merupakan bagian dari gelombang unjuk rasa serentak di sejumlah daerah, menyusul tragedi kemanusiaan yang menimpa seorang pengemudi ojek online saat aksi di Jakarta, beberapa hari sebelumnya.

Gelombang protes diprediksi masih akan terus berlangsung selama tuntutan belum mendapatkan tanggapan resmi dari pemerintah maupun institusi terkait.

(Tribun-Video.com)

#DemoBanyumas #RibuanMassa #GerudukKantorBupati #GerbangBesiRoboh #PendopoDihujaniBatu #KericuhanBanyumas #AksiMassa #UnjukRasaBanyumas #BreakingNews #BeritaTerbaru

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Agilio OktoViasta
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved