Konflik Rusia Vs Ukraina
Puluhan Pasukan Militer Elite Rusia Dipecat hingga Dipidana karena Tolak Bertempur di Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM - Penolakan untuk terjun ke medan perang di Ukraina dilakukan oleh puluhan pasukan militer Rusia pada Sabtu (9/4/2022) lalu.
Hal ini dipicu lantaran sejumlah pasukan Rusia yang ditangkap mengaku bahwa para pemimpinnya berbohong tentang rencana untuk menyerang Ukraina.
Atas penolakan tersebut, sejumlah pasukan dipecat dan beberapa diancam dengan tuntutan pidana karena gagal mematuhi perintah.
Dikutip dari Kompas.com pada Senin (11/4/2022), diketahui ada sekitar 60 pasukan terjun payung Rusia dari satu unit provinsi Pskov menolak pertempuran itu.
Baca: Akibat Invasi Rusia, Ukraina Temukan 1.200 Mayat di Wilayah Kyiv Selama Perang Bulan Lalu
Diketahui, pasukan terjun payung Pskov bukan satu-satunya yang dilaporkan menolak untuk bertempur.
Bahkan, setidaknya 11 anggota Garda Nasional Rosgvardia Rusia di wilayah Khakassia juga memberontak.
Sebuah media berita Rusia menerangkan, pengacara hak asasi manusia, Pavel Chikhov menanggapi hal itu melalui Telegram.
Dia mengatakan, bahwa Kapten Farid Chitav dan 11 bawahannya di Rosgvardia menolak menyerang Ukraina pada 25 Februari, karena perintah itu 'ilegal'.
Beberapa pasukan Rusia yang ditangkap mengatakan, para pemimpinnya berbohong tentang rencana untuk menyerang Ukraina.
Atas tindakan itulah yang membuat mereka tidak siap untuk perlawanan sengit.
Terlepas dari banyak keuntungan militer Rusia, diakui bahwa militer Rusia gagal mencapai kemenangan cepat yang diharapkan di Ukraina.
Baca: Bukan Hanya Ukraina, Agresi Militer Rusia Disebut Zelensky Juga Targetkan Seluruh Negara Eropa
Sementara, Kepala intelijen Inggris, Jeremy Fleming mengatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin salah menilai situasi sebelum menyerang.
Namun, sebagian para penasihatnya takut mengatakan yang sebenarnya.
Diketahui, NATO memperkirakan bulan lalu bahwa antara 7.000 dan 15.000 tentara Rusia tewas dalam aksi di Ukraina.
Melalui pengakuan seorang juru bicara Kremlin mengatakan, bahwa Rusia memiliki "kerugian pasukan yang signifikan.
Oleh karena itu, kejadian ini merupakan tragedi besar bagi Rusia.
Sebagai informasi, pasukan lintas udara militer Rusia, VDV, menderita kerugian besar di Ukraina yang telah merusak status "elit" mereka sebelumnya.
Bahkan, satu unit di dalam VDV, Resimen Parasut Pengawal 331 yang terkenal, kehilangan komandannya, Kolonel Sergei Sukharev, dan sedikitnya 39 anggota lainnya.
(Tribun-Video.co/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menolak Bertempur di Ukraina, Pasukan Elite Rusia Dilaporkan Dipecat dan Dihukum Pidana"
Baca berita lainnya terkait Rusia dan Ukraina di sini.
# Pasukan Elite # Konflik # Pasukan Militer Rusia # Ukraina # Rusia
Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: Tegar Melani
Sumber: Kompas.com
Mancanegara
Rusia Tegaskan Tak Ada Harga Diskon Minyak untuk RI di Tengah Krisis Global: Tak Ada Harga Teman
10 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Intel AS Peringatkan China dan Rusia Tinjau Dukungan Militer untuk Iran di Tengah Perang
11 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Kekuatan Rusia Bertambah, Angkatan Udara Terima Sejumlah Jet Tempur SU 35S dari Industri Penerbangan
11 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Bahlil Targetkan Minyak dari Rusia Dikirim ke RI Bulan April, Jaga Stabilitas Cadangan Energi
12 jam lalu
Berita Terkini
Diserang Rudal Hizbullah, Kota-kota di Israel Alami Kepanikan Jelang Berlakunya Gencatan Senjata
12 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.