Selasa, 19 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Putin Akui Malu Ada 60 Prajurit Terjun Payung Tolak Ditugasi Perang di Ukraina, Murka & Tindak Tegas

Jumat, 8 April 2022 16:39 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin bereaksi keras seusai mengetahui ada 60 prajurit terjun payung Rusia yang enggan berperang di Ukraina.

Sedianya, pasukan terjun payung tersebut dikerahkan ke Belarusia beberapa hari terakhir seusai invasi Rusia ke Ukraina.

Dikutip dari Moscow Times, Putin diketahui murka melihat 60 personel terjun payung Rusia menolak ditugasi berperang.

Baca: Ukraina Alami Kerugian 1 Triliun Dolar AS karena Serangan Rusia, Zelensky Butuh Dukungan Dunia

Sebagian besar dari prajutir tersebut kemudian dikembalikan ke Pskov dan dipecat.

Beberapa lainnya bahkan mendapatkan ancaman lebih berat seperti tuntutan pidana atau desersi.

Aktivis Rusia, Nikolay Kuzmin menegaskan bahwa puluhan tentara tersebut diangkut seorang sopir untuk kembali ke Pskov.

“Sumber militer kami menyebut bahwa para komandan kini tak mau menerima pengunduran diri apa pun."

“Sebagai gantinya, banyak komandan yang mengirim mereka (para prajurit) ke kantor kejaksaan militer (untuk dituntut pidana karena desersi),” tulis harian Pskovskaya Gubernia.

Putin pun mengaku malu melihat adanya pemberontakan dari pasukan militer Rusia.

Baca: Pasukan Chechnya Disebut Susun Strategi Mematikan dan akan Sapu Bersih Militer Ukraina di Mariupol

Ia bahkan langsung memberi instruksi pada Menteri Pertahanan Sergei Shoigu untuk mengirim perwira paling senior yang dimiliki Pskov menangani persidangan prajurit desersi itu.

Sejak perang Rusia-Ukraina dimulai, ini bukan kali pertama Putin dipermalukan akibat pemberontakan tentaranya sendiri.

Putin diketahui kerap menyebut bahwa pasukan dan stafnya yang tidak menuruti aturan Putin sebagai pengkhianat.

Banyaknya prajurit yang memilih menentang Putin diduga terjadi karena masalah jatah makanan yang kurang.

Hal ini juga sempat disampaikan oleh seorang prajurit Rusia, Vladimir Safronov.

“(Jatah) makanan sangat buruk, kami harus mengirit terus-menerus,” kata Safronov, dikutip dari Express.co.uk.

Baca: Inggris Tetap Nekat Meski Terancam Digempur Rusia, Justru Serahkan Rudal Penahan Roket untuk Ukraina

Hal ini yang kemudian membuatnya harus menjarah warga sipil.

“Sangat sering ada situasi, jatah makanan satu orang harus dibagi ke dua orang. Kami makan dari apa yang kami temukan dalam rumah-rumah warga sipil. Banyak penjarahan, saya melihatnya sendiri. Saya tak mendukung (penjarahan) itu, yang kebanyakan dilakukan oleh para sersan senior dan komandan,” aku Safronov. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

# TRIBUNNEWS UPDATE # Terjun Payung # perang # Ukraina # Rusia # Vladimir Putin

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Nila
Video Production: Cesar Aini Soekendro
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved