On Focus
Vladimir Putin Tenteng Koper Tombol Nuklir hingga Jerman Siapkan Bunker untuk Antisipasi Perang
TRIBUN-VIDEO.COM - Dalam berbagai kesempatan, Presiden Rusia Vladimir Putin diketahui selalu membawa tas dengan tombol.
Diduga, tas dengan tombol tersebut adalah tas tombol rudal nuklir.
Hal ini terekam kala Putin hadir dalam pemakaman politisi sayap kanan Rusia Vladimir Zhirinovsky.
Diketahui dalam momen tersebut, Vladimir Putin mebawa 'nuclear footbal' istilah untuk koper tombol nuklir tersebut.
Meskipun sedang menghadiri acara doa di Katedral Moskow lokasi disemayamkannya polisitisi Vladimir Zhirinovsky, namun Putin tampaknya tetap siaga adanya potensi serangan.
Putin diketahui didampingi seorang pria berjas yang membawa tas kerja.
Namun tas kerja tersebut rupanya merupakan benda kecil berbahaya yang bisa kapan saja melakukan serangan jarak jauh.
Kedatangan Putin untuk memberikan penghormatan terakhir pada Zhirinovsky juga menjadi satu ketakutan tersendiri akan adanya penyerangan di Katedral Kristus Juru Selamat.
"Untuk Vladimir Putin, aula tempat orang mengucapkan selamat tinggal kepada Zhirinovsky benar-benar kosong dari orang - bahkan dari kerabat yang duduk di kursi," lapor saluran Telegram VCHK-OGPU.
Saat mendatangi pemakaman, Putin membawa mawar merah dan meletaknnya di bagian bawah peti mati.
Zhirinovsky diketahui meniggal dunia karena terpapar Covid-19 dan memiliki riwayat penyakit lain.
Zhirinovsky sendiri adalah politisi yang berperan penting memberikan tanggal pasti awal dimulainya invasi Rusia ke Ukraina.
Di saat yang bersamaan, pasukan Rusia dikabarkan telah melakukan serangan terbarunya di stasiun kereta api.
Diduga, serangan roket tersebut telah menewakan setidaknya 30 warga sipil dan melukai 100 orang lain.
Dalam laporan Jumat (8/4) tampak mayat beberapa orang tergeletak di antara gerbong kereta.
Di sisi lain, melihat perang Rusia yang menggempur habis-habisan Ukraina, Negara Jerman akan meningkatkan pengeluaran pertahanan militernya.
Kini Jerman mulai memperkuat bungker penampungan bawah tanah dan membangun stok krisis jika terjadi perang.
Hal tersebut disampaikan surat kabar Welt am Sonntag pada Sabtu (9/4/2022), mengutip Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser.
Dikutip dari Kompas.com, sebelumnya negara Jerman mengurangi angkatan bersenjatanya dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir dari Reuters, melihat perang yang berimbas pada dunia itu, Jerman akan melakukan perubahan kebijakan besar.
Bahkan, Kanselir Jerman Olaf Scholz berjanji untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan dan menyuntikkan 100 miliar euro ke militer.
Negara tersebut juga sedang mencari cara untuk meningkatkan sistem tempat penampungan umum dan akan meningkatkan pengeluaran untuk perlindungan sipil.
"Saat ini ada 599 tempat penampungan umum di Jerman. Kami akan memeriksa apakah kami dapat meningkatkan lebih banyak sistem seperti itu,” kata Faeser.
Saat ini Jerman tengah memperkuat tempat parkir bawah tanah, stasiun kereta bawah tanah, dan ruang bawah tanah untuk menjadi perlindungan dengan konsep baru.
Selain itu Negara ini juga akan membangun stok krisis dengan persediaan, termasuk peralatan medis.
Faeser juga menuturkan bahwa Pemerintah Jerman telah memberi negara-negara bagian dana 88 juta euro untuk memasang sirene baru.
"Tapi sejauh menyangkut cakupan nasional, jumlah tersebut masih kurang," tambah Faeser.
(Tribun-Video.com/Kompas.com)
Baca: Profil Alexander Dvornikov, Komandan Perang Baru Rusia, Komandan Pertama Operasi Militer di Suriah
Baca: Pengantar Presiden Jokowi di Rapat Terbatas Persiapan Pemilu, Dipastikan Digelar 14 Februari 2024
#Vladimir Putin #Rusia #Ukraina #Rudal Nuklir
Reporter: Nila
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribun Video
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: AS Minta Bantuan Dunia Desak Iran Buka Hormuz, Rusia Peringatkan Trump
14 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Bahas Perang Ukraina & Iran, Putin & Trump Teleponan 90 Menit hingga Peringatkan Bahaya Serangan AS
14 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Trump Blak-blakan Ukraina Kalah Perang! Presiden AS Ungkap Misi Khusus dengan Putin soal Nuklir Iran
14 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
AS Tolak Proposal Teheran, Putin Peringatkan Trump soal Konsekuensi Jika Kembali Serang Iran
15 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.