Selasa, 19 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Intelijen AS Akui Sengaja Buat Kebohongan guna Fitnah Rusia dalam Perang Ukraina, Joe Biden Terlibat

Jumat, 8 April 2022 17:26 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Intelijen Amerika Serikat yang terus berkomentar soal isu perang Rusia dan Ukraina mengaku beberapa kali membuat kebohongan.

Kebohongan yang disengaja itu diakui para pejabat intelijen Washington sebagai bentuk perlawanan perang memfitnah Moskow.

Berdasarkan laporan dari NBCnews, isu yang nyatanya adalah kebohongan yakni terkait indikasi bahwa Rusia akan bersiap menggunakan bahan kimia di Ukraina.

Baca: Rusia Akui Kehilangan Banyak Pasukan di Ukraina, namun Tetap Sangkal Kejahatan Perang di Bucha

Saat itu Presiden Joe Biden mengungkapkannya secara terbuka.

Namun, tiga pejabat AS mengatakan bahwa tak ada bukti jelas bahwa Rusia telah membawa senjata kimia ke dekat Ukraina.

Diakui pejabat inteligen AS, Washington menyebarkan itu itu untuk mencegah Rusia menggunakan amunisi terlarang dalam serangannya ke Ukraina.

“Tidak harus intelijen yang solid,” kata seorang pejabat AS."

“Lebih penting untuk mendahului mereka [Rusia], khususnya Putin, sebelum mereka melakukan sesuatu.”

Beberapa pekan lalu, pejabat AS juga mengatakan bahwa menerima informasi dari intelijen bahwa Putin telah disesatkan oleh penasehatnya sendiri.

Baca: Update Hari ke-44 Invasi Rusia-Ukraina, Infrastruktur Odessa Rusak akibat Serangan Rudal

Namun saat Biden diminta untuk mengungkapkan fakta sebenarnya kabar tersebut, tak ada jawaban pasti yang disampaikan.

“Itu pertanyaan terbuka. Ada banyak spekulasi," kata Biden kepada wartawan.

"Tapi dia tampaknya - saya tidak mengatakan ini dengan pasti - dia tampaknya mengasingkan diri."

Pensiunan perwira intelijen AS juga mengaku tak percaya dengan klaim dari intelijen AS itu.

"Tidak mungkin Anda bisa membuktikan atau menyangkal hal itu," katanya.

Ia menyebut bahwa klaim bahwa Putin disesatkan penasehatnya sendiri adalah analisis dan bukan sebuah bukti.

Dari laporan yang dikeluarkan Intelijen AS, disebutkan bahwa Rusia telah beralih dan meminta pertolongan pada China.

Namun sekali itu, klaim bantuan militer potensial tersebut tidak terbukti kebenarannya.

Baca: Putin Akui Malu Ada 60 Prajurit Terjun Payung Tolak Ditugasi Perang di Ukraina, Murka & Tindak Tegas

Para pejabat AS membeberkan fakta bahwa tidak ada indikasi bahwa China mempertimbangkan untuk memberi senjata pada Rusia.

Diketahui, kebohongan itu dikeluarkan Joe Biden untuk bentuk peringatan pada China agar tidak memberikan bantuan pada Rusia.

Pejabat Eropa menyebut bahwa pengungkapan ini adlaha permainan publik untuk mencegah dukungan militer China.

Meskipun hal itu sebuah kebohongan, pejabat intelijen AS mengaku bahwa kabar itu nyatanya berhasil.

Pejabat Biden menyebut bahwa lebih baik mendahului isu sebelum terjadi daripada tetap diam dan menyaksikan kejadian tersebut benar-benar terjadi.

Baca: Penampakan Keganasan Rudal Rusia Meluncur Capai Target, Serang Pos Komando Ukraina Tengah Malam

"Kami tidak selalu ingin menunggu sampai kecerdasan 100 persen yakin bahwa mereka akan melakukan sesuatu. Kami ingin keluar lebih dulu untuk menghentikan mereka.” (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

# TRIBUNNEWS UPDATE # Joe Biden # Amerika Serikat # Rusia # Ukraina # fitnah

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Nila
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved